Waspada
Waspada » Sejak Bayi Hingga Sekarang, Sekujur Tubuh Syasya Melepuh Dan Terkelupas
Features

Sejak Bayi Hingga Sekarang, Sekujur Tubuh Syasya Melepuh Dan Terkelupas

Milsa Hayati duduk di samping Luqyana Syasya yang terbaring di lantai sembari menonton televisi di rumahnya Jl. Rawe 2 Gang Sarino Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (7/7). Waspada/Andi Aria Tirtayasa
Milsa Hayati duduk di samping Luqyana Syasya yang terbaring di lantai sembari menonton televisi di rumahnya Jl. Rawe 2 Gang Sarino Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (7/7). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): LUQYANA Syasya, bocah berusia 5 tahun, menderita penyakit gatal-gatal yang dialaminya sejak bayi. Sekujur tubuhnya dipenuhi dengan kulit yang melepuh dan terkelupas. Mulai dari telapak kaki hingga wajah dan kepalanya mengalami luka kulit. Bahkan, kuku-kuku di jari tangan dan kakinya sudah bercopotan.

Sangat menyedihkan memang. Maklum saja, bocah ini dilahirkan di Kabupaten Mandailing Natal dan rumahnya dekat aliran sungai yang diduga air sungainya sudah bercampur dengan merkuri dari lokasi tambang emas ilegal.

Meski sudah 5 tahun menderita penyakit aneh tersebut, gadis bocah ini belum ada mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Saat ditemui Waspada di rumahnya Jl. Rawe 2 Gang Gang Sarino Lingkungan IV Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (7/7), Syasya terlihat tidur-tiduran di ruang tamu sembari menonton tayangan televisi di rumah kontrakan orangtuanya itu sementara sang ibu Milsa Hayati ,30, duduk di samping menemani anak kedua dari dua bersaudara itu.

Milsa Hayati menuturkan, saat hamil mengandung Syasya, dirinya bersama anak pertamanya dan suaminya masih tinggal di kampungnya yakni di Desa  Tapus Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal. Beberapa bulan setelah melahirkan, Milsa diajak suaminya pindah ke Kota Medan.

“Setelah Syasya lahir memang terlihat ada bintik-bintik kakinya dan terkelupas. Makin lama makin banyak dan membuat Syasya terus menangis dan menangis,” kenang Milsa.

Sang ibu menceritakan, untuk mengobati bayi Syasya, dirinya membawa buah hatinya itu ke rumah bidan kampung untuk diobati. Berkali-kali berobat namun tak kunjung sembuh bahkan rasa gatal dan mengelupas itu terus menjalar ke seluruh tubuhnya.

“Oleh bidan, anak saya dikasih obat luka. Tapi seminggu timbul luka lain, naik sampai ke atas. Ada benjolan kayak kena knalpot gitu, semakin hari terus, naik lagi ke atas sampai kepala,” tuturnya.

Dokter Spesialis

Setelah pindah ke Medan, 5 tahun silam, Milsa dan suaminya Dedy Irawan, membawa Syasya berobat ke Puskesmas, rumah sakit dan dokter spesialis.

Setelah dibawa berobat,  kecemasan Milsa terus menghantui dirinya  setiap kali mendengar keterangan dokter yang mengatakan anaknya mengalami penyakit genetik yang tidak dapat disembuhkan.

“Kalau dokter rumah sakit bilangnya bawaan genetik, tapi kalau berobat ke dokter spesialis kulit yang di Jl. Ringroad, katanya auto imun. Tapi sama juga bawaan gen, cuma beda istilahnya aja, penyakitnya sama,” sebut Milsa.

Diakui Milsa, karena keterbatasan dana, apalagi suaminya hanya bekerja sebagai supir di gudang pabrik besi itu, untuk sementara Syasya belum berobat.

“Cuma saja, tadi pagi ada dua dokter yang datang ke rumah saya dan memberikan obat,” ujar Milsa.

Milsa menuturkan, sejak Syasya menderita penyakit aneh tersebut, Syasya tak bisa mandi atau terkena air.

“Sampai usia 5 tahun ini, Syasya tak bisa mandi karena akan menambah rasa sakit bila terkena air. Tubuhnya hanya dilap pakai kain saja,” terang Milsa sedih.

Dijelaskan Milsa, putrinya itu kerap menangis dan merintih kesakitan bila penyakitnya kumat.

“Tiba-tiba saja Syasya menangis dan merintih kesakitan. Seluruh tubuhnya jadi basah. Itu tandanya, penyakitnya kumat dan kami tak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya.

Milsa berharap agar Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memberi bantuan perobatan terhadap putri keduanya itu, apalagi setelah membaca di media massa dan media sosial, Gubsu memberikan bantuan kepada dua bocah yang menderita penyakit seperti yang dialami Syasya.

“Saya berharap pak Gubsu mau membantu perobatan anak saya. Saya ingin anaknya sembuh dari penyakit yang dideritanya.  Bisa sehat, bisa bermain-main dan bisa sekolah seperti teman-temannya,” harap Milsa.(m27)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2