“BERANGKAT dari rasa keprihatinan melihat kondisi Masjid/musholla didaerah pelosok, empat anak muda tergerak membentuk komunitas “Pemuda Peduli Masjid” dengan suka rela mengorbankan pikiran dan tenaganya melakukan kegiatan sosial untuk bermanfaat bagi masyarakat”
Empat “Sekawan” adalah Misran Simamora, Zulham Maulana, Dirwansyah Simamora dan Akhir Rangkuti yang mempunyai kegiatan berbagi (menyebar) sajadah baru gratis.
Kegiatan mereka diawali pada awal tahun 2024. Saat itu masih mengandalkan dari saku sendiri. Pada tahun 2025 ini mereka telah membagikan ratusan 100 sajadah berbentuk karpet berukuran panjang 6 meter dan sebagian dari jumlah itu mereka langsung datangi yakni di 26 desa dari 6 kabupaten di Sumatera Utara (Sumut).
Perjalanan mereka dimulai pada 22 Maret 2025. Daerah yang mereka datangi masuk kategori desa di pedalaman diantaranya, desa yang terletak di Kabupaten Dairi, Karo, Tapanuli Tengah (Tapteng) Kabupaten Batubara dan Labuhan Batu.
Koordinator Pemuda Peduli Masjid Mirsan Simamora menceritakan kegiatan mereka mendapat apresiasi dari berbagai kalangan diantaranya dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Bapak Kapolri diam-diam berkolaborasi dengan kami mengirimkan sajadah untuk masjid-masjid di pelosok negeri,” kata Mirsan kepada Waspada, Rabu (2/4).
Selama di Kabupaten Dairi dan Karo Mirsan mengakui, banyak masyarakat khususnya umat Muslim antusias.

Mirsan menyebut, salah satu masjid yang paling pelosok yang mereka capai yakni Masjid Nurul Iman yang terletak di Desa Pasir Tengah, Kec. Tanah Pinem. Jalan yang terjal memaksa mereka terpaksa menaiki sepeda motor.
Beranjak wilayah tersebut, Pemuda Peduli Masjid masuk ke sisir pantai timur Sumatera Utara. Mereka tiba di Kabupaten Tapteng. Di sana mereka memulai dari Kecamatan Barus hingga Sarudik.
“Banyak harapan, dan keinginan yang disampaikan para nazir masjid. Kita berharap bisa memenuhi harapan itu,” jelasnya.
Meninggalkan Kab. Tapanuli Tengah. Pemuda Peduli Masjid beranjak ke Batubara. Di sana mereka mendapati mushola yang sudah 15 tahun tak ganti sajadah.
“Mushola itu namanya Mushola Al Ikhlas di Kecamatan Limapuluh,” ujarnya.
Setelah melakukan perjalanan selama 5 hari, Pemuda Peduli Masjid menutup tripnya di Labuhanbatu.

Mirsan menyebut, mereka punya impian semua masjid di pelosok bisa merasakan sajadah baru di Hari Kemenangan Idul Fitri. “Terima kasih kepada Bapak Kapolri impian ini dibantu dan terlaksana,” pungkasnya.
Berikut daftar Masjid yang mereka salurkan:
Kota Kabanjahe
- Desa Kampung Dalam (Masjid Abiyyu)
- Desa Kampung Dalam II
Masjid Al Ansor
Kabupaten Tanah Karo
- Desa Pola Tebu (Masjid Nurul Huda
- Desa Kota Pengkih (Masjid Al Lathif)
- Dusun Kuta Kendit (Masjid Amanah)
Kabupaten Dairi - Desa Pasir Tengah (Masjid Nurul Iman)
Kabupaten Tapanuli Tengah
- Desa Aek Dakka (Masjid Al Mahligai)
- Desa Kedai Kadang (Masjid Al Ihsan)
- Desa Bukit Patupatangan (Masjid Al Ikhlas)
- Desa Aek Rogas (Masjid Taqwa)
- Desa Pasar Batugerigis Al Muhtadin
- Desa Aek Tolang (Masjid Muhajirin)
- Desa Sarudik (Masjid As Syuadah
- Desa Sibuluan Indah (Masjid Al-Ikhwan)
- Desa Lubuk Tukko (Musholla)
- Desa Lubuk Tukko
- Rumah Qur’an Al-Khansa Kelurahan Budiluhur Kecamatan Pandan
- Desa Ladang Tengah (Masjid Jami)
Kabupaten Tapanuli Utara
- Desa Aek Tolang (Nurul Iman)
Nias
- Desa Muzoi (Masjid Taqwa Idanondrawa)
Kabupaten Labuhanbatu
- Desa Sei Siarti (Masjid Istiqomah)
Kabupaten Batubara
- Desa Prupuk (Mushola Quran)
- Desa Limapuluh (Musola Al Ikhlas)
- Masjid di Batubara
Kabupaten Deliserdang
- Yayasan Tafiz Quran Al Faiz di Percut Seituan
- Masjid Al Kawakib di Percut Sei Tuan. WASPADA.id/Edward Limbong
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.