Waspada
Waspada » Aziz, Spesialis Pengevakuasi Mayat Secara Sukarela
Features Headlines

Aziz, Spesialis Pengevakuasi Mayat Secara Sukarela

Aziz saat mengevakuasi mayat pria tanpa identitas di parit Lingkungan XI Wismarejo Kel. Kwala Bingai Kec. Stabat Kab. Langkat. Aziz, Spesialis Pengevakuasi Mayat Secara Sukarela. Waspada/Abdul Hakim
Aziz saat mengevakuasi mayat pria tanpa identitas di parit Lingkungan XI Wismarejo Kel. Kwala Bingai Kec. Stabat Kab. Langkat. Aziz, Spesialis Pengevakuasi Mayat Secara Sukarela. Waspada/Abdul Hakim

Jika ada penemuan mayat dimanapun mungkin tidak sembarangan orang berani mengangkatnya dengan beragam pertimbangan, utamanya rasa takut.

Demikian juga halnya di Kab. Langkat. Namun sosok Aziz dikenal di beberapa desa/kelurahan di Kec. Stabat dan Kec. Wampu sebagai spesialis pengevakuasi mayat yang terapung dan tenggelam. Dia bukanlah anggota PMI, bukan juga petugas SAR. Namun hatinya tergerak membantu.

Hal itu telah dia lakukan sejak tahun 1980-an. Kakek 10 cucu itu kepada Waspada.id, Rabu (20/1) mengatakan pekerjaan tersebut dia lakukan secara ikhlas dengan niat menolong. ‘’Jadi tidak ada rasa takut dan jijik, sebab kita semua akan menjadi mayat,’’ katanya.

Lebih lanjut dikatakan Aziz  hatinya tergerak membantu mengevakuasi mayat yang ditemukan, sebab almarhum orangtuanya terdahulu juga demikian.

‘’Jadi bisa dikatakan ini meneruskan pekerjaan orangtua saya terdahulu,’’ ujarnya.

Aziz bercerita pernah di tahun 1990-an ada warga Kec. Sei Bingai yang hanyut dari lokasi wisata Bukit Lawang di Kec. Bahorok hingga beberapa hari kemudian jasadnya mengapung di aliran Sungai Wampu di Stabat dan tersangkut di kayu-kayu persis di tengah sungai. ‘

’Jadi saat itu tidak ada orang yang berani menolong. Saya kemudian berenang dari pinggiran sungai menuju tengah dan selanjutnya mengikatkan baju korban ke kaki saya kemudian saya bawa kembali berenang ke pinggiran sungai,’’ tutur Aziz dihadapan istri dan salah seorang anaknya dan keluarganya tersebut juga mengetahui moment itu.

Pria yang kini telah berusia 78 tahun itu sudah tidak ingat lagi jumlah mayat yang pernah dia evakuasi saat hanyut di Sungai Wampu Stabat sejak tahun 1980-an karena terlalu banyak.

Pengalaman lainnya, kata Aziz, pernah di tahun 2000-an ada salah seorang warga yang hilang terbawa arus usai terpeleset saat menonton lomba sampan di Sungai Wampu.

‘’Saya langsung selami dasar sungai berkali-kali namun tidak berhasil menemukannya. Akhirnya tiga hari kemudian jasad korban ditemukan mengapung tidak jauh dari lokasi dan kemudian saat angkat,’’ kenangnya.

Pekerjaan demikian yang terbaru dilakukannya yakni mengevakuasi mayat pria tanpa identitas korban pembunuhan di parit Lingkungan XI Wismarejo Kel. Kwala Bingai Kec. Stabat, Selasa (19/1).

Aziz disuruh polisi untuk membolak-balikan jenazah guna kepentingan penyelidikan sebelum dibawa ke mobil ambulan. Pria warga Desa Pantaigemi itu terlihat santai melakukannya disaat ratusan warga yang menyaksikan umumnya tutup hidung.

Jika ada laporan penemuan mayat di sekitar Stabat dan Kec. Wampu, aparat kepolisian maupun perangkat desa hampir dipastikan menghubungi keluarga Aziz agar sang kakek tangguh itu mengevakuasi jenazah. ‘

’Saya samasekali tidak mematok upahnya karena niat saya semata-mata membantu. Pernah dalam pekerjaan tersebut saya tidak diberi uang oleh petugas berwenang, tetapi harus bagaimana lagi,’’ katanya.

Sementara dikatakan sang istri, Syamsidar, pernah membuangkan baju Aziz karena merasa takut. Penyebabnya baju tersebut baru saja digunakan sang suami mengevakuasi mayat di Sungai Wampu.

‘’Jadi karena rasa takut, baju tersebut langsung saya buang,’’ ujar Syamsidar yang sering menasehati Aziz agar sabar menjalani pekerjaan demikian.

Sedangkan salah seorang anaknya, Akhyar mengemukakan ayahnya tersebut jika sudah selesai mengevakuasi jenazah dan menerima sedikit uang, langsung minum kopi di warung dan orang-orang di sekitarnya semua dibayari minumnya.

‘’Jadi tipe ayah saya memang demikian, uang yang dapat kembali disedekahkan,’’ ucap Akhyar.

Banyak orang yang salut atas keberanian Aziz mengevakuasi setiap penemuan mayat. Sebelum Aziz datang mayat tidak akan diangkut karena dialah orang pertama yang menyentuh tubuh sang mayat.

Semoga kebaikannya selama ini diberkahi Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) Langit dan Bumi. Waspada/Abdul Hakim

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2