Waspada
Waspada » 99 Persen Guru Dan Orang Tua Merespon Positif
Headlines Nusantara

99 Persen Guru Dan Orang Tua Merespon Positif

KEPALA Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemdikbud, Evy Mulyani.
KEPALA Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemdikbud, Evy Mulyani.

JAKARTA (Waspada): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama UNICEF telah melakukan survei untuk mengevaluasi pelaksanaan program Belajar dari Rumah sejak ditayangkan mulai 13 April 2020 yang lalu.

Hasilnya, 99 persen guru, siswa, dan orang tua, baik di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) maupun non-3T mengetahui adanya program ini.

Program Belajar dari Rumah (BDR) yang ditayangkan merupakan salah satu alternatif belajar yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

“Program ini telah membantu banyak keluarga yang memiliki keterbatasan pada akses internet untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring), sehingga anak-anak memperoleh stimuli untuk terus belajar di rumah masing-masing,” kata Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud, Evy Mulyani di Jakarta, Selasa (5/5).

Dijelaskan Evy, data untuk kelompok responden guru di daerah 3T didapatkan dari survei SMS dan daring. Sedangkan untuk kelompok responden guru di daerah non-3T, siswa, dan orang tua diperoleh dengan menggunakan metode daring. Jumlah responden untuk survei daring sebanyak 1.198 guru, 1.736 siswa, dan 1.373 orang tua.

“Karena keterbatasannya, kedua survei ini tidak dapat merepresentasikan gambaran nasional secara proporsional untuk masing-masing kelompok responden. Survei dilakukan dalam kurun periode 20-23 April 2020,” ujar Evy Mulyani.

Rinciannya, sebanyak 94 persen guru di wilayah 3T pernah menonton program BDR. Sementara itu, sebanyak 77 persen guru di wilayah 3T mengaku pernah menonton program BDR.

“Di wilayah 3T, frekuensi guru menonton program BDR ini sebanyak 3,2 kali dalam seminggu. Sementara di wilayah non-3T sebanyak 4,1 kali.

Secara umum, tingkat kesenangan menonton program BDR cukup baik. Evy menyebutkan bagi siswa, skor yang didapatkan sebesar 7,8 (skala 1-10) dan bagi orang tua sebesar 8,2. Sementara itu, tingkat kesenangan guru di wilayah 3T sebesar 7, dan di wilayah non-3T sebesar 7,5.

Di wilayah 3T, penonton BDR mencapai 52 persen responden. Sementara itu, sebanyak 78,6 persen responden di wilayah non-3T menyatakan menonton selama masa pembelajaran dari rumah.

“Ini menjadi masukan bagi kami untuk melakukan perbaikan program mendatang. Khususnya pendekatan bagi publik di wilayah 3T,” ujar Kepala BKHM Kemendikbud.

Salah satu umpan balik yang didapatkan dari survei ini adalah sebanyak 20 persen responden siswa mengharapkan penambahan durasi tayangan pembelajaran.

“Kami akan berkoordinasi terkait kemungkinan penambahan jam tayang. Terutama materi pembelajaran kemampuan kecakapan hidup dan vokasi. Mungkin bisa menambah durasi tayangan minimal 45 menit per segmennya,” tutur Evy.

Kemudian untuk mengakomodir harapan masyarakat mengenai perbaikan teknis siaran seperti perbaikan sinyal siaran dan perluasan akses program BDR, Kemendikbud juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kemungkinan relai program dengan stasiun televisi lokal.

“Kami juga sedang mengkaji metode pembelajaran luar jaringan atau offline lainnya bagi masyarakat 3T yang tidak memiliki televisi. Misalnya menggunakan radio, buku, maupun relawan,” ungkap Evy Mulyani. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2