Waspada
Waspada » Perlu Inovasi Usaha Disaat Pandemi
Ekonomi Features Headlines Kuliner Medan

Perlu Inovasi Usaha Disaat Pandemi

H Edy Sahputra memperlihatkan produk kopi kemasan dan fresh coffe di gerai kecilnya. Waspada/gito ap
H Edy Sahputra memperlihatkan produk kopi kemasan dan fresh coffe di gerai kecilnya. Waspada/gito ap

JANGAN pernah menyerah dalam berusaha.

Bila gagal coba lagi, buat inovasi baru yang menarik bagi pelanggan dan konsumen.

Teman saya, H Edy Sahputra yang belakangan ini mulai menggeluti usaha kopi menyatakan sekelumit pengalamannya dalam berusaha.

Beberapa usaha dilakukan, gagal dan coba lagi.

Saat ini, Ia mengakui baru merintis usaha kopi, dan berharap suatu saat usaha ditekuninya bisa menjangkau outlet coffe shop di kota Medan serta kios pedagang eceran kopi.

“Tidak terlalu muluk sebenarnya, karena saya juga baru merintis usaha ini. Masih sangat kecil dibandingkan lainnya. Tetapi saya punya harapan usaha rintisan ini bisa berkembang,” sebutnya saat dijumpai di gerai kecilnya Jalan Kebon Kopi, Pasar VII Marendal, kemarin.

Sebelum memulai usaha ini, Ia sempat pula membuka usaha es kekinian, dengan label “es bugar”.

Tetapi sejak tahun lalu, Ia memutar gagang dengan peruntungan di bisnis kopi.

“Saya melihat bisnis kopi cenderung menjanjikan saat ini, sehingga mencoba peruntungan disini. Masih kecil sih, tapi semogabisa berkembang dengan sedikit inovasi,” katanya.

Nama usaha dibuat “kopi bugar”, tidak jauh dari nama es bugar.

“Ya, orang taunya disini ada es bugar. Supaya tetap melekat saya labeli namanya kopi bugar saja,” sebutnya memperlihatkan informasi produknya di Instagram kopibugar_id.

Untuk inovasi kecilnya, selain menjual kopi biji dan kopi bubuk dalam kemasan, Edy juga menyediakan fress coffe siap minum di gerainya.

Ada beberapa item yang ditawarkanya untuk para pecinta kopi dengan harga terjangkau.

Seperti di kedai kopi umumnya, Ia menawarkan espresso sanger double shot seharga Rp10 ribu/cangkir.

Ada juga sanger kopi jahe merah seharga Rp12 ribu/cangkir.

Untuk mereka yang suka minuman dingin, Edy menyediakan kopi kekinian, seperti es kopi susu vanilla, es kopi susu caramel, almond, gula aren, susu coklat dan red velvet.

Inovasi kecil lainnya, menyediakan fresh coffe dalam kemasan botol.

“Harga murah tak pakai mahal. Hanya Rp8 ribu sampai Rp15 ribu saja,” katanya.

Produk kopinya, spesial kopi Sumatera Arabica dan Robusta Sidikalang, Gayo, Lintong, Mandheling dan lain-lain, terutama difokuskan pada hasil kopi yang ada di Sumatera Utara.

“Karena konsepnya oleh-oleh khas Medan, biji kopi kami sediakan adalah khas Sumatera Utara,” jelas Edy.

Harga dijual juga terjangkau, Arabica kemasan dengan berat 150 gram Rp25 ribu, sedangkan Robusta 150 gram hanya Rp15 ribu dengan berat yang sama.

“Saya sih fokusnya menjual kopi bubuk dan biji, tetapi saya menawarkan juga fresh coffe dan kopi susu kemasan botol. Ada promo loh Februari ini, beli 1 dapat 1. Paket hemat setiap hari,” katanya pernah ikut pelatihan di Digitarasa dengan master chef Arnold Poernomo, tahun lalu.

Meski diakuinya pada masa pandemi Covid-19 saat sekarang ini bisnis semakin sepi, termasuk bisnis kopi, tetapi Ia tetap yakin dengan menciptakan inovasi baru para pelakunya bisa bertahan.

“Harapannya sih seperti itu,” ujar mantan karyawan di salah satu perusahaan property dan farmasi tersebut. gito ap

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2