Alasan Ahok Tak Temui Warga Karena Tuntutan Tak Berkaitan Dengan Tugasnya

  • Bagikan
CORPORATE Secretary (Sekretaris Perusahaan) PT PAG, Hatim Ilwan memberi keterangan pers disalah satu cafe Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Senin (6/12), terkait kunjungan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Ahok ke PT PAG. Waspada/Zainuddin Abdullah
CORPORATE Secretary (Sekretaris Perusahaan) PT PAG, Hatim Ilwan memberi keterangan pers disalah satu cafe Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Senin (6/12), terkait kunjungan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Ahok ke PT PAG. Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Saat melakukan kunjungan kerja ke PT Perta Arun Gas (PAG) di Desa Batuphat Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Senin (6/12), Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku alasannya tak bisa menemui warga Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) yang sempat menghadang rombongan mobilnya, karena tuntutan mereka tak berkaitan dengan tugasnya.

Hal itu disampaikannya melalui Corporate Secretary (Sekretaris Perusahaan) PT PAG, Hatim Ilwan dalam konferensi pers yang digelar di salah satu cafe Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Dikatakannya, Komisaris Utama Pertamina (Ahok) telah melihat apa saja tuntutan masyarakat.

“Saat itu beliau juga sempat menanyakan kepada kita apakah (tuntutan massa IKBAL) ada kaitan dengan PAG. Kami menyampaikan bahwa tidak ada kaitan khusus dengan PAG, pada dasarnya itu terkait dengan Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN),” ujar mantan wartawan senior itu.

Dijelaskannya, pihak PAG hanya sebagai pihak yang menyewa lahan milik LMAN.

Sedangkan LMAN merupakan unit organisasi non eselon di lingkungan Kementerian Keuangan yang menerapkan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum mempunyai tugas diantaranya melakukan pemanfaatan aset negara dalam bentuk pendayagunaan dan kerjasama operasional. Makanya persoalan yang dituntut IKBAL jelas bukanlah masalah bagi PAG melainkan itu masalahnya dengan LMAN.

Di sisi lain, Hatim menerangkan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Ahok, berkunjung ke PT PAG untuk melihat fasilitas yang dimiliki perusahaan tersebut di Lhokseumawe.

“Tadi kita menyampaikan beberapa progres kepada Pak Ahok, baik progres bisnis dan juga operasi perusahaan PAG,” kata Corporate Secretary (Sekretaris Perusahaan) PT PAG, Hatim Ilwan, kepada para wartawan di Lhokseumawe, Senin (6/12) sore.

Menurut Hatim Ilwan, pihaknya juga menyampaikan kepada Ahok bahwa PAG kini bisa melakukan reloading (pengapalan) LNG yang disimpan dengan tujuan pasar internasional secara optimal. “Beliau sangat terkesan dengan Arun (PAG). Pak Ahok juga memberikan gambaran betapa besarnya peluang bisnis yang akan dimiliki Arun ke depan,” ujarnya.

“Tentunya banyak hal yang kita sampaikan kepada Pak Basuki supaya dalam konteks pengembangan bisnis perusahaan ini ke depan mendapat dukungan, baik dari subholding gas dan juga PT Pertamina,” paparnya.

Hatim menyebutkan bahwa dengan berhasil melakukan reloading, menunjukkan PAG komit untuk memunculkan visi menjadi perusahaan ‘Go Global‘. “Kita ingin menjadi perusahaan atau LNG Hub kelas dunia, dan itu kita buktikan. Ini mendapat apresiasi dari Pak Ahok serta mengapresiasi para pekerja di PAG untuk menjadikan perusahaan ini lebih besar lagi,” ujarnya.

“Karena sebagian besar pekerja di PT PAG adalah orang Aceh. Untuk pekerja di wilayah Lhokseumawe saja ada 94 persen orang Aceh, itu juga sangat diapresiasi oleh Ahok. Di PAG ini lebih dari 55 persen itu ditopang (pekerja) kaum milenial, inilah yang membawa PAG ke depan akan tumbuh,” katanya.

Hatim menuturkan, hal itu juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah baik Pemerintah Aceh, Pemko Lhokseumawe maupun Pemkab Aceh Utara. “Kami merasa kehadiran PAG di sini tidak terlepas juga dari dukungan masyarakat,” ucap Hatim. (b09)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *