Waspada
Waspada » Menggali Skill Sebelum Berbaur Kembali Dalam Masyarakat
Aceh Features Headlines

Menggali Skill Sebelum Berbaur Kembali Dalam Masyarakat

WARGA binaan Lapas Kelas IIA Lhokseumawe sedang memotong besi di ruang bimbingan kerja (bimker), Sabtu (21/2). Di sana warga binaan telah dilatih berbagai keahlian. Waspada/Zianal Abidin
WARGA binaan Lapas Kelas IIA Lhokseumawe sedang memotong besi di ruang bimbingan kerja (bimker), Sabtu (21/2). Di sana warga binaan telah dilatih berbagai keahlian. Waspada/Zianal Abidin

SEJUMLAH warga binaan Lapas Kelas-II A Lhokseumawe, tampak sedang berada di ruang bimbingan kerja (bimker).

Mereka sibuk memotong bersi dan kayu.

Para napi mendapat pelatihan pengelasan dan perabotan.

Selama menjalani masa hukuman penjara, mereka aktif berlatih berbagai skill mengolah kayu dan besi.

Napi terus menggali keahliannya, sebelum kembali dalam masyarakat.

Begitulah kondisi bimker di bekas Barak-I Lapas Lhokseumawe saat ini.

Sebelumnya, ruang bimker berada di samping Mushalla Lapas.

Ketika itu, ruang bingker di sana dilengkapi dengan TV, rice cooker, dispencer, dan kipas angin.

Kondisi di ruang bingker lama tersebut, sempat terekam video, sebelum dibongkar.

“Gambar yang terdapat dalam video tersebut adalah gambar dan video lama yang pernah beredar sekitar pada tahun 2018 dan 2019 yang lalu,” jelas Kepala Lapas Lhokseumawe, Nawawi, SH.

Namun, sekarang ruang itu tidak difungsikan lagi.

Pusat bimbingan kerja napi, telah dipindahkan ke bekas Barak-I yang berada di pingir penjara.

Sebelumnya Barak-I tersebut merupakan ruang tahanan.

Untuk keamanan warga binaan, seluruh ruang tahan di barak dipindah ke dalam.

Ruang itu telah dijadikan ruang bimker baru.

Di sana warga binaan telah dilatih berbagai keahlian.

Mereka mampu membuat tempat bunga hias dari besi.

Sejumlah napi juga telah bisa menghasilkan handicraft, seperti tas souvenir Aceh, kerawang Aceh dan dompet khas Aceh.

“Rencananya, tahun ini sudah bisa berproduksi. Setiap hasil penjualan dari handicraft, kita perhitungkan ongkos kepada mereka (napi) yang dipekerjakan,” jelas Nawawi.

Murhadi, 49, salah seorang napi yang telah dilatih keahlian di ruang bimker Lapas mengaku akan segera menyelesaikan masa tahanan.

Dengan keahlian yang diterimanya, napi kasus Narkoba tersebut mengharapkan bisa mendapatkan perkerjaan layak setelah keluar penjara.

Lapas Kelas-II A Lhokseumawe saat ini membina sejumlah 571 napi.

Mereka umumnya tersandung kasus Narkoba.

Selain mendapat pendidika keahlian mengolah kayu dan besi, sejumlah napi juga telah menyerap pendidikan agama.

Bahkan belasan warga binaan tersebut menjadi hafidz.

Warga binaan juga mendapat pendidikan agama melalui ustad dari luas Lapas.

Mereka mendapat pendidikan Fiqih dan ibadahan.

Bahkan sejumlah napi, saat ini telah mampu menjadi imam shalat. Zainal Abidin

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2