Waspada
Waspada » 24 Orang Masih Positif Covid-19 Di Aceh Tamiang
Aceh Headlines

24 Orang Masih Positif Covid-19 Di Aceh Tamiang

TENDA darurat tempat sejumlah petugas dari BPBD dan Polisi berjaga di samping depan halaman Wisma SKB yang dijadikan lokasi isolasi pasien Covid-19, Sabtu (1/8). Waspada/Muhammad Hanafiah
TENDA darurat tempat sejumlah petugas dari BPBD dan Polisi berjaga di samping depan halaman Wisma SKB yang dijadikan lokasi isolasi pasien Covid-19, Sabtu (1/8). Waspada/Muhammad Hanafiah

KUALASIMPANG (Waspada): Sebanyak 24 orang warga masih terkomfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Aceh Tamiang.

Total yang positif Covid-19 sebanyak 32 orang, pasien yang positif sudah sembuh delapan orang, sedangkan 24 orang yang positif terpapar virus tersebut belum sembuh.

Demikian data yang berhasil dihimpun Waspada dari Sekretariat Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian Corona Virus (Covid-19) Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (1/8).

Menurut data tersebut yang disiarkan website humas Setdakab Aceh Tamiang dan dikutip Waspada, Sabtu (1/8), Perkembangan Data sebaran terbaru masyarakat Aceh Tamiang yang terpapar Virus Corona (Covid-19) hari ini, Jum’at (31/7) adapun rinciannya Orang Dalam Pemantauan (ODP) tidak ada, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1 orang menjalani isolasi mandiri dirumah, Jumlah Warga yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 bertambah 5 orang sehingga total sebanyak 32 orang, dengan rincian 8 orang sembuh dan 24 orang masih terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut sumber tersebut, dari 24 orang yang masih terkonfirmasi positif Covid-19, 4 orang diantaranya menjalani isolasi karantina di wisma SKB, dan sisanya 20 orang menjalani isolasi mandiri dirumah masing masing.

Berdasarkan catatan Waspada yang mengutip siaran pers tersebut, dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang adalah untuk Kecamatan Kota Kualasimpang ada 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), positif sakit 3 orang, sembuh 1 orang, Kecamatan Karang Baru positif sakit 10 orang, Kejuruan Muda positif sakit 5 orang, sembuh 1 orang, Seruway positif sakit 1 orang, sembuh 1 orang, Rantau positif sakit 3 orang, sembuh 2 orang, Sekerak positif sakit 1 orang, Tenggulun sembuh 2 orang, Tamiang Hulu sembuh 1 orang, Manyak Payed positif sakit 1 orang.

Sedangkan tiga kecamatan lagi yaitu Kecamatan Banda Mulia, Bendahara dan Bandar Pusaka tidak ada Orang Dalam Pemantauan (ODP), tidak ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tidak ada yang positif sakit dan tidak ada yang sembuh.

Data tersebut adalah data dikutip Waspada yang diterbitkan oleh Humas Setdakab Aceh Tamiang pada Jumat (31/7), sedangkan data terkait hal tersebut untuk Sabtu (1/8) belum ada diterbitkan hingga pukul 20:00.

Pengamatan Waspada, Sabtu (1/8) mulai pukul 13:00 hingga pukul 16:30 di Wisma SKB Karang Baru yang dijadikan tempat pasien diisolasi karena hasil Swab terpapar Covid-19, tampak dijaga oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Kabupaten Aceh Tamiang dan ada juga ada aparat Polisi yang berjaga di tenda yang didirikan dsamping depan gedung wisma SKB Karang Baru.

Namun tidak ada nampak seorang pun petugas medis yang datang ke wisma SKB untuk melihat atau memantau pasien yang diisolasi di Wisma SKB.

“Ada beberapa orang yang diisolasi di dalam Wisma SKB ini dan memang kami bersama Polsi yang berjaga di lokasi ini dan memang tidak ada petugas dari Dinas Kesehatan atau pun petugas medis yang ikut berjaga di tenda ini,” ungkap petugas dari BPBD yang sedang berjaga di bawah tenda ketika Waspada datang memantau ke lokasi tersebut, Sabtu (1/8) mulai pukul 13.00 hingga pukul 16.30.

Menurut pengakuan petugas dari BPBD, jika pasien yang diisolasi atau dikarantina di Wisma SKB memerlukan bantuan untuk memperbaiki kompor atau untuk memperbaiki kran air yang ada di kamar mandi di dalam wisma SKB atau keperluan lain, pasien minta tolong kepada petugas dari BPBD yang sedang piket untuk masuk ke dalam wisma memperbaiki kompor atau pun kran air serta keperluan lain bagi pasien, namun petugas dari BPBD yang masuk tentu saja memakai Alat Perlindungan Diri (APD) berupa baju yang mirip dipakai asronot dan setelah selesai membantu keperluan pasien, selanjutnya APD yang sudah dipakai itu langsung dibakar tidak boleh digunakan lagi dan ketika dibakar untuk dimusnahkan juga ada dokumen fotonya.

“Keluarga pasien tidak boleh masuk ke dalam Wisma SKB jika ingin jumpa melihat pasien, tetapi boleh jumpa dengan jaga jarak dan pakai masker yaitu berdiri di luar Wisma dan pasien berada di depan pintu. Sedangkan orang lain yang tidak ada hubungan dengan pasien atau tidak ada urusan dengan warga yang sedang diisolasi memang dilarang masuk untuk jumpa atau pun melihat warga diisolasi dan memang sudah kami pasang garis pembatas tidak boleh masuk bagi yang tidak ada urusan,” ungkap petugas yang ada di tenda darurat. (b14)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2