Galian C Di Kec. NA IX-X Labura Resahkan Masyarakat

AEKKANOPAN (Waspada) : Aktifitas galian C pengerukan Kerikil Berpasir Alami (Sertu) di Dusun Masihi Desa Sei Raja, Kec. NA IX-X, Kab. Labura semakin meresahkan masyarakat sekitar.

Galian C Di Kec. NA IX-X Labura Resahkan Masyarakat
EXCAVATOR (beco) saat melaksanakan aktifitas galian C di dalam sungai Dusun Masihi Desa Sei Raja, Kec. NA IX-X, Kab. Labura. Waspada/Ist.

     
Pasalnya air sungai terlihat keruh dan tercemar atas kerukan pengambilan Sertu di hulu sungai NA IX-X. Padahal air tersebut setiap hari dikonsumsi masyarakat sekitar untuk keperluan minum dan mandi.
     
Seorang warga Edi Tambunan saat ditemui Waspada, Jumat (25/10) sore tidak jauh dari lokasi galian C menyebutkan, aktifitas galian C atas kerukan di hulu sungai menggunakan alat berat excavator (beco) sangat meresahkan warga.
     
"Masyarakat sudah lama resah karena air sungai jelas tercemari. Sementara air sungai disini kami konsumsi untuk air minum, mandi dan mencuci", katanya.
     
Edi seorang penggembala ternak menjelaskan, setahun lalu aktifitas galian C tidak mengeruk di aliran sungai, tapi mengambil batu di daerah pinggiran sungai dekat perbukitan. Beberapa bulan ini alat berat mengeruk di dalam sungai sehingga air terlihat keruh.
      
"Sudah beberapa hari ini aktifitas galian C tidak beroperasi. Tapi kalau bapak mau lihat alat beratnya masih ada di daerah hulu sungai, silahkan bapak telurusi di seberang sungai", imbuhnya.
     
Pantauan Waspada di lokasi hulu sungai, tidak terdapat seorang pun berada di lokasi barak di tepi sungai galian C, tapi terdengar suara chainsaw diduga aktifitas illegal logging. Namun terlihat 1 unit mobil pribadi Mitsubishi Kuda plat BK 1522 IU, 1 unit sepeda motor dan kayu jenis hutan yang baru diracip.
     
Setelah ditelusuri di daerah pinggiran sungai, akhirnya alat berat diketemukan tidak jauh dari pinggiran sungai. Diduga alat berat sengaja disembunyikan pengusaha galian C di areal sawit agar tidak terpantau publik.
     
Kadis Lingkungan Hidup Kab. Labura Imam Ali Harahap saat dihubungi Waspada via ponsel mengatakan, pihaknya akan melihat ijin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) galian C tersebut, apakah ada atau tidak rekomendasi yang kami keluarkan ke Propinsi.
     
"Kemungkinan sejauh ini galian C itu tidak memiliki ijin Amdal. Tapi untuk memastikannya, akan saya tanyakan sama anggota saya", katanya. (Crs).