Waspada
Waspada » Siosar Menjadi Pengembangan Pariwisata Andalan Karo
Features Travel

Siosar Menjadi Pengembangan Pariwisata Andalan Karo

WARGA sekitar memperlihatkan salah satu objek wisata yang berada di sekitar relokasi Siosar. Siosar Menjadi Pengembangan Pariwisata Andalan Karo. Waspada/Micky Maliki
WARGA sekitar memperlihatkan salah satu objek wisata yang berada di sekitar relokasi Siosar. Siosar Menjadi Pengembangan Pariwisata Andalan Karo. Waspada/Micky Maliki

SIOSAR, begitulah sebutan untuk kawasan relokasi pengungsi erupsi Gunung Api Sinabung ini. Selain menjadi lokasi hunian baru bagi para pengungsi, di kawasan itu juga terlihat sejumlah objek wisata baru dengan konsep keaslian alam dan bentuk bangunan terbuat dari kayu. Lokasi ini berada di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo.

Kata Siosar, mengingatkan kita dengan pengungsi Gunung Sinabung. Sebelum dijadikan sebuah lokasi hunian baru yang resmi ditetapkan Pemerintah Pusat, diwajibkan kepada masyarakat harus segera meninggalkan desanya masing-masing guna menghindari ancaman letusan Gunung Sinabung 2010 lalu.

Tahap demi tahap hunian tetap (Huntap) sekitar akhir 2019 lalu, ditargetkan sekitar 892 unit hunian. Akhirnya dibangun dan bisa dihuni oleh penduduk yang sebelumnya mendiami sejumlah balai pertemuan (Jambur) yang ditetapkan Pemkab Karo untuk menjadi tempat tinggal sementara saat pengungsian.

“Sejak 2013 lalu secara bertahap tempat ini berubah menjadi satu hunian baru yang diperuntukkan bagi saudara kita yang berada di beberapa desa yang masuk dalam kawasan Zona Merah, pasca terjadi erupsi Gunung Api Sinabung pada tahun 2010 yang menyemburkan material debu, bebatuan bahkan luncuran awan panas,” kata Plt BPBD Karo, Natanail Perangin-angin, Kamis (1/4).

KAWASAN relokasi Siosar menjadi hunian tetap bagi pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Api Sinabung. Waspada/Micky Maliki
KAWASAN relokasi Siosar menjadi hunian tetap bagi pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Api Sinabung. Waspada/Micky Maliki

Selain mendirikan rumah baru bagi masyarakat pengungsi, Pemerintah juga membangun sejumlah fasilitas umum seperti, tempat ibadah, Puskesmas, Sekolah Dasar, balai pertemuan (Jambur) dan infrakstruktur jalan yang sangat layak untuk dilalui, tambah Natanail.

“Lokasi yang berada di ketinggian 1.750 meter di atas permukaan laut ini, hanya berjarak sekitar 20 km dari kota Kabanjahe dan sekitar 90 km dari kota Medan. Jika yang belum pernah ke Siosar, kita dengan mudah dapat juga mengakses menggunakan aplikasi Maps, kita tidak akan bisa tersesat. Jalan yang dibangun menuju ke sana sangat bagus dilintasi, jika kita menggunakan sepeda motor, mobil pribadi bahkan bus periwisata yang berukuran besar,” sebut Daris Kaban warga sekitar.

Dari perjalanan waktu ke waktu, di sekitar areal dan sepanjang jalan menuju Huntap ini, secara perlahan telah mengubah hamparan di kawasan itu, satu persatu, menghadirkan objek wisata baru dan sangat diminati wisatawan lokal, domestik bahkan mancanegara.

“Mulai dari Puncak 2000 atau kini dikenal Negeri Di Atas Awan, hamparan rumput hijau membuat kenyamanan mata kita memandang serta balutan hawa sejuk dan tiupan angin yang datang dari masing-masing mata angin. Cafe dan Villa yang dibangun bergaya ala Belanda ini juga menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman yang memiliki cita rasa sesuai lidah kita,” ujarnya sembari memperlihatkan bangunan tersebut.

Menurut Daris Kaban, peternakan lebah atau lebih dikenal Madu Efi, di sini para pengunjung selain bisa langsung mencicipi madu asli, “Di areal ini juga dipenuhi berbagai macam dan jenis bunga warna-warni dan perkemahan untuk keluarga yang menjadikan kawasan ini sebagai tempat yang wajib untuk dikunjungi para pengunjung yang berwisata ke dataran tinggi Karo,” katanya.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Karo melalui Kabid Pengembangan Pemasaran Bartholomeus Barus S.IP, mengakui, saat ini Pemkab Karo terus mengembangkan obyek pariwisata dekat kawasan relokasi Siosar. “Jadi saat ini pemerintah berharap roda ekonomi di sekitar Siosar bisa bergerak lebih cepat,” ungkapnya.

Dengan adanya pengembangan pariwisata di wilayah Siosar, pemerintah mengharapkan masyarakat yang tinggal di wilayah Siosar memanfaatkan peluang postif. Yang sebelumnya bergerak di bidang pertanian, diarahkan menuju sektor pariwsiata.

“Apabila pembangunan di Siosar dilanjutkan secara berkesinambungan, Siosar bisa menjadi tujuan wisata yang sangat menarik dan unggulan di Sumatera Utara bagi wisatawan domestik dan mancanegara,” tutupnya.  Micky Maliki/WASPADA/F

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2