H.Fadhlan Zainuddin, S.Pd.I Berhasil Mendidik 6 Anaknya Jadi Qori Qoriah

  • Bagikan
H Fadhlan Zainuddin,S.Pd.I bersama mahbubah(isteri) dan enam anak yang qori dan qoriah serta menantu dan cucu. Waspada/ist
H Fadhlan Zainuddin,S.Pd.I bersama mahbubah(isteri) dan enam anak yang qori dan qoriah serta menantu dan cucu. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): BUAH jatuh tak jauh dari pohonya. Pepatah ini, sangat tepat disebutkan untuk Al-Ustad, Drs H Fadhlan Zainuddin, S Pd.I penduduk Jln.Yos Sudarso Km.9,5 Kelurahan Mabar Lingk.2 N0.97, yang tercatat sebagai qori nasional dan internasional. Prestasinya dicatat sebagai qori terbaik MTQ Asia Tenggara di Thailand tahun 1993. Peraih Qori terbaik MTQ Internasional di Teheran Iran tahun 2003.

Pernah juga menjadi Qori undangan Haflah Alquran Internasional di Turki,Iran,Thailand,Malaysia,Singapura.
Berhasil menjadi qori hingga Internasional,ternyata enam anaknya juga ikut jejaknya.

Mereka adalah, Fikri Munawwar (Sarjana Pertanian alumni UNRI). Fathinah Masthurah (Sarjana Bahasa Arab alumni UINSU). Farhan Muhammadi (Sarjana Tarbiyah alumni PTIQ Jakarta). Fathmah Muthiah (sedang menyelesaikan ilmu tafsir di IIQ jakarta).Fahima Mashalani (mahasiswi bahasa Inggris UINSU) dan Fathullah Mursyidi (Kelas 2 Tsanawiyah Al Washliyah Tembung.

“Alhamdulillah, mereka ikut jejak saya menjadi qori dan qoriah, prestasi membahagiakan dunia akhirat,”ungkapnya Sabtu(13/11).

Sesaat Ustad yang pernah menjadi Hakim MTQ Internasional di Kuala Lumpur Malaysia tahun 2015 dan Hakim MTQ Internasional di Teheran Iran tahun 2012 dan 2014 itu, tertegun.

Bagaimana ia bisa mengusung anak-anaknya menjadi qori dan qoriah?

Sembari melihat koleksi tropy dan piagam penghargaan atas namanya dan nama anak-anaknya. Suaranya sedikit parau saat menyebutkan, prestasi diraih anak-anaknya.

“Selain qori saya juga guru qori, ketika saya mengajar kemana-mana, anak-anak selalu saya bawa. Kemudian saya mengenalkan kepada mereka bahwa guru Alquran itu mulia.Dan seorang qori/qoriah itu disayang Allah dan RasulNya karena mendakwahkan Alquran,”tuturnya.

Selanjutnya, sambung H Fadhlan Zainuddin,memberi motifasi kepada anak- agar bisa mengikuti profesinya sebagai qori.

Bahkan, kata dia, lima orang anaknya sudah sampai ke even MTQ Nasional.Satu orang di even propinsi.

“Saya sangat bahagia, ditengah pandemi Covid-19, 3 orang anak saya,sering diminta via zoom tilawah Alquran oleh negara Malaysia dan Singapura serta India dan Banglades. Itu sebuah anugerah dan sejarah yang akan saya catat sepanjang masa.

Menyebutkan nama ayahynya H.Zainuddin Thaha,dan ibunya almh Hj.Syamsiyah Yusuf tinggal di Kelurahan Mabar Medan Deli keduanya bukan qori qoriah. Namun mereka rutin membawa anak-anaknya ke majelis-majelis Alquran dan pengajian-pengajian agama.”Semoga orang tua saya senatiasa dirahmati dan dalam pemeliharaan Allah SWT. Amin,”ungkapnya.

Itu artinya, kata dia, setiap orang tua, bisa mengusung anak-anaknya menjadi qori dan qoriah. Yang terpenting adalah,
mengenalkan lebih dini Kitab Suci Alquran. Kenalkan generasi untuk dekat dengan agama Alquran.

Bawa mereka bersama kita dalam majelis agama dan Alquran. Bisa juga mengawali sejak anak dalam kandungan, sampai seterusnya. Jangan pernah lalai perhatian kita untuk mengkordinir mereka. Sebab, anak adalah Al-Baqiyat Ashsholihat sampai kita menemui Allah.

Apa target setelah berhasil meraih prestasi keluarga qoriah ini? Alumni Antropologi FISIP-USU tahun 1994, menyebutkan saat ini ia dan anak-anaknya mengajar di Pondok pesantren khusus kaderisasi qori qoriah dan hafizh hafizhah di Bandar Khalifah. “Kami namakan Pondok Madrasah Al-Qur’an Fadhlul Qurro’. Alhamdulillah, saya telah menjadikan anak-anak saya generasi Islami dan mengajak anak-anak muslim lain belajar,”pungkasnya.
Anum Saskia

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *