PAGAR Gunung merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Pagar Gunung adalah desa kelahiran Ompung kami Alm. Jasaidun.
Tahun ini kami berkesempatan membuat arisan keluarga Alm. Jasaidun ke Desa Pagar Gunung untuk sekaligus menyembelih hewan kurban di kampung Ompung kami ini.
Dari Medan pada Senin, 17 Juni 2024 setelah sholat Idul Adha kami berangkat pukul 10.00 WIB, sampai di Sipirok sholat Magrib di Masjid Agung Syahrun Nur, Sipirok, dari Sipirok kami menginap di Hotel milik Pemprovsu di Panyabungan.
Pada Selasa, 18 Juni 2024 pukul 7.30 kami menuju Desa Pagar Gunung lebih kurang perjalanan 2 jam dari Pusat Kota Panyabungan, sekira 12 km dari Kotanopan. Di desa ini sudah ditunggu warga yang ingin menyembelih qurban, karena diperkirakan kami sampai pukul 09.00. Namun karena kondisi jalan yang rusak parah, kami baru sampai pukul 10.00 WIB.
Dari Kotanopan menuju Desa Pagar Gunung, Kabupaten Mandailing Natal jalannya rusak parah terutama dari Desa Sibio-bio menuju Desa Pagar Gunung, kondisi batu-batu berserakan di badan jalan.
Bahkan paritnya tertutup dan di beberapa titik terjadi longsor. Saat hujan, badan jalan licin, warga melintas harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan menanjak dan sisi kiri-kanan terdapat jurang yang dalam.
Menurut Ansor, warga Desa Pagar Gunung, jalan menuju Desa Pagar Gunung rusak parah sehingga sulit dilalui kendaraan. Sudah puluh tahun lamanya ruas jalan ini tidak pernah lagi disentuh pembangunan, sejak Kabupaten Madina ini dipecah dari Tapanuli Selatan.
Kawasan Pagar Gunung sendiri menyajikan keindahan alam berupa panorama di atas awan, air terjun dan kebun kopi. Kegiatan warga Desa Pagar Gunung, selain bertani juga berkebun kopi. Kopi Pagar Gunung sudah terkenal. Di Medan juga ada dijual kopi Pagar Gunung.
Kepala Desa Pagar Gunung, Yusnan Daulay mengatakan kerusakan jalan itu membuat pengendara kesulitan melintas. Kondisi itu pun menyebabkan biaya transportasi ke Desa Pagar Gunung relatif mahal, mencapai Rp.25.000,-. Kendaraan umum hanya masuk sekali sepekan ke desa ini, hari Sabtu saat pekan di Kotanopan.
Yusnan berharap pemerintah segera membangun jalan, terutama titik terparah antara Desa Sibio-bio dan Pagar Gunung. Warga mendambakan pembangunan jalan tersebut agar transportasi lancar dan mudah membawa hasil perkebunan dan pertanian ke Pasar Kotanopan.
Secara terpisah, Haris Nasution pengunjung yang datang ke Desa Pagar Gunung pada Selasa, 18 Juni 2024 mengaku sangat prihatin melihat kondisi jalan menuju Desa Pagar Gunung. Karena itu dia berharap perbaikan dari dinas terkait atau Pemkab Madina.
Aek Sijorni
Setelah menikmati alam di kampung halaman Ompung kami, pada 19 Juni 2024 kami kembali dari Desa Pagar Gunung menuju wisata alam air terjun Aek Sijorni (air yang bersih) yang ada di Kecamatan Sayur Matinggi, Kab. Tapanuli Selatan.
Air di Aek Sijorni memiliki daya tarik tersendiri di mana airnya tidak pernah kotor walau di musim hujan maupun di musim kemarau. Air terjun bertingkat ini bersih dan tidak mengandung lumpur.
Memasuki kewasan ini kita harus melalui jembatan gantung Sungai Sayur Matinggi dengan menaiki ojek atau di kawasan ini disebut RBT. Kenderaan roda dua untuk satu orang ini tarifnya Rp.10.000. Sedangkan harga tiket masuk ke Aek Sijorni dibandrol Rp.20.000 dan untuk sewa pondok Rp.50.000. (Teks & Foto Oleh Hamdi Nasution)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.