Sejalan dengan konsep Merdeka Belajar, SMA Swasta Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan, selain memberikan ruang bagi siswa untuk belajar dalam mengembangkan bakat dan minatnya, juga mendorong siswa untuk kreatif dan inovatif melahirkan karya ilmiah dan sains.
Berbagai jenis produk hasil karya siswa Kelas XI SMA Swasta Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan tersebut, kemudian dipamerkan pada Pameran Produk, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Fase E dan Fase F Tahun 2024 di Gedung Olah Raga, SMA Swasta Nurul Ilmi Padangsidimpuan.
Salah satu dari puluhan karya sains SMA Swasta Nurul Ilmi Padangsidimpuan yang menarik perhatian Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Sumatera Utara Drs. Oloan Nasution pada pameran hasil karya siswa pada tanggal 29 Mei 2024 adalah bioplastik yang terbuat dari sari pati singkong dan biji salak.
Untuk melahirkan karya sains tersebut, siswa Kelas Xl SMA Swasta Nurul ‘Ilmi terlebih dahulu melakukan penelitian terhadap kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam sari pati ubi dan biji salak. Kemudian melakukan uji coba pembuatan bioplastik di laboratorium SMA Nurul ‘Ilmi untuk mendapatkan hasil yang baik.
Siswa SMA Swasta Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan yang melakukan proyek pembuatan bioplastik berbahan dasar sari pati singkong dan biji salak tersebut terdiri dari Muhammad Arril, Mufid Alwan, Ilham Fuadi, Ahmad Bahrul Alam, Ilham Ramadani, Syafwan Dirja, Adit Pradinata, Anggi Islami, Syahril Ikhwandi dan Alfian Dwi Prasetyo.

Dalam melaksanakan proyek pembuatan bioplastik yang merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar, siswa tersebut dibimbing dan dimentori tiga orang guru SMA Swasta Nurul Ilmi, Nurhabibi S, S.Pd. (ketua proyek), Sutan Pane, M.Ag Dan Winda Afriani, S.Pd.
Menurut Muhammad Arril sebagai salah satu dari kelompok penelitian dan pembuatan bioplastik berbahan dasar sari pati singkong dan biji salak tersebut diawali penyiapan bahan berupa singkong, biji salak, sarbitol, gliserin, aquadset dan asam aselat.
Pati singkong dan biji salak yang sudah disiapkan, ucap Muhammad Arril, dicampurkan dengan gleserin dan serbitol dengan ukuran perbandingan 2:1 antara pati singkong dan biji salak dengan gleserin. Begitu juga dengan ukuran serbitol. Kemudian ditambahkan aquadser dan asam aselat sesuai ukuran.
Selanjutnya ditambahkan lagi plasticizer dan asam laktat sesuai dengan ukuran hasil penelitian ke dalam larutan pati. Setelah diaduk hingga rata, lalu dipanaskan agar pati singkong dan biji salak yang sudah dicampur dengan bahan kimia menyatu. Kemudian dijemur dan hasilnya terciptalah bioplastik.
Guru SMA Swasta Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan Nurhabibi S, S.Pd, sebagai ketua proyek pembuatan bioplastik tersebut mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penelitian, keunggulan bioplastik, tidak mengandung senyawa beracun dan tidak menimbulkan bahaya bagi penggunanya.
“Bioplastik, tidak seperti polimer yang tidak dapat didaur ulang seperti polietilen tereftalat, yang digunakan untuk membuat botol air,” ucapnya.
Kemudian tidak menarik kembali bakteri berbahaya atau bahan kimia lintah ke lingkungan, sehingga menjadikannya solusi praktis dan ramah lingkungan untuk kemasan makanan dan minuman serta menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah.
Selanjutnya bioplastik dapat terurai secara hayati, terdegradasi secara alami, sehingga mengurangi dampak lingkungan jangka panjang dari sampah plastik. Ini sangat penting dalam kemasan makanan karena dapat menghindari kontaminasi ekosistem dan bahaya terhadap satwa liar.
“Bioplastik sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi alternatif pengganti dari bahan bakar fosil. Dalam hal ini bioplastik terbuat dari sari pati ubi dan biji salak yang dapat diperbaharui dan mudah terurai sehingga lebih ramah lingkungan,” ungkapnya.
Kepala SMA Swasta Nurul ‘Ilmi P.Sidimpuan Elfira Rosa Nasution, S.Pd menjelaskan, pembuatan bioplastik berbahan dasar pati singkong dan biji salak itu merupakan salah satu dari karya sains siswa yang dikemas dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, SMA Nurul Ilmi Padangsidimpuan tahun 2024.
Selain hasil karya bioplastik tersebut, ucap Elfira Rosa, siswa lainnya juga menciptakan berbagai macam karya seperti menciptakan bahan bakar minyak dari limbah plastik, perangkap nyamuk dari bahan alami, eco enzim, pembuatan hormon pertumbuhan tanaman dari obat kadaluarsa, karbol pembersih lantai dari sereh, dan kompos organik.
Elfira Rosa Nasution mengaku bangga melihat anak didiknya mampu menciptakan berbagai produk yang bermanfaat bagi kehidupan. “Keberhasilan siswa dalam melahirkan berbagai produk tentu tidak terlepas dari kemampuan guru pembimbing dalam mendidik dan mengarahkan siswa untuk kreatif dan inovatif,” tuturnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Padangsidimpuan, Drs. Oloan Nasution saat meninjau Pameran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada 29 Mei 2024 lalu, memberikan motivasi kepada siswa SMA Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan untuk lebih giat belajar dan berkarya serta memiliki mental dengan menggambarkan sejumlah tokoh yang berhasil jadi orang besar.
Wakil Pimpinan Perguruan Islam BM Muda Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan, Syahlan Ginting SE, MAIMM menegaskan bahwa YPI BM Muda Nurul ‘Ilmi akan mendukung setiap kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan karena tujuan utama Perguruan BM Muda Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan adalah untuk melahirkan generasi cerdas, beriman dan berakhlak. WASPADA.id/Mohot Lubis.
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.