Frappart Pantas Pimpin Piala Super Eropa

 ISTANBUL (Waspada): Roberto Rossetti selaku Ketua Wasit Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) menegaskan, wasit wanita Stephanie Frappart (foto) pantas memimpin laga Piala Super Eropa 2019 antara Liverpool kontra Chelsea.

Frappart Pantas Pimpin Piala Super Eropa
Getty Images

“Dia sangat...sangat hebat. Frappart pantas dan telah menunjukkannya musim lalu,” klaim Rossetti melalui Daily Mail, Rabu (14/8).

“Dia wasit yang memimpin partai final Piala Dunia Wanita. Secara teknik, dia sangat bagus dan paham betul aturan sepakbola,” tambah pria Italia berusia 51 tahun tersebut.

Penunjukan Frappart sebagai wasit Piala Super Eropa yang berlangsung di Istanbul, Turki, Kamis (15/8) dinihari WIB, sempat menimbulkan pro dan kontra. Kubu yang kontra menilai, Frappart tidak memiliki fisik yang prima untuk mengikuti gaya permainan cepat sepakbola pria.

Sebaliknya kubu yang pro mengatakan, wasit asal Prancis itu layak untuk memimpin pertandingan sekelas Piala Super Eropa jika melihat apa yang telah dilakukannya selama ini.

Rossetti yang sempat menjadi pengadil final Piala Eropa 2008 mengklaim, Frappart telah menunjukkan kualitasnya dengan kemampuan fisik layaknya pria. Menurutnya, fakta itu sudah ditunjukkan perempuan 36 tahun itu saat memimpin final Piala Dunia Wanita 2019 yang mempertemukan Amerika Serikat vs Belanda.

“Secara fisik dan gaya berlarinya persis seperti wasit laki-laki. Mentalnya juga sangat kuat,” jamin Rossetti.

“Saya pikir tidak penting untuk mempermasalahkan gender. Saya yakin dia akan bekerja dengan baik,” tambah pria yang berprofesi sebagai direktur rumah sakit tersebut.

Frappart sejak 2011-2012 bekerja sebagai wasit profesional. Musim ini saja dia sudah bertugas memimpin pertandingan sepakbola pria di Ligue 2 (Divisi II Liga Prancis) yang mempertemukan Guingamp dengan US Orleans.

Dia pantas mengukir sejarah di Stadion Besiktas Arena sebagai wanita pertama yang memimpin laga sepakbola pria berkategori mayor di bawah naungan UEFA. 

Aksi Frappart didukung dua asisten wasit yang juga bergender perempuan, yakni Manuela Nicolosi (Prancis) dan Michelle O’Neill (Irlandia). Wasit keempat atau cadangan adalah Cuneyt Cakir yang berasal dari Turki.

“Saya sangat senang, ini sebuah kejutan. Saya tidak pernah menyangka akan ditugaskan memimpin laga Piala Super Eropa,” ungkap perempuan asal Val-d’Oise yang berada di pinggiran Kota Paris itu.

“Sebuah kehormatan buat saya dan juga wasit-wasit wanita lainnya. Saya berharap dapat menjadi contoh buat wasit wanita lainnya, juga kepada gadis-gadis muda lainnya yang ingin menjadi wasit,” tambah Frappart. 

Manajer Liverpool Jurgen Klopp ternyata mengapresiasi penunjukan Frappart. Pria Jerman itu bahkan berjanji untuk bertingkah baik karena tidak ingin dimarahi  ibunya jika menyulitkan tugas seorang wanita. 

 “Saya pikir ini saatnya, saya pernah mengalami ini di Jerman. Saya sangat senang kita bisa menjadi bagian dari momen bersejarah ini,” papar mantan pelatih FSV Mainz dan Borussia Dortmund tersebut.

“Merupakan keputusan yang cerdas untuk akhirnya meminta seorang wanita menjadi wasit pertandingan yang sangat penting. Saya harap ini bukan yang terakhir, hanya itu yang bisa saya katakan," pungkas Klopp. (m15/dm/uefa)