JAKARTA (Waspada): Sebagai negara agraris, kehidupan petani Indonesia secara umum masih belum memberikan peluang untuk menjadi sejahtera. Modal kerja untuk bibit, pupuk dan lain-lainnya lebih menjerat petani karena mereka biasanya meminjam terlebih dulu pada tengkulak. Hal ini akan semakin mengikat bagi petani yang tidak memiliki lahan dan bekerja secara bagi hasil. Akan tetapi melalui program “Makmur” yang mengusung pendekatan kemitraan multi pihak (KMP) PT. Pupuk Indonesia, Badan Usaha Milik Negara memberikan harapan untuk para petani Indonesia dalam meningkatkan produktivitas yang tentunya berdampak pada naiknya tingkat kesejahteraan petani.
“Program Makmur ini memperoleh penghargaan inovasi terbaik dalam model bisnis sosial dan produktivitas pertanian yang luar biasa. Lebih dari 160.000 petani skala kecil memperoleh akses untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menaikkan pendapatannya. Memang angka tersebut masih kecil namun melihat keberhasilannya, kami yakin akan meningkatkan juga jumlah petani yang sejahtera,” ujar Burmansyah, Manajer Proyek Program Makmur BUMN PT. Pupuk Indonesia, baru-baru ini.
Dijelaskan, Program Makmur sendiri kemitraan multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan tujuan membantu petani meningkatkan penggunaan pupuk dan input pertanian lainnya. Burmansyah sendiri memulai karirnya di PT. Pupuk Kaltim, –juga BUMN—yang bergerak di bidang produksi dan penjualan pupuk pada tahun 2006. Berkat inovasinya ini, Burmansyah berhasil menjadikan proyek kemitraan tersebut sebagai program unggulan PKT, yang malah kemudian diadopsi Pupuk Indonesia—perusahaan induk PKT dan Burmansyah pun tahun 2022 pindah ke Pupuk Indonesia.
Program Makmur ini meroket dan terbukti berhasil menyabet beberapa penghargaan di antaranya The Best Innovation in Social Business Model dalam ajang iNews Maker Award 2021, Outstanding Agricultural Productivity Improvement Program dalam ajang BUMN Award 2021, dan Juara Pertama dalam ajang Pupuk Indonesia Innovation Award 2022
Burmansyah mengungkapan, ide awal Program Makmur ini, berawal dari temuan bahwa petani skala kecil seringkali enggan membeli pupuk karena terbatasnya biaya dan ketidakpastian penjualan hasil panen mereka. Bahkan kalaupun memberi pupuk, petani memberikannya secara berlebihan. Efek samping pemakaian berlebihan selain pemborosan juga merusak kesuburan tanah.
Berangkat dari pengetahuan inilah Program Makmur mulai dirintis. Pemakaian pupuk bagi petani adalah keharusan karena 30 hingga 50 persen hasil panen secara global ditunjang oleh penggunaan pupuk. Agar pupuk sampai ke petani dengan baik dan benar, Burmansyah menciptakan Program Makmur yang pada awalnya disebut dengan Agrosolution.
Sinergi Positif dan Menguntungkan
Model ini menyatukan perusahaan-perusahaan non kompetitor, termasuk di antaranya perusahaan benih, perusahaan perlindungan tanaman, lembaga keuangan, dan off-taker, untuk menjangkau lebih banyak petani skala kecil. Misalnya, jika Pupuk Indonesia menargetkan wilayah baru, mereka akan menjangkau perusahaan input pertanian lain yang sudah aktif di wilayah tersebut dan menjalin kemitraan untuk melaksanakan kegiatan lapangan bersama. Hal ini membantu mengurangi biaya serta memanfaatkan keterampilan dan pengalaman semua pelaku yang terlibat untuk menjangkau lebih banyak petani skala kecil.
Model ini mengakui adanya sinergi antar berbagai pelaku pasar dan makin banyaknya petani yang dapat dijangkau melalui pemanfaatan pengetahuan, sumber daya manusia, dan jaringan lokal masing-masing mitra. Pendekatan kolaboratif ini memberi wawasan penting mengenai kebutuhan dan tantangan petani serta mitra. Dengan bersatu, semua pihak yang terlibat dalam kemitraan ini mampu mengidentifikasi peluang untuk produk baru dan ekspansi pasar. Dampak selanjutnya adalah akses bagi petani ke berbagai produk pertanian berkualitas menjadi lebih terjangkau. Bagi Pupuk Indonesia, ini tentu saja membantu petani memahami pentingnya bekerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya untuk memperbesar pasar pupuk.
Kementerian BUMN, sebagai lembaga yang mengawasi Pupuk Indonesia, kini mengakui pendekatan multipihak ala Program Makmur sebagai praktik yang patut diperhitungkan untuk meningkatkan penghidupan petani dan menjamin ketahanan pangan nasional. Pengumpulan data mengenai usaha pertanian yang dijalankan oleh petani dalam Program Makmur juga mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian, dan informasi ini direncanakan akan digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data di tingkat pusat.
Program Makmur telah mendapat pengakuan secara nasional dan dukungan dari Kementerian BUMN. Cakupan model ini diperluas yang dari awalnya untuk tanaman pangan, kini juga dicoba ke sektor perikanan, peternakan, bahkan perkebunan. Selain itu, sejumlah BUMN lain dari berbagai sektor (perbankan, logistik, dll.) juga ikut bergabung dalam model ini. Alhasil, Program Makmur kini memiliki target penjangkauan yang jauh lebih besar. Selain itu, Pupuk Indonesia juga membuat forum meja bundar (roundtable forum) sebagai wadah bagi kelima anak perusahaannya untuk berkoordinasi dan menyesuaikan model bisnis mereka ke dalam Program Makmur.
Berkat forum ini, kelima anak perusahaan tersebut dapat saling berbagi pengalaman dan meniru praktik-praktik yang berhasil. Sesi ini juga memungkinkan mereka menambah wilayah pemasaran baru karena mereka dapat saling melengkapi kegiatan dengan menargetkan sejumlah kelompok tani di kabupaten atau kecamatan yang sama dan menawarkan beragam produk yang lebih cocok untuk tanaman tertentu. Agar program ini berhasil memang diperlukan kolaborasi dan sinergi antar bidang yang terkait dalam pertanian.
Ketika semua pihak dalam rantai nilai pertanian, termasuk petani, lembaga pemerintah, lembaga penelitian, dan perusahaan swasta, menyelaraskan upaya mereka dan berkolaborasi secara efektif, kemajuan luar biasa dapat dicapai. Dengan memanfaatkan potensi kolektif ini, pertanian Indonesia dapat mengalami transformasi signifikan yang mengarah ke peningkatan produktivitas, peningkatan kesejahteraan petani, dan pembangunan berkelanjutan.
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.