Waspada
Waspada » Abaikan Prokes, Pasar Tangse Rentan Penularan Covid-19
Aceh Headlines

Abaikan Prokes, Pasar Tangse Rentan Penularan Covid-19

BEGINILAH suasana hari pekan di Pasar tradisional Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Selasa (22/9). Ramai warga yang datang berbelanja di pasar mengabaikan rotokoler kesehatan, mereka tidak memakai masker. Waspada/Muhammad Riza
BEGINILAH suasana hari pekan di Pasar tradisional Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Selasa (22/9). Ramai warga yang datang berbelanja di pasar mengabaikan rotokoler kesehatan, mereka tidak memakai masker. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Kasus positif Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Pidie terus meningkat seiring munculnya Klaster, dari perkantoran sampai pasar.

Di Pasar tradisional Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, protokol kesehatan diabaikan.

Pantaun Waspada, Selasa (22/9) sekira pukul 11:00 Wib, suasana di pasar tradisional Kecamatan Tangse, tepatnya di depan kantor camat setempat sangat ramai.

Apalagi Selasa adalah hari pekan bagi warga yang berdomisili di kecamatan dataran tinggi tersebut.

Terlihat beberapa anggota TNI AD berseragam loreng dan mengenakan masker, berjalan diantara kerumunan warga yang sedang berbelanja.

Di dalam lokasi pasar terlihat keramaian hampir di semua kios yang dibangun seadanya tersebut.

Satu kios bisa disambangi pembeli 4-8 orang.

Terlihat juga beberapa pedagang tidak memakai masker atau, sekalipun dipakai, mereka memasangnya di leher.

Beberapa pedagang dan pembeli juga membawa anak.

Bahkan mereka dibiarkan bermain di lingkungan pasar tanpa masker.

Dalam kondisi semacam ini Waspada melihat tidak ada yang mengimbau, mengingatkan atau mengawasi pedagang serta pembeli supaya mereka dalam beraktifitas tetap mematuhi protokol kesehatan.

Padahal Pemkab Pidie telah menerjunkan petugas gabungan terdiri Satpol PP, Polri dan TNI untuk melakukan pengawasan di pasar dan tempat keramaian lainnya terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Namun kegiatan pengawasan itu hanya terlihat di ibu kota Sigli saja.

Sementara di kecamatan jauh dari pusat ibu kota Kabupaten Pidie terkesan diabaikan seperti terpantau di Kecamatan Tangse.

Bidang Keamanan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pidie, yang juga Kabag Ops Polres Pidie AKP Iswahyudi, Rabu (23/9) mengatakan upaya pendisiplinan masyarakat terus dilakukan dengan mengedepankan Perbup Pidie No 41 Tahun 2020 yang telah diqanunkan.

Semua masyarakat termasuk pedagang, pembeli semua diawasi, diingatkan dan bahkan diberi sangsi apabila tidak mematuhi protokol kesehatan.

Upaya pendisiplinan masyarakat itu, kata AKP Iswahyudi, tidak saja dilakukan pada tingkat ibu kota Sigli saja, tetapi sampai di 23 kecamatan dalam Kabupaten Pidie.

“Setiap hari kita imbau untuk mendisiplinkan masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan. Untuk tingkat kecamatan ini terdiri dari Polsek, Koramil, dan staf camat dan petugas kesehatan dari Puskesmas. Di kecamatan tidak ada Satpol PP,” katanya.

Secara umum imbus AKP Iswahyudi, Kabuaten Pidie dari wilayah kuning sekarang sudah menjadi orange.

Setiap hari ada saja warg yang terpapar Covid-19 dan bahkan ada yang meninggal dunia.

“Karena itu kesadaran masyarakat kita ini belum tinggi untuk mematuhi prokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan sebagainya,” terang AKP Iswahyudi.

Camat Tangse, Muhammad Irfan Islami, mengatakan upaya pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19, selalu ada dilakukan pihaknya.

Namun ketika hari pekan dimana masyarakat ramai turun berbelanja, kegiatan imbauan dan patroli sedang tidak dilakukan.

“Selasa memang di sini hari pekan, bang. Kebetulan kemarin kami tidak melakukan operasi dan razia penertiban prokol kesehatan. Kalau hari, ini Rabu (23/9) kami sedang melakukan razia,” tandasnya. (b06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2