Waspada
Waspada » Aceh Tamiang Belum Maksimal Jalankan Prokes
Aceh Headlines

Aceh Tamiang Belum Maksimal Jalankan Prokes

SALAH seorang warga yang dikebumikan secara Prokes karena meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Aceh Tamiang. Waspada/Muhammad Hanafiah
SALAH seorang warga yang dikebumikan secara Prokes karena meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Aceh Tamiang. Waspada/Muhammad Hanafiah

KUALASIMPANG (Waspada): Kabupaten Aceh Tamiang masih belum maksimal dalam menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam upaya pengendalian pencegahan Covid-19 di kabupaten tersebut.

Pantauan Waspada, Jumat (11/6) walaupun Tim satgas Covid-19 sudah mengimbau dan menggelar razia terkait Prokes Covid-19, namun masih banyak warga yang tidak memakai masker baik ketika berada dijalan maupun di Pasar serta kafe dan lokasi lainnya.

Selain itu, penerapan menjaga jarak dan mencuci tangan juga masih banyak yang belum melaksanakannya, namun belum nampak ada sanksi bagi pelanggar Prokes agat tumbuh kesadaran untuk melaksanakan Prokes.

Begitu juga pendirian posko sebagai upaya untuk memutuskan mata rantai dan pencegahan Covid-19 juga belum mampu untuk merubah status Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah bolak-balik ganti warna berstatus merah, oranye selama Pandemi Covid-19 terjadi.

Bukan itu saja, razia masker pada operasi Yusdisi Petugas Satpol PP dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Tamiang bersama Tim Gabungan Operasi Yustisi yang melakukan razia bagi warga yang tidak pakai masker belum dikenakan sanksi yang dapat meningkatkan kesadaran bagi sebahagian warga untuk melaksanakan Prokes.

Padahal sudah ada Peraturan Bupati Aceh Tamiang nomor 30 Tahun 2020 tentang peningkatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Aceh Tamiang dan Intruksi Bupati Aceh Tamiang Nomor 5 Tahun 2021 yang resmi dikeluarkan pada tanggal 27 Mei 2021, tentang PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 ditingkat Kampung untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 dalam Kabupaten Aceh Tamiang.

Bahkan, menurut data yang dihimpun Waspada sudah banyak habis biaya untuk menanganan Pandemi Covid-19.

Pada tahun yang lalu untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada Pos Perbatasan uangnya yang tercantum dalam APBK Aceh Tamiang mencapai Rp3.634.062.700 dan belum lagi biaya lainnya untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 di Aceh Tamiang sudah banyak menghabiskan anggaran dengan cara refocusing APBK, namun predikat gonta-ganti warna zona itu saja merah, dan oranye.

Bahkan, razia yang dilakukan Tim Satgas Covid-19 di Kabupaten Aceh Tamiang hanya bersifat musiman seperti terkesan hanya pencitraan yaitu tidak setiap hari razia atau tidak kontinu, tetapi hanya sekali-sekali saja.

Buktinya, kini sudah tidak ada lagi razia ke kafe dan warga tetap tidak prokes.

Bahkan jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 dan jumlah warga yang meninggal dunia terpapar Covid-19 semakin meningkat ,bukan malahan berkurang.

Data terakhir per 10 Juni 2021 dari Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang, warga yang terkonfirmasi positif secara akumulatif sudah mencapai 809 orang, 703 orang sembuh, 49 orang masih terkonfirmasi Covid-19 dan sudah 57 orang yang meninggal dunia.

Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang yang juga Ka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang, Syahri ketika dikonfirmasi Waspada melalui pesan whatsApp (WA), Jum’at (11/6) beralasan bahwa dirinya tidak punya kapasitas untuk menjelaskan terkait sejumlah pertanyaan yang diajukan Waspada tentang razia dan sanksi bagi pelanggar prokes Covid-19 dan pertanyaan lainnya.

Syahri menjelaskan, dirinya tidak ada kapasitas untuk menerangkan hal itu karena posisinya di Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang sebagai wakil sekretaris.

“Tetapi untuk saat ini Polres, TNI dan Satpol PP sudah sering melakukan razia ke daerah yang terjadi pengumpulan orang dan sampai ke Kecamatan terus memberikan himbauan pada masyarakat untuk menerapkan hal tersebut, namun tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Untuk penegakan sanksi hukum bagi pelanggar Prokes bukan tidak mampu dilaksanakan,tetapi harus penuh pertimbangan,” ujar Syahri tanpa ada penjelasan lebih lanjut terkait Prokes dan Pandemi Covid-19 di Aceh Tamiang. (b14)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2