Waspada
Waspada » Baru Belanja Stok Barang Rp600 Juta Dan Beli Rumah, Tempo 2 Jam Kios Dan Rumah Musnah Terbakar
Features Headlines Medan

Baru Belanja Stok Barang Rp600 Juta Dan Beli Rumah, Tempo 2 Jam Kios Dan Rumah Musnah Terbakar

NURBAITY termenung di depan rumahnya setelah kobaran api meludeskan rumah yang baru dibelinya 6 bulan lalu terbakar bersama 36 rumah lainnya di Pondok Gongsol Jalan Bliton Barat, Lingkungan 5, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (3/12). Waspada/Andi Aria Tirtayasa
NURBAITY termenung di depan rumahnya setelah kobaran api meludeskan rumah yang baru dibelinya 6 bulan lalu terbakar bersama 36 rumah lainnya di Pondok Gongsol Jalan Bliton Barat, Lingkungan 5, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (3/12). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

PERISTIWA kebakaran yang meluluhlantakkan 36 rumah semi permanen di pemukiman padat penduduk di Pondok Gongsol Jalan Bliton Barat, Lingkungan V, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan pada Rabu (2/12) sekira pukul 16:00 menyisahkan cerita duka.

Meski tidak ada korban jiwa namun kebakaran yang terjadi selama 2 jam tersebut diperkirakan menelan kerugian miliaran rupiah.

Kamis (3/12) sekira pukul 10:00, sejumlah penghuni rumah korban kebakaran terlihat mengais puing kebakaran di lokasi kebakaran untuk mencari sisa barang perhiasannya.

Sebagian lagi, para korban kebakaran mengumpulkan seng bekas dan kayu sisa kebakaran yang masih digunakan.

Salah seorang korban kebakaran bernama Nurbaity, 50, termenung di depan rumahnya.

Wajahnya terlihat sendu.

Pakaian yang dikenakannya terlihat lusuh.

Maklum saja, sejak rumahnya ludes terbakar Rabu (2/12) sekira pukul 16:00, Nurbaity belum ganti baju.

Kecuali televisi dan kulkas, semua barang berharga miliknya tak bisa diselamatkan.

Hanya baju yang dipakainya sebelum terjadi kebakaran yang sampai sekarang melekat di tubuhnya.

“Semua barang berharga ludes terbakar. Hanya surat kepemilikan yang bisa diselamatkan,” tutur Nurbaity Kamis (3/12) saat ditemui Waspada di lokasi kebakaran 36 rumah semi permanen Pondok Gongsol Jalan Bliton Barat, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan.

Nurbaity menuturkan, rumah yang dihuninya itu baru ditempati sejak 6 bulan lalu setelah dibelinya secara kontan Rp85 juta.

“Rumah yang saya tempati ini baru saya beli enam bulan lalu seharga Rp85 juta. Entah mimpi apa saya, kok dapat musibah seperti ini,” tutur ibu rumah tangga yang sehari-hari dipanggil Upik ini.

Nurbaity mengaku bahwa uang membeli rumah tersebut merupakan uang simpanannya dari hasil usahanya sebagai pedagang kaki lima menjual makanan dan kue gorengan di Pajak Pompa Jalan Bliton, tak jauh dari rumah barunya itu.

Nurbaity menuturkan, saat kebakaran meludeskan rumahnya, dirinya sedang menjual gorengan sedangkan suaminya berada di rumah.

“Ada tetangga yang datang memberitahukan kepada saya bahwa rumah saya terbakar,” ujar Nurbaity.

Bergegas, Nurbaity meninggalkan jualannya dan berlari menuju rumahnya.

“Hanya televisi, kulkas dan surat kepemilikan rumah yang bisa diselamatkan sedangkan sepedamotor dan barang berharga seperti perhiasan tak bisa diselamatkan lagi,” kenang Nurbaity.

Pasca rumahnya terbakar, Nurbaity beserta keluarganya terpaksa tidur di kamar mandi.

Untung saja, ruang kamar mandi letaknya terpisah dari rumah induknya.

Baru Belanja Barang Senilai Rp600 juta

Sementara itu, Cici, 28, mengaku dirinya mengalami kerugian Rp600 juta lebih.

Pasalnya, pagi hari sebelum kebakaran terjadi, suaminya baru membayar uang pembelian sembako di tokonya.

“Tadi pagi, kami membayar Rp600 juta untuk pembelian sembako. Sorenya kios grosir kami musnah terbakar,” ujar Cici.

Cici menyebutkan, saat kebakaran terjadi, dirinya bersama suami serta anaknya berada di dalam toko grosirnya.

Cici mendengar suara teriakan kebakaran.

