Mentan Andi Amran: Melihat Mereka, Teringat Ibu Saya

  • Bagikan
Mentan Andi Amran: Melihat Mereka, Teringat Ibu Saya
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, Selasa (10/12) siang, menyerahkan bantuan 1 unit Combine Harvester kepada 6 ibu-ibu buruh tani yang dijumpai di Gampong Pinto Weu, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, dalam perjalanan dari Bandara Malikussaleh menuju Lapangan Upacara depan Kantor Bupati Aceh Utara di Landing, Lhoksukon. Bantuan ini diberikan Andi Amran dalam Apel Brigade Pangan.Waspada/Maimun Asnawi

TURUN dari pesawat di Bandara Malikussaleh, Selasa (10/12) pagi, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P disambut oleh Pangdam Iskandar Muda, Danrem 011/Lilawangsa, sejumlah Dandim, sejumlah Kapolres di Aceh, para kepala daerah, para kepala dinas serta oleh para tamu undangan lainnya.

Dari sana, Andi Amran Sulaiman naik mobil minibus yang diikuti oleh rombongan menuju Lapangan Upacara depan Kantor Bupati Aceh Utara di Landing, Kecamatan Lhoksukon menjadi pembina pada apel Brigade Pangan.

Saat mobil minibus yang ditumpangi Mentan melintasi Jalan Gampong Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, yang letaknya tidak seberapa jauh dari Bandara. Pemandangan dari kiri dan kanan jalan itu terlihat hamparan areal persawahan yang terbilang cukup luas, dengan padi yang menguning.

Di areal persawahan itulah, tepatnya di Gampong Pinto Weu, Andi Amran, melihat sekelompok ibu-ibu sedang memanen padi secara tradisional menggunakan sabit. Melihat pemandangan itu, Andi Amran, meminta sopir untuk berhenti.

Setelah menyapa dan berdialog kecil beberapa menit, Mentan meminta ibu-ibu petani untuk ikut dengan rombongan menuju Lapangan Upacara Landing, Lhoksukon. Ibu-ibu petani dengan memakai pakaian layaknya petani sawah; memakai tudung dan memegang sabit, dengan malu-malu memenuhi ajakan Andi Amran dengan menaiki salah satu mobil rombongan.

Tidak sampai 1 jam, Andi Amran bersama rombongan tiba di lapangan upacara. Di sana, Mentan langsung dipersilahkan oleh Master Ceremoni untuk naik ke mimbar menjadi pembina apel. Dan apel tersebut dipimpin oleh Komandan Kodim 0103/Aceh utara, Letkol Kav Mahkyar, ST.,MM.,MHI.

Saat sedang memberikan kata sambutan pada apel Brigade Pangan tersebut, Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P di hadapan seluruh peserta apel memberitahukan.

“Bapak dan ibu sekalian, kami tadi lewat di perjalanan. Tadi kami ketemu ibu-ibu yang sedang panen padi menggunakan sabit. Melihat mereka, aku teringat ibu saya. Kami adalah anak petani. Kami adalah anak dari Bintara Pembina Desa (Babinsa). Ibu kami adalah ibu rumah tangga, kerja di sawah. Saya katakan, aku harus melihat dia, memberi perhatian kepada mereka, karena dia adalah ibu saya secara ideologis,” kata Andi Amran Sulaiman dengan suara yang dipertega, agar dapat dipahami oleh seluruh peserta apel.

Selanjutnya, Andi Amran mengatakan. “Tadi orangnya datang. Kemana ibu, ibu ketuanya, naik ke sini, sini ibu,” panggil Andi Amran.

Mendapat panggilan dari Mentan, ibu-ibu petani itu kebingungan, antara percaya dan tidak percaya. Saat mengalami kondisi seperti itu, staf dari Kementan, meminta semua ibu-ibu petani itu untuk naik ke mimbar, karena mereka bukan dari kelompok tani, sehingga tidak ada ketua kelompok.

Dengan pakaian layaknya seorang petani dan dengan kaki dipenuhi bekas lumpur beranjak naik mimbar mendapingi Mentan di lapangan upacara tersebut. “Mana kunci Combine Harvester 1. Ini kuncinya, ibu bawa pulang,” kata Andi Amran setelah menyerahkan kunci Combine Harvester kepada salah seorang ibu-ibu petani itu.

Waspada yang menyaksikan adegan itu secara langsung, melihat kondisi ibu-ibu petani tersebut seperti mengalami perasaan antara percaya dan tidak percaya dengan peristiwa yang dialami mereka pada hari itu. Mereka seperti mendapatkan durian runtuh.

Usai menyerahkan kunci Combine Harvester, Mentan memanggil. “Pak Dandim, Dandim yang tadi, Dandimnya mana,” tanya Pak Menteri. Mendapat panggilan, Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran maju untuk memberitahukan. “Petani ini dari Kecamatan Geurugok, Kabupaten Bireun Pak Menteri,” sebut Ali Imran memberitahukan.

Selanjutnya, Komandan Kodim 0103/Aceh Utara yang sedang bertindak sebagai pemimpin apel diminta untuk maju mendekat ke mimbar, “Maju saja Pak Dandim,” perintahnya. Dan Letkol Kav Mahkyar pun mendekat.

Kepada Komandan Korem 011/Lilawangsa dan Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Andi Amran menyampaikan, “Yang terpenting, Combine Harvester yang baru saya berikan itu, ada 15 sampai 20 orang. Tadi saya sempat berdialog dengan ibu-ibu petani, mereka memberitahukan saya, dalam satu hari, setiap orang bisa menghasilkan Rp.100 ribu. Itu artinya, setiap orang menghasilkan Rp.3 juta dalam sebulan. Dengan adanya bantuan ini, pendapatan ibu-ibu petani ini bisa meningkat menjadi Rp.10 hingga Rp.15 juta per bulan. Pendapatan ini dapat dibagi untuk 15-20 orang. Combine ini ibu pakai, ibu awasi bersama 20 petani lainnya,” sebut Andi Amran yang didengar langsung oleh penerima bantuan dan Komandan Korem 011/Lilawangsa serta Komandan Kodim 01013/Aceh Utara.

Kemudian, Andi Amran berseru. “Ada ga Babinsa. Danramil, ada ga di sini. Ibu ini supaya didampingi. Pak Pangdam ini aku kasih, Pak Dandim, Pak Makhyar, tidak ada yang minta macam-macam. Bantuan ini gratis, milik negara. Ini negara yang berikan. Silahkan dibawa panen ke mana-mana. Nanti, ibu cari sopir (operator) yang bisa bawa. Kemudian, penghasilannya bagian ibu-ibu dan ikut mengawasi. Combine ini mampu bekerja 2-3 jam untuk 1 hektar. Ini negara berikan kepada ibu-ibu. Ga boleh bayar apa-apa. Aku salam, aku foto, sini,” kata Andi Amran. Selesai bersuwa foto dan bersalaman, ibu-ibu petani tersebut diminta untuk kembali ke tempat semula.

Tiba di bawah tribun, satu dari enam petani yang menerima bantuan dari Mentan RI bernama Zalikha, kepada awak media mengatakan. “Syukur Alhamdulillah. Terimakasih Pak Menteri,” ucapnya mewakili teman-teman. Terakhir, Waspada mengetahui, ke enam ibu-ibu buruh tani itu ternyata warga Gampong Samuti Krueng, Kecamatan Geurugok, Kabupaten Bireuen. Dan ke enam buruh tani itu adalah anggota dari Kelompok Tani Na Usaha 1.

Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I




Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Mentan Andi Amran: Melihat Mereka, Teringat Ibu Saya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *