- Waspada

Secercah Harapan Dibalik Duka, Yatim Piatu Akibat Covid Semangat Menjalani Hidup

  • Bagikan

Duka masih menggayut di wajah Lera Susana, warga Cipinang, Jakarta Timur. Ibu empat anak ini, belum lama melepas kepergian sang suami yang meninggal akibat Covid-19.

Lera kini resmi menjadi kepala keluarga bagi empat anak yatim. Padahal, dia belum memiliki sumber penghasilan, sehingga masih mengandalkan sisa uang duka dari masyarakat.

                                             

Di tempat lain, Eduardus Marung dan Maria Cahaya berkenan mengasuh tiga anak kerabatnya, yang kedua orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Keputusan itu terpaksa diambil Eduardus karena tidak tega membiarkan ketiga anak yatim piatu hidup tanpa asuhan orang tua. Meski ekonomi menengah dan sudah punya tiga anak kandung, Eduardus dan isteri bertekad membesarkan anak-anak asuhnya itu dengan baik.

“Saya menjamin anak-anak akan berada dalam kondisi baik, saya akan didik mereka seperti mendidik anak saya sendiri,” ujar Eduardus, warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Salah satu anak yatim piatu sekaligus anak sulung yang diasuh Eduardus, Fiona menjelaskan bahwa saat ini, dia dan adik-adiknya merasa nyaman dan betah di rumah orangtua asuhnya.

“Di awal pasti kami sangat sedih karena berharap ayah bisa sembuh, tapi Tuhan berkehendak lain ternyata ayah menyusul Ibu. Awalnya berat, apalagi kami dekat dengan ayah, tapi lama kelamaan kami bisa menerima dan merasa nyaman bersama adik-adik di sini. Kami berharap ke depannya semoga terkait masalah pendidikan kami, dapat dijamin dan dibantu,” ungkap Fiona.

Di Bintaro, Tangerang Selatan, serang perempuan wirausaha bernama Velly Kristanti, mengambil tanggung jawab mengasuh 3 keponakannya yang kedua orang tuanya sudah tiada akibat Covid-19.

Tiga keluarga di tiga wilayah itu, dikunjungi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, Minggu (29/8). Kedatangan Menteri PPPA dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Simpati dan empati disampaikan Bintang Puspayoga, terlebih saat melihat langsung betapa tantangan pengasuhan anak korban Covid-19 ini sangat berat. Duka anak yatim piatu karena Covid-19, semestinya menjadi perhatian semua kalangan.

“Kesedihan mendalam dan perasaan tidak berdaya pasti dirasakan oleh yang bersangkutan. Konseling psikologis juga penting dan harus dipastikan pemberiannya demi membangun resiliensi atau daya juang untuk melanjutkan hidup. Jangan sampai duka yatim piatu akibat Covid ini tidak berlarut-larut dalam kehidupannya,” ujar Bintang.

Saat ini, jumlah anak yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19 mencapai 11 ribu anak. Rata-rata pengasuhan mereka akhirnya diambil alih keluarga besar.

Dalam hal ini, Kementerian PPPA perlu memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan dan pengasuhan anak-anak ini terpenuhi secara optimal.

Di akhir kunjungannya, Menteri Bintang kembali menegaskan bahwa diperlukan upaya bersama seluruh pihak dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak bagi anak, khususnya yang kehilangan orangtua akibat Covid-19.

“Mari bergerak bersama kita saling membantu untuk bisa keluar dari situasi sulit di masa pandemi ini, tidak hanya pemerintah, tapi semua pihak memiliki tanggungjawab dan kewajiban yang sama, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat, dan media massa untuk memastikan anak terpenuhi hak-haknya karena semua anak adalah anak kita. Merupakan tanggungjawab kita bersama untuk membantu mereka meraih cita-citanya setinggi langit,” pungkas Menteri PPPA Bintang Puspayoga.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Bekasi telah melakukan pendataan terkait jumlah anak yang orangtuanya meninggal dunia akibat Covid-19.

“Hingga saat ini, sudah 50% laporan masuk dari 23 Kecamatan yang kami data di Kabupaten Bekasi. Diketahui ada 952 anak yang kehilangan orangtuanya karena Covid-19. Menindaklanjuti hal ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Pak Bupati akan memberikan bantuan sesuai kebutuhan yang diperlukan. Kami juga akan berkoordinasi dan melakukan penanganan dengan stakeholder sebagai leading sector,” ujar Endin.

Sekretaris Umum Forum Zakat, Irvan Nugraha, yang turut dalam kunjungan  mengungkapkan bahwa Forum Zakat bersama Pemerintah dalam hal ini Kementerian PPPA berupaya bergerak bersama-sama untuk melakukan penanggulangan terhadap musibah Covid-19, khususnya kepada anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19 hingga akhirnya menjadi yatim dan piatu.

“Kami berupaya untuk bisa bersinergi bersama seluruh pihak dalam penanggulangan Covid-19 ini. Forum Zakat bergerak di bidang kemanusiaan dan bertugas untuk menjembatani kebaikan masyarakat Indonesia. Hari ini, kami bersama Pemerintah melalui Kemen PPPA memberikan bantuan kebutuhan dasar dan pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan orangtuanya karena Covid-19. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan Bapak/Ibu sebagai orangtua asuh dalam mengasuh anak-anak,” jelas Irvan.(J02)

  • Bagikan