Sontak Cici keluar dari rumahnya karena api sudah terlihat berada di bagian atas kiosnya.

Cici dan suaminya sempat keluar dari rumah namun terpaksa masuk lagi ke dalam rumah karena anaknya ternyata masih berada di dalam kios grosirnya.

“Saat itu aku panik. Langsung ke luar dari kios. Ternyata, di luar kios aku tak melihat anakku sehingga aku kembali masuk ke dalam kios untuk menyelamatkan anakku,” tutur Cici.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 36 rumah semi permanen yang berada pemukiman padat di Pondok Gongsol, Jalan Bliton Barat, Lingkungan V, Kelurahan Belawan ll, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (2/12) sekira pukul 16:00 ludes terbakar.

Meski tak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah sedangkan asal api masih dalam penyelidikan pihak Polsek Belawan.

Informasi yang diperoleh di lokasi kebakaran, asal api diduga dari tabung gas yang meledak di dalam rumah milik Eva Parlan.

Saat itu, warga mendengar suara ledakan dari rumah yang terletak paling sudut.

Ledakan yang disertai kobaran api langsung menyambar isi rumah dan dinding rumah warga yang mayoritas berdinding papan.

“Kami mendengar suara ledakan yang diduga dari tabung gas. Tak lama kemudian terlihat kobaran api disusul kepulan asap tebal membubung tinggi,” ujar Syawal, 40, warga sekitar lokasi kejadian.

Api terus berkobar hingga merembet ke rumah lainnya di pemukiman padat penduduk tersebut.

Satu mushola mengalami kebakaran ringan.

Sebelum mobil pemadam kebakaran datang, sejumlah warga berjibaku memadamkan kobaran api dengan menggunakan air parit dari drainase di kawasan rumah warga.

Sejumlah mobil pemadam kebakaran sempat kesulitan untuk masuk ke lokasi kebakaran apalagi sejumlah akses masuk dari Jalan Riau Barat ujung terpasang palang rel kereta api sehingga harus melewati jalan alternatif.

Palang rel kereta api tersebut sengaja dipasang oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) beberapa waktu lalu dan sempat diributkan warga karena menutup akses keluar masuk ke kasan sekitar Pasar Belawan.

Api dapat dipadamkan setelah mobil Pemadam Kebakaran milik Pemko Medan, PT Pelindo l ( Persero) dan Lantamal l Belawan tiba di lokasi kebakaran.

Lurah Kelurahan Belawan ll Yose Feri saat di wartawan mengaku belum mengetahui secara pasti apa penyebab kebakaran itu terjadi namun api berasal api dari salah satu rumah warga.

“Kita tidak tau apa penyebab terjadinya kebakaran itu. Tapi kata warga api berasal dari salah rumah warga yang paling sudut itu,” ucap Yose.

Sementara itu Kepala Lingkungan V Khairil Amri Nasution yang merupakan salah korban mengatakan saat ini dirinya masih melakukan pendataan, untuk mengetahui jumlah rumah yang terbakar.

“Saya belum bisa memberitahukan jumlah rumah yang terbakar saat ini saya masih melakukan pendataan dan rumah saya juga ikut terbakar bang,” ujar Amri dengan wajah sedih.

Pantauan Waspada, dari keterangan warga setempat, rumah yang terbakar mencapai 36 unit rumah permanen dan semi permanen.

Kapolsek Belawan Kompol DJ Naibaho SH menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran.

“Jumlah kerugian dan rumah yang terbakar masih dalam pendataan,” sebut Kapolsek Belawan.

Sementara itu, perkumpulan Anak Belawan Bersatu membuka posko untuk pengumpulan bantuan para korban kebakaran tersebut.

“Dermawan dan masyarakat umum yang mau berpartisipasi memberikam sumbangannya bisa disalurkan di Posko Sekretariat Anak Belawan Bersatu di Jalan Veteran depan rumah dinas Kapolres Pelabuhan Belawan,” ujar Ketua Umum Anak Belawan Bersatu Dedy Satria Ainal, AMd didampingi Sekum Adli Azhari.

Adapun jenis bantuan yang akan diberikan dapat berupa uang tunai, pakaian layak pakai, sembako dan alat bangunan.

“Untuk pemberian uang tunai dapat ditransfer ke Rekening Perkumpulan Anak Belawan Bersatu Bank Mandiri No Rek 106 00 13 88 73 13 dan untuk bantuan berupa barang dapat disalurkan ke Sekretariat ABB Jalan Veteran No 11 D Belawan,” timpal Ketua Bidang Sosial dan Mitigasi Bencana ABB Muhammad Syafrizal. Andi Aria Tirtayasa

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2