PSDS Jangan Angin Anginan Merasa Di Atas Angin

  • Bagikan

TRAKTOR KUNING dengan nama klub resminya Persatuan Sepakbola Seluruh Deliserdang, disingkat PSDS, dengan home base Stadion H Baharoeddin Siregar Lubukpakam.

Pada era 1950-an klub ini mulai berkiprah di lapangan hijau dan pernah melagak di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air yang kala itu bernama Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia.

Seiring bergulirnya waktu, prestasi sepakbola anak-anak Deliserdang di kancah liga bergengsi nasional, seketika PSDS harus mengakui ketidak-mampuannya memenuhi kebutuhan para pemain. Bicara kebutuhan pemain, sudah pastilah terbentur keuangan, baik gaji serta ekstra gizi .

Pasalnya, Permendagri No 22 Tahun 2011, menegaskan untuk tahun 2012 tidak ada lagi dana untuk sepakbola, artinya pemerintah menghentikan pengucuran dana APBD untuk sepakbola profesional. Goodbye profesional, Traktor Kuning Deliserdang pun terjungkal dari Divisi Utama Liga Indonesia.

PSDS pun merumput di liga amatir, pihak manajemen terus bahu membahu berupaya bangkit, namun tidak seperti yang diharapkan, PSDS lagi-lagi merembes kebawah, dan hingga saat ini tim yang telah membawa nama Deliserdang sohor di ajang sepakbola nasional bahkan Asia ini pun merintis dari kasta Liga 3 Indonesia, mudah-mudahan tidak bergeser lagi, pada 7 November 2021 mulai bergulir.

Anjlok ke Liga 3, PSDS masih fenomenal di kancah sepakbola. Terbukti, pada Senin (25/10) saat Manager Coordination Meeting yang dilaksanakan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumut, ada selentingan dari klub-klub se Sumut yang bertarung di Liga 3, “PSDS tinggal cari pendamping ajanya itu untuk ke Pulau Jawa.”

Jujur saja, sebagai orang Deliserdang ada juganya bangga awak mendengarnya. Tapi itu “racun” ibarat bahasa anak Pakam “ompak-an”, disanjung akhirnya terlena dan membuat pemain dan pihak manejemen merasa diatas angin.

Sanjungan dengan hitungan di atas kertas, ditambah lagi beberapa hasil ujicoba yang dilakukan menjelang kick off Liga 3, tim besutan Syahrial Efendi ini menampilkan pola permainan menjurus sepakbola modern yaitu power speed.

Prediksi orang boleh-boleh saja, tapi sepakbola bukan hitungan matematik, pemain PSDS harus punya perhitungan untuk menjebol gawang, didasari penerapan skill dan teknik pemain di lapangan hijau. Ingat “si kulit bundar” bisa blunder hingga hal tak terduga bisa saja terjadi.

Saat ini PSDS terus berbenah, cukup tinggi intesitas orang-orang yang tergabung dalam tim maupun kepengurusan, satu tujuan bagaimana PSDS bisa menampilkan permainan terbaiknya, tidak terlepas dari faktor teknis maupun non teknis.

Saat personalia berkumpul, tiada hari tanpa cerita PSDS keseriusan dan fokus bagaimana memenuhi target. Apalagi Bupati Deliserdang, H Ashari Tambunan memotivasi kepada Ketua Umum PSDS, H Khoirum Rizal, agar menargetkan PSDS bercokol di Liga 2 Indonesia.

Target ini harus diketahui oleh anak-anak PSDS, sehingga menjadi pelecut buat “Si Baung sama Si Katul” dan kawan-kawan agar menganggap semua pertandingan adalah “partai final”. Kalau mindset ini sudah ada dibenak anak-anak PSDS, tak ayal lagi, pastilah tercipta “veni vidi vici” datang, lihat, taklukkan/memang.

Semua yang terlibat dalam didalam PSDS harus menjadi motivator, terlebih orang-orang yang senantisa berkomunikasi dengan para pemain PSDS, terutama pelatih yang lebih memahami karakter masing-masing para punggwanya.

Dengan modal jam terbang yang sudah “lintang pukang “ mengurusi dunia sepakbola, khususnya untuk PSDS, coach Syahrial Efendi bersama asistennya Imam Faisal ditambah lagi Manajer Tim Herman “cinwa” Sagita pastilah sudah faham tentang hal-hal sekecil apa pun yang harus diwanti-wanti untuk menghindari bad mood anak-anak PSDS baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.

Saat ini PSDS sudah terbungkus dengan materi pemain yang sudah siap tempur dengan penerapan pola latihan dan tekhnis yang akan dituangkan dalam lapangan hijau.

Dijadwalkan PSDS yang bercokol di Grup C akan bermain di stadion mini Pancing Medan
Untuk mendapatkan tiket ke Pulau Jawa, PSDS harus bertarung habis-habisan bersama 37 klub lainnya di zona Sumatera Utara.

Semua klub punya sasaran tembak untuk mencapai target, tinggal bagaimana anak-anak PSDS mengerahkan kemampuan individu terbangun menjadi kerjasama tim.

Ingat, jadikan sanjungan buat PSDS itu racun, bermainlah di atas rumput hijau, jangan rmain di atas angin dan jangan angin-anginan.

Taklukkan lawan jika punya tujuan capai kemenangan. Mudah-mudahan musim liga tahun ini membawa angin segar bagi PSDS Jaya, PSDS Bangkit, Deliserdang Maju. *Hotma Darwis Pasaribu

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *