Geliat Ekonomi Warga Translok Paya Guci, Tangse

Tangse salah satu kecamatan di Kabupaten Pidie yang menyimpan berbagai potensi. Daerah yang terletak dibagian selatan kota Sigli, ini berada di atas ketinggian 600-1200 Meter Di Atas Permukaan Laut (MDPL).

Geliat Ekonomi Warga Translok Paya Guci, Tangse
Anggota DPRK Pidie, Muhammad dari Fraksi Partai Aceh (F-PA) (tengah) sedang memperhatikan biji kopi Robusta milik petani Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) lokal, Gampong Paya Guci, Kecamatan Tangse. Sabtu (2/11) Waspada/Muhammad Riza

Tangse yang memiliki tanah subur,  memang dikenal sebagai salah satu daerah pertanian dan perkebunan  yang pantas dikembangkan. Daerah ini juga memeliki potensi pariwisata karena panorama alamnya yang indah. Banyak lokasi wisata yang bisa dikembangkan untuk menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pidie. Sebut saja air Terjun Teuraceu Kuala Pante, dan sumber air panas Gampong Paya Guci.

Menyebut nama gampong (desa) Paya Guci, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie . Jauh di atas pergunungan gampong  tersebut, terdapat satu Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) yang dihuni sekira 90 Kepala Keluarga (KK) warga setempat. Kawasan pegunungan UPT, itu biasa disebut oleh warga sekitar  Gunong (gunung) Dhokdok.

Terletak di atas 900-800 MDPL, suhu di Gunong Dhokdok sangat dingin. Berkunjung ke kawasan gunong Dhokdok, pada siang hari saja, anda harus siap-siap membalut tubuh anda dengan Jaket tebal. Apalagi bila anda bermalam, cuaca dingin akan membuat tubuh anda menggigil kedinginan.

Suhunya yang dingin karena terletak di atas 900-800 MDPL, umumnya para petani yang mendiami kawasan pegunungan itu mengembangkan tanaman kopi jenis robusta, Alpukat,bawang putih dan lain-lain. Malahan dari hasil pengembangan kopi robusta tersebut sudah banyak para petani trasmigrasi lokal setempat yang sudah merasakan hasilnya.

Salah satunya, Dahlan Combat, 49, salah seorang warga UPT Paya Guci. Mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Tangse, Kabupaten Pidie, Sabtu (2/11) mengatakan sejak mendapatkan rumah dan kebun dari pemerintah, dia mengembangkan kopi robusta, dan sekarang sudah beberapa kali dia mengaku memetik hasilnya. Dari hasil kopi robusta, dia sekarang sudah bisa membeli sebagai tambahan lahan untuk dia berkebun mengembangkan kopi dengan gendre yang sama. “ Dari hasil kopi ini sekarang saya sudah mampu menambah luas lahan dan memperbaiki rumah. Alhamdulilah program UPT ini telah berhasil meningkatkan perekonomian kami” katanya.

Nur Islah, Staf  Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT), Gampong Paya Guci, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, mengungkapkan program pemerintah dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UPT Paya Guci, secara berangsur-angsur telah mampu meningkatkan perekonomian warga. Terlebih warga UPT Paya Guci dilatih dengan program pelatihan dibidang pengembangan tanaman, seperti yang saat ini dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Peduduk Aceh, bidang pengembangan kawasan transmigrasi. 

 

Menurut dia, program semacam ini sangat membantu warga UPT Paya Guci dalam mengembangkan usahanya dalam merawat tanaman di kebunya. “ Program pelatihan tpengembangan dan budidaya tanaman ini hendaknya lebih ditingkatkan. Tetai waktunya jangan lama-lama. Lima hari saja, biar kami bisa lebih konsen juga dalam merawat tanaman” katanya.

 

Pada bagian lain, kata Nur Islah, warga UPT Paya Guci, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie sangat berharap pemerintah dapat menambah fasilitas di kawasan itu. Misalkan membangun Mesjid sebagai sarana ibadah, pembangunan jalan mulai dari Gampong Paya Guci sampai ke UPT Paya Guci sepanjang 9 Km. Menurut dia, kondisi jalan tersebut saat ini sangat buruk menjadi kendala bagi para warga UPT dalam menurunkan hasil panenya.

 

Warga juga sangat berharap, pemerintah segera bisa membangun Sekola Dasar (SD), sarana olah raga, dan Puskesmas Pembantu (Pustu).  Warga juga meminta pemerintah untuk membantu mereka dengan bibit tanaman tumpang sari, seperti Porang , kacang tanah, cabe intensif, bawang putih, timun dan syur sayuran. Ini dinilainya sangat penting. “ Kami juga perlu dibantu penggemukan Sai jantan dan kolam ikan air tawar” katanya.

 

Muhammad, Angota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie dari Fraksi Partai Aceh (PA) dalam kunjungan ke UPT lokal Gampong Paya Guci, mengharapkan pemerintah dapat memperhatikan keluhan warga transmigrasi lokal tersebut, terutama dibidang sarana pembangunan jalan, mesjid dan sekolah. Menurut dia, pembangunan sarana dan fasilitas itu perlu segera diujudkan agar aktifitas mereka bisa berlangsung baik,dan geliat ekonomi di UPT Paya Guci, Tangse terus dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan rakyat. Waspada/Muhammad Riza