Buah Manis Pengorbanan Agustina Mardika Manik - Waspada

Buah Manis Pengorbanan Agustina Mardika Manik

  • Bagikan
ATLET peraih medali emas Agustina Mardika Manik bersama suaminya A Barra Kumbara yang juga atlet atletik asal Pulau Jawa. Waspada/ist

Sabet Emas 1.500 Meter PON Papua

AGUSTINA Mardika Manik, atlet atletik asal Kabupaten Asahan berhasil menyumbangkan medali emas bagi Sumatera Utara di arena PON XX Papua, Senin (11/10).

Agustina meraih medali emas dari nomor spesialisnya lari 1.500 meter. Keberhasilan itu merupakan buah kerja keras dan pengorbanan Agustina dalam mengikuti latihan dan rela tinggal berbeda rumah dengan sang suami.

Atlet kelahiran 18 Januari 1995, putri keenam dari delapan bersaudara pasangan Alm Rajab Manik dan Dameria Siregar, warga Dusun II Desa Hutapadang, Kec BP Mandoge, Asahan ini mencatat waktu terbaik 4:28.98 detik untuk meraih medali emas.

Medali perak disabet atlet Nusa Tenggara Barat (NTB), Dian Ekayanti dengan catatan waktu 4:33.46 detik dan peringkat ketiga atlet DKI Jakarta, Novia Nur Nirwani dengan catatan waktu 4:35.55 detik

Kakak Sulung Agustina, Siti Khodizah Manik, saat dihubungi Waspada via seluler, Senin (11/10), mengatakan dia menunggu kabar adiknya yang sedang bertanding di Mimika Sport Complex, hingga ketiduran. Saat mendengar kabar dari Waspada adiknya mendapat medali emas, Khodizah langsung meluapkan rasa syukurnya hingga meneteskan air mata.

“Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, adik saya diizinkan mendapatkan medali emas di PON Papua,” kata Khodizah, tersedu-sedu karena bahagia.

Menurutnya, ini merupakan hasil kerja kerasnya karena adiknya yang baru setahun menikah, berlatih dengan gigih dan tidak pernah kenal lelah. Doa keluarga selalu menyertainya. Sehingga adiknya layak mendapatkan juara. Agustina merupakan sosok yang tidak gampang menyerah. Demi mengikuti pelatihan, dia rela pisah rumah dengan suaminya.

“Agustina menikah 14 Oktober 2020 lalu dan hanya dua bulan tinggal serumah dengan suaminya. Adik saya mempunyai target, sehingga rela pisah rumah dengan suami untuk mengikuti program pelatihan,” jelas Khodizah.

Selain itu, Khodizah mengakui bahwa mereka adalah dari keluarga sederhana dan anak petani, sehingga Agustina selalu menyisihkan rezeki dengan mengirimkan uang untuk orangtua dan keluarganya di kampung. Walau sudah setahun tidak pulang kampung, Agustina tetap berkomunikasi dengan keluarga.

“Agustina selalu berbagi rezeki dan selalu meminta doa restu saat dia akan bertanding,” jelas Khodizah.

Puncak Usia

Nurkarim Nehe mewakili masyarakat olahraga Asahan mengucapkan terima kasih kepada Agustina Mardika Manik telah menyumbangkan medali emas untuk Sumut di PON.

“Bangun terus prestasi sampai puncak usia sebagai atlet, dengan memberikan yang terbaik,” harap Nehe, penerima penghargaan Tokoh Pembina Olahraga Sumut sebanyak empat kali dari Gubsu Syamsul Arifin, Gatot Pudjo Nugroho, HT. Erry Nuradi, dan Edy Rahmayadi.

Nehe yang juga Ketua Dewan Kehormatan KONI Asahan terus mendorong Agustina untuk meraih medali emas nomor 800 m pada 13 Oktober nanti, termasuk atlet Asahan lainnya Shafwan Hafiz yang akan turun di nomor lompat tinggi pada 14 Oktober. Dengan demikian atlet Asahan bisa memberikan warna baru di Kontingen Sumut untuk cabor atletik. “Ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan,” ujar mantan Ketua KONI Asahan ini.

Sekum PASI Asahan, Taufik Ofik, mengaku sudah yakin kepada Agustina untuk mendapat meraih medali emas PON Papua. Keyakinan itu berkaca dari prestasi Agustina sebelumnya yang bisa diacungi jempol.

“Semoga Agustina bisa menambah medali di nomor lain. Maju terus atletik Asahan,” tukas Taufik yang juga Ketua Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (Isori) Asahan.

Ketua KONI Asahan, Harris ST, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya, karena pelatihan selama ini yang dijalani Agustina membuahkan hasil membanggakan.

“Kita bangga dengan Agustina, tetap memberikan yang terbaik untuk Asahan dan Sumut, bahkan Indonesia” tegas Harris. *Sapriadi/Bustami Chie Pit/F

  • Bagikan