Waspada
Waspada » Teroris
Aceh Features Headlines

Teroris

KEPALA Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe, bertindak sebagai khatib di Masjid Jami' Jumat (11/9).
KEPALA Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe, bertindak sebagai khatib di Masjid Jami' Jumat (11/9).

FRAKSI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah telah sepakat bahwa yang dimaksud terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif politik, ideologi, atau gangguan keamanan.

Sementara pengertian terorisme dalam Wikipedia adalah serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat.

Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta sering kali merupakan warga sipil.

Khatib Jum’at (11/9) di Masjid Jami’ Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Tengku Misran Fuadi yang juga merupakan Kepala Dinas Syari’at Islam di kota itu, dihadapan ribuan jama’ah jum’at menyebutkan, beberapa waktu lalu ada lontaran kalimat yang menyebutkan bahwa penghafal Alquran adalah teroris.

Kata Tengku Misran Fuadi, Islam adalah agama yang dijamin kebenarannya oleh Allah Swt.

Islam dibangun di atas fondasi Alquran.

Alquran mengajarkan umat Islam hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

Al-Qur’an kata Tengku Misran, tidak pernah mengajak kita umat Islam menjadi orang yang teroris.

Maka oleh karena itu, jangan menjustifikasi umat Islam yang belajar Alquran sebagai teroris.

Menurut Tengku Misran, Alquran perlu dihafal dikarenakan Alquran merupakan qalam Allah.

“Nomor HP mantong tateem dan jeut tahafai (nomor HP saja kita mau dan bisa kita hafal), maka seharusnya Alquran lebih harus dihafal,” sebut Tengku Misran Fuadi.

Menghafal Alquran bukan bertujuan menjadi teroris.

Al-Qur’an menganjurkan kita umat Islam untuk bersikap sopan dan santun.

Kaum perempuan dalam Islam diperintahkan untuk menutup aurat termasuk memakai cadar.

Perempuan yang memakai cadar bukanlah teroris.

Alquran menganjurkan umat Islam tentang pakaian yang disenangi oleh nabi.

Salah satu model pakaian yang disenangi Nabi Muhammad Saw adalah surban, maka orang bersurban bukan teroris.

Nabi menyenangi pakaian jubah, maka orang yang berpakaian jubah juga bukan teroris.

Islam adalah agama damai.

Islam dibesarkan dan dipelihara oleh Allah Swt.

Islam ada bukan karena ada kepentingan tentang Islam, tetapi Islam adalah miliknya Allah Swt.

Maka sebut Tengku Misran Fuadi, orang yang berjalan dalam Islam itu adalah orang yang berjalan dalam ridhanya Allah Swt.

Dalam Surat Al-Fajr, Allah Swt berfiman yang artinya, wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya! Kemudian masuklah di dalam (jamaah) hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.

“Yang dipanggil oleh Allah adalah jiwa yang tenang. Sedangkan jiwa yang tidak tenang dipanggilpun tidak. Wahai jiwa yang tenang. Allah tidak memanggil wahai tubuh yang tenang. Karena itu, tubuh boleh tidak tenang, tetapi yang perlu tenang adalah jiwa, karena yang dipanggil oleh Allah adalah jiwa,” sebut Misran Fuadi.

Jika demikian, sambung Tengku Misran, Islam itu begitu damai.

Bukan hanya damai secara aplikatif secara interaktif mendengar panggilan itu saja sudah menghadirkan kedamaian.

Itulah islam.

“Begitulah Islam. Islam itu agama yang cinta damai. Maka semoga kita umat Islam yang di dalam populasi penduduk secara nasional sebagai penduduk terbanyak mengobarkan kedamaian. Umat Islam Insya Allah tidak pernah menebarkan teror seperti pada pengertian terorisme. Tidak menebarkan kebencian. Jika ada pelebelan terhadap penghafal Qur’an adalah teroris itu merupakan sesuatu prediksi yang salah,” kata Tengku Misran Fuadi.

Semoga kata Tengku Misran Fuadi, Islam menjadi darah daging kita yang tidak bisa menggoyahkan diri kita dengan persoalan perspektif politik, ekonomi dan sosial, karena yang menata politik, ekonomi dan sosial adalah Islam.

“Allah Swt telah mengatur semua itu dengan lengkap dan komplek di dalam ajaran Islam yang terkandung dalam Alquran. Kita cinta Islam. Bukan hanya cinta secara teoritis tetapi juga cinta dalam aplikatif. Semoga…” kata Kepala Dinas Syari’at Islam Kota Lhokseumawe itu mengakhiri kubah Jumat di Masjid Jami’. Maimun Asnawi, M Kom I

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2