Galian C Diduga Tak Kantongi Izin Beroperasi Di Abdya

BLANGPIDIE (Waspada): Dilaporkan, sejumlah usaha penambangan galian C, yang diduga tidak mengantongi izin operasional, marak beroperasi di Aceh Barat Daya (Abdya).

Galian C Diduga Tak Kantongi Izin Beroperasi Di Abdya
Aktivitas pengerukan batu gajah, yang dilakukan oleh perusahaan yang diduga tidak mengantongi izin galian C (ilegal) di kawasan pegunungan Kecamatan Setia, Senin (18/11).Waspada/Syafrizal

Data diterima Waspada, Senin (18/11), dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DPMPTSP dan Trans) Abdya menyebutkan, saat ini, tercatat sekitar 29 titik usaha galian C yang beroperasi di “Nanggroe Breuh Sigupai” itu, mulai dari Kecamatan Lembah Sabil, hingga Kecamatan Babah Rot.

Menurut Ir Muslim Hasan M.Si, Kepala DPMPTSP dan Trans Abdya, ada sejumlah galian C yang beroperasi di Abdya saat ini belum mengantongi izin. Akan tetapi, pihaknya mengaku belum bisa menunjukkan data perusahaan galian C mana saja, yang tidak mengantongi izin dimaksud.

Muslim mengatakan, lebih kurang ada sekitar sepuluh galian C yang sudah terdata di DPMPTSP dan Trans Abdya, yang sudah mengantongi izin. Namun, beberapa diantaranya, sudah habis masa berlaku dan tengah mengurus perpanjangan. “Masa berlaku izin mereka ada yang sudah habis sejak tahun 2018 lalu. Tapi saat ini tengah dalam proses perpanjangan,” ungkapnya.

Dari sejumlah galian C itu lanjutnya, ada yang sudah operasi produksi dan ada yang dalam status eksplorasi. “Izin eskplorasi ini sifatnya sementara untuk Amdal, lingkungan dan izin lainnya. Kalau sudah ada itu, baru nanti akan keluar izin operasi,” sebutnya.

Akan hal itu, Muslim juga tidak bisa menvonis sepenuhnya bahwa beberapa galian C di Abdya itu tidak mau mengurus izin. Bisa jadi sejumlah perusahaan itu sedang melakukan pengurusan, akan tapi belum sampai tembusannya ke Dinas yang dipimpinnya. “Data yang ada pada kita, ada beberapa perusahaan yang belum menyerahkan bukti izin galian C mereka, bisa saja nanti sudah ada. Tapi mengenai izin itu bukan ranahnya kita, karena pengurusannya di Provinsi, kita hanya mengeluarkan rekomendasi saja,” ujarnya.

Muslim berharap, pemilik galian C yang belum memiliki izin, segera melakukan pengurusan demi kelancaran pekerjaan. “Rata-rata komoditas yang mereka lakukan adalah pengerukan batu gajah, batu gunung, pasir dan timbunan tanah gunung. Juga ada perusahaan yang sedang mengurus untuk mendirikan AMP,” pungkasnya.

Data didapat Waspada menyebutkan, sejumlah galian C illegal (tidak mengantongi izin) yang beroperasi di Abdya itu, diantaranya terdapat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Baru hingga muara Krueng Baru Lembah Sabil. Di mana pengerukan galian C di kawasan ini, dikerjakan dengan menggunakan sejumlah alat berat (excavator).

Galian C lainnya yang diduga tak mengantongi izin, kawasan DAS Krueng Tangan-Tangan, DAS Krueng Babah Rot, pengerukan batu gajah di pegunungan Kecamatan Setia, serta sejumlah lokasi lainnya dalam wilayah Abdya(cza)