Waspada
Waspada » Aceh-Sumut Sepakat Pasang Patok Batas Di Agara-Karo
Aceh Headlines

Aceh-Sumut Sepakat Pasang Patok Batas Di Agara-Karo

TIM Garda Batas Biro Tata Pemerintahan Aceh bersama tim Pemprov Sumut dan Pemkab sedang mamasang patok Tapal batas Agara (Aceh) dan Kabupaten Karo (Sumut) di wilayah Kecamatan Leuser dan Mardingding. Waspada/Ali Amran
TIM Garda Batas Biro Tata Pemerintahan Aceh bersama tim Pemprov Sumut dan Pemkab sedang mamasang patok Tapal batas Agara (Aceh) dan Kabupaten Karo (Sumut) di wilayah Kecamatan Leuser dan Mardingding. Waspada/Ali Amran

KUTACANE (Waspada): Untuk kepastian hukum dan menghilangkan silang pendapat yang terjadi selama puluhan tahun lalu, Pemkab Aceh Tenggara (Agara) dan Pemkab Karo, mulai memasang patok tapal batas yang memisahkan Provinsi Aceh-Sumut.

Sekdakab Mhd Ridwan melalui Kabag Tata Pemerintahan Setdakab, Firman Desky kepada Waspada, Jumat (9/4) mengatakan, sampai hari ini pihak Tim Garda batas Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi Aceh bersama tim dari Kabupaten Agara serta tim dari Pemkab Karo Sumatera Utara.

Selain turun ke lokasi, tim dari dua provinsi yang dipimpin langsung TM Fajar tersebut, juga memasang patok yang memisahkan antara Provinsi Aceh dengan Provinsi Sumut, khususnya yang memisahkan batas antara Kecamatan Leuser di bagian paling selatan Agara dengan Kecamatan Mardingding, wilayah paling utara di Kabupaten Karo.

Patok batas wilayah yang dipasang untuk menciptakan kepastian hukum sesuai Keputusan Permendagri Tahun 2020 tentang batas Provinsi Aceh-Sumut di Kabupaten Agara dengan Kabupaten Karo itu, dipasang di Kute (Desa) Bintang Alga Musara, Kute Kane Mende, Lawe Tawakh dan Kute Gunung Pakpak.

Pemasangan patok di empat kute tersebut sangat perlu dilakukan karena keempat kute di atas daerah pegunungan tersebut merupakan wilayah terluar Agara yang berhubungan langsung dengan Kabupaten Karo, bahkan merupakan jalur atau akses keluar masuk yang menghubungkan dua kabupaten bertetangga tersebut.

Survei dan pemasangan patok tapal batas di Kecamatan Leuser (Agara)-Mardingding (Karo) yang dijadwalkan berlangsung sampai Senin (12/4) tersebut, sebut Kabag Tapem Firman Desky, dihadiri utusan Pemprov Aceh, Asisten I Setdakab, Ali Surachman, Camat Leuser Mustafa Kamal, Kadis Pertanahan Muhammad Ridwan, Pos Ramil Leuser, Kabag Tata Pemerintahan Karo, Caprilius dan Camat Mardingding Hasbel serta Camat Lau Baleng Kabupaten Karo.

Selama ini, sambung M Ridwan Sekedang, Kadis Pertanahan yang juga mantan Kabag Tapem Setdakab Agara tersebut, masalah tapal batas dan saling klaim antar Pemprov Aceh dan Pemprov Sumut, merupakan persoalan panjang, pelik dan rumit yang menajdi pertentangan, terutama antara Pemkab Karo dan Pemkab Agara.

Perselisihan tapal batas wilayah itu, mulai masa kepemimpinan Bupati Syahadat Desky, T Johan Syahbuddin Selian, T Iskandar Sekedang, Syahbuddin BP, Armen Desky hingga Agara dinahkhodai Hasanuddin B, belum juga selesai dan baru selesai serta menemukan kata sepakat ketika Agaradipimpin Raidin Pinim dan Gubernur Aceh di bawah pimpinan Nova Iriansyah.

“Semoga dengan selesainya masalah tapal batas dua kabupaten dan dua provinsi yang berbatasan langsung ini, perbedaan pendapat yang selama berpuluh tahun menjadi perselisihan tersebut, bisa selesai karena dengan jelasnya batas wilayah, proses pembangunan di empat kute di Kecamatan Leuser tersebut bisa lebih fokus dan bisa lebih meningkat lagi,” demikian Ridwan Sekedang. (b16)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2