Waspada
Waspada » Bocah Di Pidie Nekat Berjalan Di Jembatan Rusak Demi Sekolah
Features Headlines

Bocah Di Pidie Nekat Berjalan Di Jembatan Rusak Demi Sekolah

Beberapa bocah Dusun Geunie, Gampong (desa) Lok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, dengan mengenakan seragam SD berjalan di atas jembatan gantung yang sudah rusak parah. Besi jembatan ini sudah banyak keropos. Bila tidak segera ditangani secara serius, jembatan ini sewaktu-waktu bisa ambruk dan mengancam nyawa warga termasuk para bocah di Pidie yang kebetulan melintas, Rabu (26/8). Waspada/Muhammad Riza
Beberapa bocah Dusun Geunie, Gampong (desa) Lok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, dengan mengenakan seragam SD berjalan di atas jembatan gantung yang sudah rusak parah. Besi jembatan ini sudah banyak keropos. Bila tidak segera ditangani secara serius, jembatan ini sewaktu-waktu bisa ambruk dan mengancam nyawa warga termasuk para bocah di Pidie yang kebetulan melintas, Rabu (26/8). Waspada/Muhammad Riza

Menantang maut, mungkin ungkapan ini cocok untuk para pelajar SD yang berdomisili di Dusun Geunie, Gampong (desa-red) Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Selama lima tahun terakhir ini bocah-bocah yang bernomisili di dusun pedalaman itu menantang maut, mereka berjalan di atas jembatan gantung sepanjang 95 meter demi menuntut ilmu. Sepertinya tidak ada yang peduli terhadap nasib anak-anak SD, dan warga yang tinggal di Dusun Geunie, Kecamatan Tangse.

Saban hari mereka terpaksa melintasi jembatan usang. Pulang dan pergi sekolah mereka harus melangkah hati-hati. Besi kanal melintang digunakan sebagai pengikat leger panjang pada jembatan gantung tersebut, telah keropos dimakan usia.

Begitupun besi pada badan jembatan gantung itu telah berkarat, dan sebagian diantaranya telah patah. Papan-papan sebagai alas pijakan jembatan sudah banyak lapuk dan hilang.

”Om, foto jembatan ini ya. Macam wartawan gaya Om foto-foto. Kalau Om ini wartawan, bilang sama Abusyik, suruh bangun jembatan kami yang bagus. Oke Om,” begitu teriak Sofyan, 8 bocah asal Dusun Geunie, Kecamatan Tangse, saat melihat Waspada di lokasi jembatan gantung tersebut.

Sofyan saat itu masih mengenakan seragam sekolahnya putih-merah, lengkap dengan tas di belakang punggungnya, hanya sepatu yang ditentengnya. Selanjutnya Sofyan bersama beberapa kawan seusianya berjalan tertatih-tatih sembari memegang tiang besi yang ada di jembatan itu.

Sofyan dan para bocah seusianya yang lain sangat berharap jembatan gantung Dusun Geunie itu segera dibangun dan digantikan dalam bentuk jembatan permanen.

Agus Salim, Kepala Dusun Geunie, Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie menuturkan, setiap hari warga dan para pelajar melintasi jembatan gantung tersebut dengan mempertaruhkan nyawa. Para siswa pergi dan pulang harus selalu bersama. Tujuannya, bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan, mereka bisa segera mengabarkan kepada warga lainnya.

Menurut Agus Salim, kondisi jembatan yang sudah tidak layak digunakan ini sudah beberapa kali ditinjau pejabat terkait. Begitupun sebut dia, hampir setiap tahun pihaknya mengusulkan jembatan gantung ini dibangun kembali.

“Sudah 10 tahun kondisinya rusak. Anak-anak kami harus melintas setiap hari. Harus berhati-hati, karena papan-papannya sudah lapuk dan sudah banyak yang hilang. Selain itu besi-besinya sudah keropos, karatan dan bahkan ada yang sudah patah” kata Agus Salim, Rabu (26/8).

Kadis Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pidie, Ir Samsul Bahri mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pidie akan memperhatikan pembagunan jembatan gantung Dusun Geunie, Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse.

Saat ini, kata Ir Samsul Bahri, perencanaan kegiatan telah selesai untuk Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) 2021. Untuk penanganan jembatan gantung itu akan dilakukan perencanaan pada anggaran 2022.

“Kalau untuk rehab bisa kita anggarkan 2021, karena biaya rehab anggarannya kecil. Tetapi kalau untuk pembangunan jembatan secara permanen harus dianggarkan pada 2022, itu karena biayanya kan besar,” sebutnya.

Tahun anggaran 2020, lanjut Ir Samsul Bahri, dinas yang dipimpinnya melakukan lima rehab jembatan. Diantaranya di Kecamatan Tangse, Simpang Tiga, Kembang Tanjong, Mane, dan Kecamatan Mila. “Insya Allah Desember 2020 kelima jembatan itu sudah bisa digunakan,” tandasnya. Waspada/Muhammad Riza

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2