Waspada
Waspada » Puluhan Tahun Gelap, Desa Sihalo-halo Kini Dialiri Listrik
Features Headlines Sumut

Puluhan Tahun Gelap, Desa Sihalo-halo Kini Dialiri Listrik

Desa Sihalo-halo kini dialiri listrik setelah puluhan tahun gelap gulita. Terlihat warga bergotong royong mengangkat tiang listrik. Waspada/Ist
Desa Sihalo-halo kini dialiri listrik setelah puluhan tahun gelap gulita. Terlihat warga bergotong royong mengangkat tiang listrik. Waspada/Ist

Desa Sihalo-halo kini dialiri listrik setelah puluhan tahun gelap gulita, tanpa penerangan lampu listrik dari PLN.

Desa Sihalo-halo, terletak di Kecamatan Dolok Sigompulon dan merupakan salah satu desa terpelosok di wilayah Kabupaten Padanglawas Utara.

Desa Sihalo-halo dihuni masyarakat sejak tahun 1995. Kondisinya gelap saat malam tiba. Tidak ada lampu penerangan di desa itu.

Apabila malam tiba, warga hanya mengandalkan lampu teplok untuk membuat penerangan seadanya.

Kurang lebih 30 orang kepala keluarga menghuni desa terpencil itu. Hanya beberapa orang yang pendatang, selebihnya masih ada hubungan darah dan keluarga.

Desa Sihalo-halo kini dialiri listrik setelah puluhan tahun gelap gulita. Terlihat warga bergotong royong mengangkat tiang listrik. Waspada/Ist
Desa Sihalo-halo kini dialiri listrik setelah puluhan tahun gelap gulita. Terlihat warga bergotong royong mengangkat tiang listrik. Waspada/Ist

Mata pencaharian masyarakat di sana adalah bertani karet, sawah dan kayu manis. Untuk mengangkut hasil pertaniannya warga harus berjalan kaki menuju pusat pasar yang jaraknya berkisar 3 KM dari desa itu.

Selama 25 tahun ini, desa Sihalo-halo sangat tertinggal dari 44 desa lainnya di wilayah Kecamatan Dolok Sigompulon. Masyarakat di sana belum sepenuhnya menikmati arti kemerdekaan Republik Indonesia ini.

Salah satu tokoh masyarakat di desa itu, Damean Rambe membenarkan bahwa desa mereka itu sangat tertinggal dan terisolir dari beberapa desa lainnya di wilayah itu.

“Sejak tahun 1995 atau sudah 25 tahun kami yang berdomisili di desa Sihalo-halo ini belum pernah sama sekali menikmati arus listrik yang berasal dari jaringan PLN,” ungkapnya.

Tetapi, hari ini Selasa (7/7), masyarakat Desa Sihalo-halo tampak sangat bergembira. Salah satu pembangunan yang dinantikan mereka akan segera terealisasi, yaitu penyambungan jaringan listrik ke desanya.

Masyarakat Rela Angkat Dan Dirikan Tiang

Berbagai upaya dan tindakan dilakukan pemerintah bersama masyarakat agar jaringan listrik milik PLN bisa masuk ke Desa Sihalo-halo.

Desa Sihalo-halo kini dialiri listrik setelah puluhan tahun gelap gulita. Terlihat warga bergotong royong mengangkat tiang listrik. Waspada/Ist
Desa Sihalo-halo kini dialiri listrik setelah puluhan tahun gelap gulita. Terlihat warga bergotong royong mengangkat tiang listrik. Waspada/Ist

Sebanyak 20 tiang listrik telah tiba untuk jatah pembangunan jaringan listrik ke Desa Sihalo-halo.

Masyarakatpun menyambutnya dengan senang dan gembira, bahkan rela bergotong-royong mengangkat dan mendirikan tiang listrik tanpa menerima imbalan atau upah.

Dengan jarak tempuh 3 kilometer dan kondisi jalan yang terjal, masyarakat terus berupaya bergotong-royong mengangkat tiang listrik itu.

Tidak ada terlihat wajah kelelahan di raut wajah mereka karena sangkin gembiranya untuk menikmati aliran listrik PLN.

Arif Ritonga, salah seorang warga yang ikut bergotong-royong mengaku sangat semangat dengan masuknya jaringan listrik ke desanya. Bahkan ia masih tidak percaya akhirnya jaringan listrik bisa masuk ke desanya setelah penantian selama puluhan tahun.

“Sangat senang. Aku tak bisa berkata-kata lagi, Alhamdulilah,” ucapnya.

Camat Dolok Sigompulon Madnalim Pakpahan, mengatakan, dari 44 desa di wilayah itu, ada 8 desa lagi yang belum dialiri listrik termasuk Sihalo-halo dan sudah masuk dalam tahap pengerjaan, katanya. Waspada/Sori Parlah Harahap

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2