Dr. H. M. Nurdin Amin, Lc.SH.MA: Anak Dan Cucunya Penghafal Alquran

Dr. H. M. Nurdin Amin, Lc.SH.MA: Anak Dan Cucunya Penghafal Alquran

  • Bagikan
Dr. H. M. Nurdin Amin, Lc.SH.MA, dan Dr. Hj. Halimatussa'diyah, MA bersama anak-anaknya penghafal Alquran. Waspada/Ist
Dr. H. M. Nurdin Amin, Lc.SH.MA, dan Dr. Hj. Halimatussa'diyah, MA bersama anak-anaknya penghafal Alquran. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): SEKILAS tidak ada yang istimewa jika datang ke kediaman Dr. H. M. Nurdin Amin, Lc.SH.MA, Pimpinan Perguruan Yayasan Al Marwa Medan dan Dr. Hj. Halimatussa’diyah, MA (Qoriah Nasional/Dosen) di Jl.Gotongroyong/Jl. Jermal X No 6-H, Medan Denai.

Asesoris rumah tampak sederhana meski terlihat luas.

Namun, setelah berbincang dengan siempunya rumah(Dr. H. M. Nurdin Amin, Lc.SH.MA dan isterinya Dr. Hj. Halimatussa’diyah, MA, Senin(22/11), diketahui mereka mempunyai catatan prestasi yang luar biasa.

Ya, pasangan ini memiliki empat orang anak yang tercatat sebagai penghafal Alquran dan meraih gelar sarjana bahkan cucunya juga sudah jadi penghafal Alquran sejak usia 6 tahun.

Dr.HM Nurdin,menyebutkan, anak pertamanya, Hj. Marwa Nurdin Amin, SKM, MKM adalah hafiz 30 juz bersanad, saat ini dosen FKM di UINSU.

“Saya ingat betul bagaimana ekspresinya kala juara II tingkat Provinsi Sumatera Utara Tafsir Bahasa Inggris tahun 2008 di Tanjung Balai. Bagianya juara itu bagian dari lelahnya belajar. Sangkin senangnya juara, diapun minta hadiah kepada ibunya yang juga qoriah internasional. Dan kebiasaan kami memberi hadiah setiap anak-anak berhasil dengan hafalan Alquran,”ucap Nurdin sembari menyebutkan puterinya ini alumni SKM USU, alumni MKM Universitas Indonesia, Depok. Alumni Al Washliyah Menteng VII Medan. Alumni Pesantren Raudhatul Hasanah dan alumni Islamic Centre Jl. Pancing Medan.

Sambil membolak balik catatan perjalanan hidup persama keluarganya, Nurdin menyambung pembicaraan.

Bahwa, anak kedua bernama, dr. Mona Nurdin Amin, MKM adalah hafiz 10 juz, juara I 5 juz Tilawah Tingkat Kabupaten Deliserdang tahun 2005 di Hamparan Perak, Juara I 5 juz Tilawah di tingkat kota Medan tahun 2006 di adakan di Masjid Agung Medan. “Anak saya ini juga dokter spesialis paru, dalam pendidikan.Ia alumni pesantren Raudhatul Hasanah, alumni Islamic Centre Jl. Pancing Medan,”sebutnya.

Sedangkan anak nomor 3, lanjutnya, Hj. Munawaroh Nurdin, SE.ME.I,  sedang disertasi Doktor Ekonomi Islam S-3 di UIN SU pada program Ekonomi Islam. Kecerdasanya sudah terlihat sejak kanak-kanak. Prestasinya bidang Alquran adalah  hafiz 3 juz dan pernah juara I MTQ tingkat Kecamatan Medan Denai. “Pendidikan alumni pesantren Raudhatul Hasanah, alumni Islamic Centre Jl. Pancing Medan. Dosen UMN Al Washliyah Medan,”ucapnya.

Anak nomor empat, sambung dia, bernama,Maha Nurdin Amin, SE. MSi. Ak. CA. Ia tercatat sebagai hafiz 5 juz Al-Quran, juara I hafiz satu juz, perguruan tinggi, mengikuti tingkat provinsi di Padang Sidimpuan.
“Jenjang pendidikan, alumni pesantren Raudhatul  Hasanah Medan, alumni Islamic Centre Jl. Pancing Medan,”sebutnya.
Bagaimana memotivasi anak-anak untuk giat belajar Alquran sedangkan belajar pendidikan umum juga mereka utamakan?

“Wah, kalau belajar Alquran memanggil guru mengaji ke rumah. Ada juga belajar bersama qori terkenal. Karena jauh, anak anak itu naik becak sampai ke Helvetia kerumah Ustadz H. Syamsul Anwar Lubis, agar dia belajar langsung dari pakar tajwid Kota Medan yang meneruskan dan mewarisi kepakaran ustadz H. Azrai Abdurrauf. Begitu mereka saya didik,”katanya.

Meski begitu, sambung dia, ibunya Dr. Hj. Halimatussa’diyah, MA, juga setiap pagi subuh mericek bacaannya. Jika ada yang kurang tepat bacaanya diperbaiki. Hingga mereka makin lancar membaca dan menghafal,”tukasnya.

Menurutnya, orangtua berpikir, bahwa basic anak Alquran harus ditanamkan sejak usia dini, sehingga saat usia SLTA ilmu Alqurannya sudah matang benar, teruji di forum MTQ dan tempat tempat pelatihan Alquran lainnya.
Nurdin mengakui, empat anak-anaknya penghafal Alquran ini juga cepat menyelesaikan pendidikan termasuk meraih gelar sarjana.

“Iya, mereka semua lancar sekolahnya, karena orang orang yang menghafal Alquran itu, daya hafalnya kuat untuk menyerap nata pelajaran apapun. Kalau kita lihat di pesantren pesantren tahfiz, anak anak itu sekolah di luar pesantren, pulang sekolah kembali ke pesantren tahfiznya, ternyata anak anak tahfiz selalu rangking satu dua di kelasnya,”paparnya.

Cucu Juga Tahfiz

Sambil mempersilahkan minum air zam-zam dan menikmati sajian kurma, Nurdin melanjutkan ceritanya. Bahwa, cucu cucu berusia 6 tahun harus dipastikan telah hafal juz Amma.

“Ya, wajib dalam keluarga kami usia 6 tahun itu hafal Juz Amma. Cucu atas nama, Mirza Ramadhan Lubis, Mohammad Risyad, Hifzhah Ilmiyah telah hafal Juz Amma,”ungkapnya.

Sedangkan, cucu lainnya, sambung Nurdin, kini, kelas I MTs Raisa Haniefa Rokan telah jadi hafiz 8 juz Alquran dan Mohammad Fikri Lubis hafiz 8 juz Alqur’an kelas II MTs.

“Ketiga anak itu, nomor satu, dua dan tiga lahir di Mesir dan sempat TK di Mesir. Saat mereka SD kalau lagi belajar tahfiz, kita kasi dia uang  untuk dicelengkan selanjutnya ditabungkan. Bahkan ada yang sudah punya uang 31 juta rupiah dan akan membayar pendaftaran haji jika usianya sudah cukup,”pungkasnya. Anum Saskia

  • Bagikan