Waspada
Waspada » Akhyar Nasution Pindah Ke Demokrat, Dipastikan Pilkada Medan Tidak Ada Calon Tunggal
Headlines Medan

Akhyar Nasution Pindah Ke Demokrat, Dipastikan Pilkada Medan Tidak Ada Calon Tunggal

MEDAN (Waspada): Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution pindah perahu politik dari PDI Perjuangan ke Partai Demokrat untuk memuluskan jalannya menuju kontestasi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan pada 9 Desember 2020 mendatang, menjadi jawaban tidak akan terjadi melawan kotak kosong.

Pasalnya Bobby Nasution yang digadang menjadi Bakal Calon (Balon) Wali Kota Medan sudah banyak mendapati dukungan dari beberapa Partai Politik (Parpol).

Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meski hanya memiliki 7 kursi di DPRD Medan telah melaunching Salman Alfarisi sebagai Balon Wali Kota Medan dan akan berkoalisi dengan Partai Demokrat (PD) untuk menentukan calon pasangannya.

“Perkembangan ini membuka banyak rahasia dan sekaligus menjanjikan banyak hal yang positif untuk demokrasi lokal. Jadi tidak akan terjadi melawan kotak kosong pada Pilkada nanti,” ujar Pengamat Politik dari UMSU, Sohibul Anshor Siregar, kepada Waspada, Minggu (26/7).

Menurutnya, tidak satu jalan ke Roma.

Meski berat bagi Akhyar Nasution pindah ke Demokrat dari partai yang membesarkan dan yang dirinya juga ikut membesarkan, namun langkah yang dia ambil adalah hal yang sangat wajar, tidak tercela dan potensil beroleh empati yang luas dari internal partainya (meski secara diam) maupun di luar itu.

Kemudian, posisi Akhyar dalam koalisi PKS-PD itu menurut Sohibul, adalah Calon Wali Kota.

Karena jika tidak pada posisi itu nilai politiknya merosot.

Mungkin saja PKS yang akah berusha mempertimbangkan ulang apakah akan tetap mencalonkan Salman Alfarisi meski untuk menjadi Wakil.

“Jabatannya sangat strategis di DPRD Sumut dan PKS ingin hal itu tetap diisi oleh figur yang talentfull seperti Salman Alfarisi jika tak untuk Jabatan Wali Koya. Bagi PKS Salman Alfarisi atau kader yang lain yang dipasangkan dengan Akhyar daya juangnya sama saja karena mereka patuh pada pimpinan (samikna wa athakna),” ungkapnya.

Dilanjutkan Sohibul, ada catatan cukup gemilang dari PKS.

Dari mengusung Dzulmi Eldin-Akhyar, Edy Rahmayadi-Musa Rajek Shah dan kemarin Pilpres, Prabowo-Sandi.

Koalisi ini hanya perlu pembagian tugas yang baik dan bagaimana mengaktifkan sentimen demokrasi luhur rakyat agar demokrasi berjalan sejujur jujurnya dan seadil adilnya.

“Rakyat harus ikut menjamin tak ada pihak dari unsur pemerintahan mana pun yang tak netral ternasuk penyelenggara. Menurut hitungan saya besar sekali hasrat civil society di Medan menyertai pergelatan ini sebermartabat mungkin dan mereka akan bertindak untuk itu,” ucapnya. (h01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2