Waspada
Waspada » Anak Dibawah Umur Jual Dan Cabuli Pacarnya, Ditahan Polres P Siantar
Headlines Sumut

Anak Dibawah Umur Jual Dan Cabuli Pacarnya, Ditahan Polres P Siantar

KASAT Reskrim Polres Kota P Siantar AKP Edi Sukamto. Waspada/Edoard Sinaga
KASAT Reskrim Polres Kota P Siantar AKP Edi Sukamto. Waspada/Edoard Sinaga

P SIANTAR (Waspada): Anak dibawah umur, ARA, 17, warga Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, diduga menjual dan mencabuli pacarnya yang masih berusia 15 tahun berkali-kali, ditahan Sat Reskrim Polres Kota P Siantar.

Kapolres P Siantar AKBP Boy Sutan Binangga Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto menyebutkan, Senin (7/9) sore, ARA sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur dan dikenakan UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, sedang kasus perdagangan manusia (human trafficking) masih dalam proses penyelidikan.

Edi yang didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Iptu Klinus Sitinjak menjelaskan, Unit PPA memproses kasus itu setelah Polsek Siantar Martoba menyerahkan penanganan kasus itu ke Unit PPA Sat Reskrim.

Menurut Edi, Polsek Siantar Martoba menyerahkan kasus itu ke Unit PPA setelah Polsek Siantar Martoba mengamankan ARA ketika dipukuli massa di Kelurahan Sumber Jaya, Sabtu (5/9) malam.

Pemukulan terhadap ARA dilakukan massa ketika ARA hendak menjual pacarnya kepada pria hidung belang.

Saat itu, terjadi perdebatan antara ARA dengan pria itu dan berujung bentrok.

Massa yang mendengar ARA hendak menjual pacarnya, seketika menjadi emosi, hingga memukuli ARA.

Pihak Polsek Siantar Martoba yang mendengar kejadian itu segera mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan ARA dan pacarnya serta membawa mereka ke Mapolsek.

Dalam proses pemeriksaan di Mapolsek Siantar Martoba, ARA mengaku berkenalan dengan pacarnya melalui sosial media dan telah tiga bulan tinggal bersama di satu kamar kos di Kelurahan Sumber Jaya.

Selama tinggal bersama, ARA sudah berkali-kali melakukan hubungan suami istri dengan pacarnya itu selama tinggal bersama.

Karena tidak memiliki pekerjaan dan untuk biaya hidup, ARA menjual pacarnya melalui aplikasi chatting dengan harga Rp 300 ribu sekali kencan.

Karena di Polsek Siantar Martoba tidak ada Unit PPA, Kapolsek Siantar Martoba Iptu Amir Mahmud menyerahkan penanganan kasus itu ke Unit PPA Sat Reskrim Polres.

Menurut Edi, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ARA dan pacarnya, ternyata keluarga mereka broken home, dimana keluarga ARA tinggal di Berastagi, Kabupaten Karo dan pacarnya tinggal di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

“Keluarga pacar ARA sudah ditemukan di Kecamatan Tanah Jawa, sedang keluarga ARA masih dicari. Dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, ARA sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 81, 82, dan 83 UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun, sedang kasus human trafficking masih didalami,” sebut Edi.

Menyinggung tentang ARA yang masih dibawah umur, Edi menyebutkan penahanannya hanya 14 hari, hingga mereka harus bekerja cepat menangani kasus itu. (a28)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2