95 Persen Pinjol Yang Beroperasi Ilegal - Waspada

95 Persen Pinjol Yang Beroperasi Ilegal

  • Bagikan
dalam diskusi Forum Legislasi, 'Berantas Pinjol Ilegal, Seberapa Kuat Aturan OJK' di Jakarta Selasa (19/10). (Waspada/Ramadan Usman)

JAKARTA (Waspada): 95 persen Pinjaman Online (Pinjol) yang beroperasi di Indonesia bersifat ilegal. Pinjol ilegal yang merugikan masyarakat sebenar sudah lama jauh sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat kasus itu.

“Kita sudah lama mengadvokasi bahwa ada beberapa pinjaman online yang ilegal yang ternyata merugikan masyarakat, ” ungkap Head of Center Information and Digital Ekonomi INDEF, Nailul Huda dalam diskusi Forum Legislasi, ‘Berantas Pinjol Ilegal, Seberapa Kuat Aturan OJK’ di media centet DPR RI, Jakarta Selasa (19/10).

INDEF kata Nailul Huda melihat kasus dari pinjol yang saat ini sedang marak terjadi penggerebegan dan sebagainya, sebenarnya dari masyarakat sipil sudah meminta adanya penegasan pemerintah.

Hal itu bisa dilihat dari perkembangan beberapa kasus sampai ada korbannya yang bunuh diri dan sebagainya, ini yang menjadi catatan juga.

“Saya rasa sebenarnya, semenjak moratorium dan semakin kesini saya lihat permintaan untuk menggunakan pinjaman online itu semakin meningkat tajam, ” kata Nailul.

Kalau melihat data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), data penyaluran perbulan, akumulasi dari jumlah entitas para peminjam semakin bertambah dan pertumbuhannya tidak menurun dan cenderung landai apabila kita melihat data secara makro.

“Saya melihat ada perpindahan orang yang meminjam ke bank beralih kepada pinjaman alternatif termasuk Pinjol yang ilegal maupun yang legal. Data yang menarik juga sebenarnya sampai Juni 2021, mungkin 95 persen Pinjol yang pernah beroperasi di Indonesia, itu bersifat ilegal. Dan 5 persen yang sifatnya legal, mungkin akumulatif dari adanya pinjol, “ujar Nailul.

Yang sangat miris ketika kita melihat permintaan yang begitu banyak namun pinjol yang legal semakin sedikit dan semakin menurun dan ketika diawal tahun 160 menjadi 106.


Ini menandakan permintaan masyarakat terhadap Pinjol semakin meningkat, sehingga harus dibantu juga dengan penguatan regulasi yang saya rasa OJK sudah mau memperbaiki Peraturan OJK No 77/2016 dan mungkin masih dalam proses.


Menurut dia, masyarakat masih mengunakan pinjol ilegal karena dipengaruhi oleh suku bunga dan kalau kita lihat sebenarnya Pinjol ilegal dan Pinjol legal hampir mirip baik dalam proses administrasi maupun yang lainnya.

Namun OJK sendiri tidak bisa mengatur tingkat suku bunga. “Saya rasa kalau dari beberapa kasus pinjol legal maupun ilegal yang meresahkan masyarakat, itu tandanya memakai istilah kegagalan pasar dan itu tandanya pemerintah sudah harus turun tangan. Bukan hanya penggerebekan tetapi dari sisi industrinya, ” tukas Nailul Huda.

Juru bicara OJK Sekar Putih Djarot dalam kesempatan itu mengingatkan ciri-ciri pinjaman online yang ilegal. Mereka menawarkan penawaran Pinjol melalui saluran WhatsApp atau SMS.

“Jadi tawaran adalah tawaran pinjol yang pasti Pinjol ilegal, ” tegasnya.

Kemudian mereka juga menawarkan suku bunga yang sangat tinggi dan denda yang tidak ada batasannya.

Kemudian mereka mengakses seluruh data di kontak yang menggunakannya. Lalu melakukan penagihan dengan cara teror atau intimidasi dan ini sangat meresahkan masyarakat.

Dalam pemberantasan Pinjol ilegal, OJK melalui satgas waspada investasi, merupakan sebuah forum koordinasi yang beranggotakan 12 kementerian dan lembaga. Pemberantasan dilakukan melalui pendekatan secara preventif dan juga represif. Secara preventif, bersama pemangku kepentingan kami terus memperkuat literasi keuangan melalui edukasi, dan melakukan program komunikasi secara aktif dan menyeluruh untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat atas bahayanya penawaran pinjol ilegal ini.


Kemudian secara represif, satgas waspada investasi kami terus melakukan patroli siber untuk melihat aplikasi aplikasi pinjaman online ilegal dan mengajukan blokir situs aplikasinya.

“Hingga kini sudah ada 3516 situs aplikasi pinjol ilegal yang memang sudah kami tutup aplikasinya, ” ujar Sekar Putih.(j04)

  • Bagikan