Remaja Sampai Lansia Semangat Jalani Vaksinasi Covid-19 - Waspada

Remaja Sampai Lansia Semangat Jalani Vaksinasi Covid-19

  • Bagikan
Para peserta vaksinasi Covid 19 di Pondok Pinang, Jakarta

JAKARTA (Waspada): Tiga remaja pria memasuki halaman SDN 08 pagi Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Sambil membawa secarik kertas, mereka menanyakan kepada petugas, dimana antrian vaksinasi Covid-19 yang akan mereka terima.

“Saya mau divaksin karena ada anjuran dari sekolah seperti itu. Ini juga dapat pengantar dari sekolah. Tapi orang tua juga menyemangati, sih! Katanya supaya tambah sehat,”ujar Agis, siswa kelas 11 salah satu SMK di Jakarta Selatan, saat ditanya kenapa dia mau dan berani menghadapi jarum suntik. Dua temannya yang lain, kelas 10 SMA dan kelas 9 SMP, punya jawaban serupa. Mereka lantas mengikuti Agis mendaftar dan mengantri untuk disuntik vaksin.

Tidak lama kemudian, para pendaftar terus berdatangan dan pergi silih berganti. Ketika beberapa ditanya, sebagian besar menjawab senang mendapat vaksinasi, supaya lebih tenang menghadapi pandemi.

“Supaya lebih tenang, lebih sehat, kami mau divaksin. Kami tidak mau termakan hoax soal vaksin, jalani saja,” ujar Salamah dan suaminya, Roni. Mereka baru pertama kali divaksinasi Covid.

Kepala Seksi Kesejahteraan Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Admiral mengatakan, vaksinasi di SDN 08 Pagi dilangsungkan selama 3 hari sejak 26-28 Juli. Pesertanya ditargetkan 120 orang sehari, dimana 100 slot untuk warga sekitar, sementara 20 untuk warga luar lingkungan.

‘Alhamdulillah selama dua hari target hampir tercapai 100 persen. Semoga hari ini juga demikian,” kata Admiral, saat ditemui di lokasi vaksinasi, SDN 08 pagi Pondok Pinang, Rabu (28/7).

Meski tidak mudah meyakinkan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 ini, namun kenyataannya antusiasme masyarakat tetap ada. Dari 58 ribu warga Kelurahan Pondok Pinang, hampir 50 persen sudah divaksin.

“Harapannya pada 17 Agustus nanti, semua warga 12 tahun ke atas di kelurahan kami sudah divaksin semua,” kata Admiral.

Untuk program vaksinasi massal di SDN 08 Pondok Pinang, diterjunkan seorang dokter, perawat, juru daftar dan sejumlah panitia. Dokterlah yang menentukan apakah seseorang bisa divaksin atau tidak. Termasuk untuk kalangan anak-anak.

“Vaksin pada anak usia 12 tahun ke atas ini juga jadi target utama setelah banyaknya penularan dan kematian pada anak. Kami juga telah mendirikan sentra-sentra vaksinasi covid 19 di beberapa sekolah SMP dan SMA,” ujar Admiral.

*Mobil Vaksinasi Keliling Membantu*

Sudah tiga hari mobil vaksin keliling yang dikelola Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, siap siaga di halaman depan SDN 08 Pondok Pinang.

Dua orang petugas supir dan staf mobil vaksin dari Ditjen Dikti setia sejak pagi hingga selesai di pukul 12.00 WIB.

Admiral mengatakan, keberadaan mobil vaksinasi dari Kemendikbudristek ini sangat membantu masyarakat. Khususnya yang jauh dari sarana kesehatan. Selain itu, dengan banyaknya sentra vaksin yang didatangi, maka tidak ada penumpukan massa. Jauh lebih aman dari risiko penularan.

“Harapan kami, mobil vaksinasi keliling ini terus membantu warga. Semua peralatannya sangat membantu kinerja para tenaga kesehatan di sini. Terima kasih!”ujar Admiral.

Sebanyak dua unit mobil vaksinasi keliling milik Kemendikbudristek, saat ini memang didedikasikan untuk membantu program penguatan vaksinasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Selain untuk keperluan vaksinasi, mobil ini juga dilengkapi sarana internet canggih yang dapat membantu proses pelaporan kegiatan vaksinasi.

Kelak, ketika tidak dipakai lagi untuk membantu vaksinasi covid, mobil ini dapat dialihfungsikan sebagai mobil belajar keliling.

Seperti diketahui, kasus penularan Covid 19 di seluruh Indonesia masih tinggi. Pada Rabu (28/7), angka penambahan kasus mencapai lebih dari 47 ribu kasus. Untuk itu, pemerintah terus menggalakkan pembatasan mobilisasi masyarakat dan pengetatan pelaksanaan prokes di masyarakat. Sementara itu, proses vaksinasi terus dijalankan. Salah satunya yang terjadi di Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta.
(J02)

  • Bagikan