3 Terdakwa Pembunuhan Dituntut Seumur Hidup

Konsep Otomatis

  • Bagikan
Persidangan terdakwa yang digelar virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan.
Persidangan terdakwa yang digelar virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Tiga terdakwa kasus pembunuhan terhadap pemilik kos dituntut seumur hidup penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Elisabeth Panjaitan dan Nur Fransiska Rajagukguk, dalam persidangan virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (8/9) sore.

Ketiga terdakwa Faonasekhi Zamago, Aperseven Zalukhu serta Bezisokhi Zalukhu dinilai terbukti melakukan pembunuhan dengan berencana terhadap korban, Djie Gon Gunawan alias Acek ,74, selaku bapak pemilik kos di Jl. Merbabu Kec. Medan Kota.

                                             

“Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada ketiga terdakwa masing-masing selama seumur hidup,” ucap JPU

Menurut JPU, perbuatan ketiga terdakwa melakukan pembunuhan yang direncanakan dengan matang terlebih dahulu terhadap korban. Sedangkan yang meringankan tidak ada sama sekali.

“Perbuatan ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 340 KUHPidana jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” kata JPU.

Usai mendengarkan tuntutan, Hakim Ketua, Denny Lumban Tobing menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi).

Dalam dakwaan JPU Elisabeth Panjaitan dan Nur Fransiska, mengatakan, peristiwa ini bermula Maret lalu, terdakwa Faonasekhi Zamago bertemu Bezisokhi Zalukhu dan Aperseven Zalukhu di lantai 3 depan kamar kos. Mereka membicarakan bahwa Zamago akan dikeluarkan dari kosan karena belum bayar 3 bulan.

Zamago kebingungan mencari uang menutupi sewa kamar kos. “Tunggakan serupa juga dialami Bezisokhu. Saat itu, Zamago mengajak kedua terdakwa lain untuk merencanakan pembunuhan terhadap Djie Gon Gunawan (korban),” ujar JPU.

Enam hari kemudian sekitar jam 22.00, Zamago mulai melakukan rencana yang telah disepakati dengan kedua temannya. Zamago pun mendatangi kamar korban yang berada di lantai satu untuk berpura-pura membeli rokok. Ketika menyerahkan rokok, Zamago langsung menendang punggung korban.

“Lalu, Zamago mengantukkan batu ke kepala bagian belakang korban dan menyeretnya ke tempat tidur dengan posisi tubuh terlentang. Selanjutnya, Zamago naik ke lantai 3 dan memanggil kedua terdakwa lain. Mereka kembali memukuli kepala beserta wajah korban dengan tangan dan batu,” ucap JPU.

Saat mereka masih memegang korban, tiba-tiba Alwi datang hendak membeli air minum. Alwi terkejut melihat ketiga terdakwa dan tak jadi membeli. Ketiga terdakwa langsung kabur meninggalkan rumah kos korban. Para terdakwa berhasil dibekuk tim Sat Reskrim Polrestabes Medan pada tanggal 9 Maret 2021. (m32)

Foto: Persidangan terdakwa yang digelar virtual di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan.

  • Bagikan