Waspada
Waspada » Menelusuri Jejak Pongo Abelli Di Kawasan Hutan Aceh Tamiang
Aceh Features Headlines

Menelusuri Jejak Pongo Abelli Di Kawasan Hutan Aceh Tamiang

INDUK orangutan di kawasan kebun milik warga di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Waspada/Muhammad Hanafiah
INDUK orangutan di kawasan kebun milik warga di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Waspada/Muhammad Hanafiah

ORANGUTAN Sumatra (Pongo abelli) adalah spesies orangutan terlangka.

Orangutan Sumatra hidup dan endemik di Sumatra.

Tubuh orangutan Sumatra lebih kecil daripada orangutan Kalimantan.

Berdasarkan penelusuran Waspada di Kabupaten Aceh Tamiang, orangutan Sumatra ada di kawasan Kampung Lubuk Sidup dan Kampung Tanjung Glumpang, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain itu, orangutan juga ada di seputaran Kampung Aras Sembilan dan Alur Jambu serta sejumlah kawasan lainnya di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.

Hasil penelusuran Waspada, orangutan juga ada ditemukan di kawasan Kampung Tenggulun, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.

Hasil penelusuran Waspada di daerah tersebut, ada sejumlah orangutan Sumatra yang hidup bertualang di areal lahan kebun karet, kelapa sawit, kebun durian milik warga setempat dan kawasan hutan kecil yang ada di kampung tersebut.

Orangutan yang biasanya bermain dan mencari makan di hutan pinggiran kawasan Kampung di daerah tersebut, namun ketika tiba musim buah orangutan mendatangi kebun durian milik warga yang ada di kawasan tersebut.

Berdasarkan pengamatan Waspada, kehidupan orangutan di Kabupaten Aceh Tamiang sudah terancam punah akibat adanya alih fungsi lahan hutan yang diolah menjadi areal kebun sawit milik warga dan milik perusahaan perkebunan Negara maupun milik perusahaan swasta dan perkebunan milik perorangan di Aceh Tamiang.

Habitat Pongo abilli sudah terganggu dan rusak akibat adanya alih fungsi lahan hutan menjadi areal perkebunan kelapa sawit.

Selain itu, ditambahkan lagi berdasarkan informasi yang diperoleh Waspada dari warga setempat, keberadaan orangutan juga ada diburu oleh pemburu yang ingin menangkap satwa yang dilindungi oleh Pemerintah (Negara) untuk diperjual belikan satwa langka itu kepada pecinta binatang yang ingin memelihara orangutan.

Pengamatan Waspada di Aceh Tamiang, orangutan yang mempunyai anak,membuat sarang dari daun kayu sebagai “rumah “tinggal bagi anaknya istirahat pada malam hari agar tidak basah kuyup jika turun hujan.

Sedangkan induknya juga membuat sarang yang terbuat dari dedaunan untuk tempat tinggal atau istirahat pada malam hari di atas pohon.

Hasil pengamatan Waspada, orangutan pada pagi hari keluar dari sarangnya dan selanjutnya berayun dari satu pohon ke pohon lainnya untuk pergi bergerilya mencari makanan untuk dirinya dan anaknya.

Pada sore hari orangutan baru pulang ke sarangnya di atas pohon.

Sampai saat ini Waspada belum memperoleh data yang pasti berapa jumlah orangutan yang masih hidup di Kabupaten Aceh Tamiang.

Namun, keberadaannya terancam punah karena status alih fungsi kawasan hutan menjadi areal perkebunan kelapa sawit dan terancam punah karena satwa ini diburu oleh pemburu untuk dijual kepada pencinta binatang yang ingin memelihara Pongo Abilli bukan di habitatnya. Muhammad Hanafiah

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2