Waspada
Waspada » “Pak Presiden…Berikan Kami Tanda Jasa”
Aceh Features Headlines

“Pak Presiden…Berikan Kami Tanda Jasa”

Ketua Umum GTKHNK 35+ Provinsi Aceh, Tengku Bahrul Kiram, Iskandar Syukri dari Provinsi Aceh dan Ketua GTKHNK 35+ Pusat, H. Nasrullah Mukhtar pimpin Musda GTKHNK 35+ di Gedung Arafah Asrama Haji Banda Aceh belum lama ini. Waspada/Ist
Ketua Umum GTKHNK 35+ Provinsi Aceh, Tengku Bahrul Kiram, Iskandar Syukri dari Provinsi Aceh dan Ketua GTKHNK 35+ Pusat, H. Nasrullah Mukhtar pimpin Musda GTKHNK 35+ di Gedung Arafah Asrama Haji Banda Aceh belum lama ini. Waspada/Ist

KETUA Umum Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Usia 35+ Provinsi Aceh, Tengku Bahrul Kiram, S.Pd.I.,M.Kom.I kepada Waspada, Minggu (6/6) siang di Lhokseumawe menyebutkan, pihaknya baru saja selesai melaksanakan kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Usia 35+ di Gedung Arafah Asrama Haji Banda Aceh, Rabu (2/6).

Kegiatan Musda tersebut, kata Tengku Bahrul Kiram diikuti oleh perwakilan GTKHNK 35+ dari 23 kabupaten/kota se-Aceh. “Jumlah GTKHNK 35+ di Provinsi Aceh mencapai 16.000 orang. Kemarin yang kita undang untuk mengikuti Musda hanya perwakilannya saja. Hal ini kami lakukan demi untuk mengikuti protocol kesehatan Covid-19 yang sedang melanda negeri kita. Kalau saja kondisi negeri kita dalam keadaan normal, maka seluruh GTKHNK 35+ kita undang untuk mengikuti Musda kemarin,” sebut Bahrul Kiram kepada Waspada.

Selain guru, pada kegiatan Musda tersebut turut mengundang sejumlah pejabat pemerintahan di Provinsi Aceh yaitu Gubernur, DPRA, Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Kemenag Aceh, Ketua PGRI Aceh, dan dinas terkait lainnya. Hadir juga Ketua GTKHNK 35+ Nasional. Kegiatan Musda kemarin itu mengambil tema “Terciptanya Sinergisitas Semangat Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan Melalui PNS Tanpa Tes Demi Mencerdaskan Anak Bangsa”.

Masih menurut Bahrul Kiram, sesuai laporan Ketua Musda Provinsi Aceh, Anisah, A.M.a, jauh hari sebelumnya, seluruh pengurus GTKHNK 35+ setiap kabupaten/kota telah melaksanakan kegiatan audiensi dengan Pemerintan Provinsi Aceh dan dengan pemerintah daerah di 23 kabupaten/kota untuk mendapatkan surat rekomendasi sebagai bentuk dukungan terhadap GTKHNK 35+ guna mendapatkan Keppres PNS Tanpa Tes yang ditujukan kepada Presiden.

“Kegiatan yang kita laksanakan kemarin berjalan tertib, aman, dan kondusif. Kegiatan Musda juga kita laksanakan dengan sangat sederhana. Selain dikarenakan bencana Covid-19 juga disebabkan kami merupakan kelompok guru dengan biaya minim. Sekali lagi saya laporkan, jumlah GTKHNK 35+ di Provinsi Aceh mencapai 16.000 orang. Rata-rata masa bakti mereka untuk mencerdaskan anak bangsa lebih dari 10 tahun. Usia mereka tidak memungkinkan lagi untuk mengikuti CPNS karena usia telah melampaui 35 tahun. Untuk itu Pak Presiden…tolong angkat kami menjadi PNS lewat jalur tanpa tes,” pinta Bahrul Kiram sesuai harapan 16 ribu pahlawan tanpa tanda jasa itu.

Bahrul Kiram juga menyebutkan, pada Musda kemarin, Ketua GTHNK 35+ Pusat, H. Nasrullah Mukhtar dalam sambutannya menyebutkan, pihaknya meminta Pemerintah Provinsi Aceh melalui Gubernur agar membuat Fokus Grup Discusion (FGD). FGD itu harus dilaksanakn oleh semua Kadisdik dan BKPSDM dan Kemenag di 23 kabupaten/kota untuk menyatukan persepsi tentang pembukaan dan pengusulan guru honorer se Aceh menjadi ASN ke Menpan-RB. Kemudian meminta DPRA membentuk Panja khusus GTKHNK 35+ seperti Panja yang sedang dilaksanakan oleh Komisi X DPR RI.

“Hal ini perlu dilakukan dikarenakan pengusulan honorer menjadi ASN adalah sepenuhnya menjadi wewenang Pemda kabupaten/kota untuk sekolah dasar dan menengah. Sedangkan untuk sekolah menengah atas menjadi wewenang pemerintah provinsi,” kata H. Nasrullah Mukhtar.

Sebelum diangkat menjadi PNS melalui jalur tanpa tes, H. Nasrullah Mukhtar mengharapkan Pemerintah Provinsi Aceh untuk mengusulkan GTKHNK 35+ menjadi tenaga P3K tanpa tes. Kesempatan itu masih terbuka lebar dengan sisa kuota mencapai 300 ribu orang secara nasional.

Ketua PGRI Aceh pada kesempatan itu menyebutkan, mereka turut mendukung untuk memperjuangkan GTKHNK 35+ menjadi PNS lewat jalur tanpa tes. Bahkan kata dia, pihaknya telah mengusulkan hal tersebut Presiden RI. “Kami siap membantu dan siap mendapmpingi. Kita saudara seprofesi. Kesempatan ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Agar cita-cita ini tercapai saya meminta semua GTKHNK 35+ terus belajar untuk mempersiapkan diri guna mengikuti seleksi P3K,” pintanya.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melalui Iskandar Syukri menyebutkan, pihaknya mendukung penuh perjuangan GTKHNK 35+. Pada kesempatan itu, Gubenrur Aceh itu mengucapkan terimakasih kepada 16.000 GTKHNK 35+ yang telah bekerja keras mencerdaskan anak bangsa di Provinsi Aceh.

“Melalui program Aceh Caroeng kita wujudkan pendidikan Aceh yang lebih maji dan bermartabat, 10.000 guru non PNS yang sedang bertugas di SMA/SMK/SLB kita perjuangkan jaminan hidup dan sejahtera agar mendapatkan regulasi yang diinginkan di tingkat nasional.“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah Swt, niscaya menapat pertolongan dari Nya,”kata Iskandar Syukri menutup sambutannya pada Musda GTKHNK 35+ di Gedung Arafah Asrama Haji Banda Aceh.

Di luar kegiatan Musda, Amisah, A.M.a selaku Ketua Musda GRTHKN 35+ kepada Harian Waspada menyebutkan, kalau pihaknya ingin mengetuk pintu hati Presiden RI agar dapat segera mengeluarkan Keppres pengantakan pihaknya menjadi PNS lewat jalur tanpa tes. “Pak Presiden…tolong berikan kami tanda jasa,” ucap Anisah,A.M.a penuh harap.

Maimun Asnawi

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2