"Saya Tak Tahu Yang Dijemput Itu Ekstasi" - Waspada
banner 325x300

“Saya Tak Tahu Yang Dijemput Itu Ekstasi”

  • Bagikan
TERDAKWA saat menjalani sidang di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan
TERDAKWA saat menjalani sidang di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan

SUDAH dikorbankan, dibohongi pula. Begitulah Irwan Syahputra memperlakukan adik kandungnya Indra Syahputra. Karena dijanjikan upah besar, ia tega menyuruh adiknya menjemput narkotika jenis ekstasi sebanyak 3000 butir.

Indra tak merasa curiga, lantaran yang menyuruh abang kandungnya sendiri. Dengan polos ia mau saja menuruti perintahnya. “Saya disuruh abang kandung saya pak hakim,” kata terdakwa Indra saat memberikan kesaksian di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Di hadapan hakim ketua Erintuah Damanik, Indra menyebutkan ia disuruh abangnya, untuk menjemput 3000 butir pil ekstasi di Jl. Sudirman Km 3, Pantai Johor, Tanjungbalai tepatnya di depan Pintu Indomaret Panca Karsa pada September 2019.

Memang awalnya, abangnya berjanji akan memberikan upah. Tapi kata Indra, ia sama sekali tidak ada mendapatkan upah.

“Saya gak ada diberikan upah pak,” kilahnya. Tapi, hakim Eirntuah tidak percaya begitu saja mendengar keterangan Indra. Sebab tidak mungkin kalau terdakwa tidak dikasih upah, sedangkan ekstasi yang dibawa berjumlah ribuan butir.

“Mana mungkin anda gak dikasih upah untuk membawa 3000 ekstasi, bukan sedikit ini” ujar hakim sambil menunjukkan 3000 ekstasi yang menjadi barang bukti.

Namun, terdakwa masih tetap kepada pengakuannya dengan alasan tidak mengetahui kalau yang dijemputnya itu ekstasi.

“Saya tidak diberi upah pak hakim, saya juga tidak mengetahui kalau yang saya jemput ekstasi, saya tahu ketika polisi datang,” tukas Indra.

Awal mula kasus yang menjerat Indra, saat ia ditawarkan abangnya untuk menjemput pil ekstasi di Jl.Sudirman Km 3 Pantai Johor Tanjungbalai tepatnya di depan Pintu Indomaret Pancakarsa September 2019.

Atas perintah abang kandungnya, terdakwa pergi menuju rumah Deni (berkas terpisah) agar menemaninya menjemput ekstasi dan menjanjikan apabila berhasil mengantarkan ekstasi upah tersebut akan dibagi dua. Terdakwa lalu pergi dengan mengemudikan sepeda motor milik abang terdakwa menuju ke rumah terdakwa Deni.

Setelah sampai di lokasi tersebut, terdakwa Indra pun langsung menghubungi seorang laki-laki yang telah diperintahkan Irwan (DPO) abang kandung terdakwa dan menyuruh masuk ke dalam Indomaret Panca Karsa Kota Tanjungbalai.

Atas perintah laki-laki tersebut, terdakwa Indra dan Deni pun masuk ke dalam Indomaret Panca Karsa Kota Tanjungbalai. Kemudian laki laki tersebut langsung memberikan satu buah tas ransel warna hitam kepada terdakwa.

Namun ketika hendak ke luar dari Indomaret, petugas Ditres Narkoba Polda Sumut langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa Indra dan terdakwa Deni. Rama Andriawan

  • Bagikan