Lumpuh Dan Miskin Tak Menggoyahkan Iman Siti Ramlah Ditawarkan Berpindah Agama

  • Bagikan
Lumpuh Dan Miskin Tak Menggoyahkan Iman Siti Ramlah Ditawarkan Berpindah Agama
SITI Ramlah, penderita lumpuh dibesuk Lurah Bukit Kubu bersama Ketua RT. Waspada/Asrirrais

SITI Ramlah duduk selonjoran di atas lantai semen rumah ibunya. Ibu dari tiga orang anak yang kini berstatus janda tersebut tak bisa lagi beraktivitas seperti ibu-ibu pada umumnya karena sejak tahun 2015 ia menderita lumpuh.

Kedua kaki perempuan berdarah Jawa dan Aceh yang tak tamat SD ini lemah. Ia tidak bisa lagi berjalan. Dengan kondisi fisik yang abnormal ini, Siti Ramlah, hanya bisa pasrah dan sabar menerima cobaan berat ini.

Hari-harinya, perempuan berikulit kuning langsat dan bertubuh sedikit gemuk ini ditemani oleh sang ibu tercinta, Siti, yang sudah berusia senja. Di rumah tua berdinding papan lapuk berukuran 4 x 5 meter inilah mereka tinggal.

Penyakit lumpuh yang sudah lama diderita Siti Ramlah ternyata mendapat perhatian dari lurah yang masih baru menjabat. Lurah Bukit Kubu, Rahmatsyah, bersama Ketua RT Khairun Nizar, datang membesuk, Sabtu (25/5) sore.

“Silahkan masuk Pak,” sambut Siti Ramlah yang awalnya tidak mengenal kalau tamu yang datang membesuknya adalah lurah yang masih baru beberapa bulan menjabat di Kel. Bukit Kubu.

Lurah ketika bertanya apakah selama ini keluarga miskin ini ada mendapat bantuan sosial dari pemerintah. “Kalau masalah bansos, saya dan ibu saya selalu mendapat,” ujar Siti Ramlah menjawab pertanyaan lurah.

Namun, yang menjadi masalah baginya, ia tidak tidak bisa berobat gratis ke rumah sakit karena ia tidak memiliki BPJS Kesehatan. Ia hanya bisa menjalani pengobatan lewat traphy kampung dan itu pun kalau ia memiliki uang.

Siti Ramlah menceritakan, sewaktu ia masih bersama dengan suaminya, ia pernah dirawat di RS Pertamina, karena pada masa itu sang suami termasuk peserta BPJS Kesehatan karena ia karyawan di perusahaan swasta.

Namun, karena kondisinya penyakitnya yang tak kunjung sembuh, sang suami memutuskan menceraikannya. Setelah resmi bercerai, sang suami memutus untuk berhenti bekerja dan ia pulang ke kampung halamannya ke Tebing Tinggi.

Yang membuat Ramlah sangat sedih, ia harus berpisah dengan dua anaknya karena dibawa sang suami. Namun begitu, ibu yang sudah tak berdaya ini masi tetap bersyukur karena putra sulungnya, Jandry Rikardo Sitompul, 20, masih tinggal bersamanya.

Ramlah menceritakan, mantan suaminya itu telah kembali ke agama asalnya. “Saya dulu pernah ditawari mertua kalau mau masuk agama mereka, saya dibawa tinggal bersama mereka,” kata Ramlah menolak murtad dengan alasan apa pun.

Ramlah sama sekali tak memiliki penghasilan. Untuk memenuhi kebutuhan nafkah sehari-hari, ia mengaku dibantu adiknya, termasuk putra sulungnya yang bekerja hanya mocok-mocok.

Meski memiliki keterbatasan fisik akibat sakit stroke yang sudah menahun, ditambah kondisi ekonomi keluarga yang lemah, tapi Ramlah, termasuk ibunya selalu bersyukur dengan apa yang ada dan mereka tidak pernah mengeluh.

Ketua RT Khairun Nizam mengaku salut melihat kesabaran dan ketabahan keluarga ini. “Sepanjang yang satu ketahui, mereka tidak pernah mengeluh dengan segala keterbatasan hidup yang mereka alami,” imbuhnya.

Asrirrais




Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Lumpuh Dan Miskin Tak Menggoyahkan Iman Siti Ramlah Ditawarkan Berpindah Agama

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *