Waspada
Waspada » Gara-gara Simpan Uang Sabu, Sunarti Nyusul Kekasih Ke Penjara
Features

Gara-gara Simpan Uang Sabu, Sunarti Nyusul Kekasih Ke Penjara

HAKIM ketua Tengku Oyong membacakan identitas terdakwa dalam persidangan virtual di Ruang Cakra VII PN Medan, Selasa (23/3). Gara-gara simpan uang sabu, sunarti nyusul kekasih ke penjara.
HAKIM ketua Tengku Oyong membacakan identitas terdakwa dalam persidangan virtual di Ruang Cakra VII PN Medan, Selasa (23/3). Gara-gara simpan uang sabu, sunarti nyusul kekasih ke penjara.

MEDAN (Waspada): MALANG nian nasib Sunarti. Bagaimana tidak, rencana nikah dengan kekasihnya Nanang Zulkarnain alias Tembong terpaksa harus ditunda. Padahal, kekasihnya Zulkarnain yang masih berstatus napi di Lapas Tanjunggusta itu, sudah berjanji akan menikahi Sunarti setelah bebas dari penjara.

Apa daya. Takdir berkata lain, Sunarti malah ikut nyusul ke penjara lantaran ketahuan menyimpan uang hasil penjualan sabu yang dikendalikan kekasihnya dari balik lapas.

Alhasil, warga Klambir V Kebun Kab Deliserdang, jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut, Jaksa Maria FR Tarigan menuturkan, perkara yang menjerat Sunarti berawal 10 Agustus 2020 sekitar pukul 15.00, di Jl Marelan Pasar V, Medan Marelan.

Saat itu, terdakwa Taufik Hidayat (berkas terpisah) ditangkap oleh Petugas BNN, karena menemukan sabu di motornya. Saat diinterogasi Taufik mengaku, sabu diperoleh dari Ismail Is atas suruhan Nanang Zulkarnain alias Tembong yang tak lain adalah kekasih Sunarti.

“10 Agustus 2020, terdakwa ditangkap di Dusun VIII Gg Waru Klambir V Kebun, bersama dengan Mariam Teddy Terkelin Sitepu dan Ismael, adapun yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa adalah petugas BNN,” ucap jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong dalam sidang virtual di PN Medan, Selasa (23/3).

Terdakwa ditangkap petugas BNNP Sumut, karena Ismael membawa sabu milik Nanang Zulkarnain yang merupakan calon suami terdakwa. “Pada saat ditangkap Ismael juga berada di rumah terdakwa,” kata jaksa.

Dijelaskan jaksa, terdakwa memang sudah mengenal Nanang dan berencana akan menikah begitu Nanang ke luar dari penjara.

Nanang juga memenuhi kebutuhan hidup Sunarti. “Awalnya terdakwa selalu diberikan uang belanja setiap terdakwa mengantar makanan Nanang, pada saat terdakwa berkunjung,” sebut jaksa.

Tetapi, di kemudian hari sejak Nanang meminta terdakwa untuk membuka rekening, terdakwa langsung mengambil uang dari Nanang melalui ATM yang ia pegang. Sementara, Nanang memegang aplikasi internet banking, yang atas nama anak terdakwa yakni Mariam Teddy Terkelin Sitepu.

Lalu, saat terdakwa berkunjung ke Lapas Tanjunggusta, kartu simcard yang sudah terdaftar aplilkasi Internet banking ia serahkan ke Nanang dan buku tabungan serta ATM ada pada terdakwa.

Disebutkan, selama terdakwa berhubungan dengan Nanang, ia selalu diberikan uang seminggu sekitar Rp1.000.000, kemudian diberikan rumah.

Atas perbuatannya, diancam Pidana pasal 114 (2) Jo. Pasal 132 (1) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (Rama Andriawan/F).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2