Waspada
Waspada » Antara Mencari Nafkah Dan Antisipasi Kemacatan
Features Sumut

Antara Mencari Nafkah Dan Antisipasi Kemacatan

BEBERAPA personel Satpol PP Deliserdang sedang melakukan pengawasan di depan pasar tradisional Batangkuis Jl Utama Desa Batangkuis Pekan mengantisipasi pedagang berjualan kembali di atas parit serta badan jalan, Jum'at (28/8). Waspada/Khairul K Siregar
BEBERAPA personel Satpol PP Deliserdang sedang melakukan pengawasan di depan pasar tradisional Batangkuis Jl Utama Desa Batangkuis Pekan mengantisipasi pedagang berjualan kembali di atas parit serta badan jalan, Jum'at (28/8). Waspada/Khairul K Siregar

BERDAGANG untuk mencari nafkah keluarga sebenarnya tidak pernah dilarang oleh pihak manapun termasuk pemerintah asal tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum pengguna jalan.

Namun apa jadinya jika pedagang juga tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk tidak berjualan di atas parit bahkan sampai ke badan jalan, tentu lain ceritanya.

Seperti itulah gambaran yang terjadi pada Kamis (27/8) pagi di sepanjang Jl Utama Batangkuis Pekan. Saat itu Muspika Batangkuis dipimpin langsung Camat Avro Wibowo bersama Satpol PP Deliserdang melakukan penertiban terhadap PKL yang berjualan di atas parit bahkan sampai badan jalan.

Penertiban dilakukan mengingat keberadaan PKL tersebut semakin banyak dan tumbuh bagai jamur. Mereka berjualan di atas parit dari mulai depan pasar sampai daerah pinggiran rel kereta api dengan mendirikan tenda untuk menghindari terik panas matahari,

Ada juga yang sengaja memanfaatkan bahkan menyewa halaman rumah penduduk sekitar untuk menaruhkan barang dagangan. Hal ini dilakukan agar barang dagangan yang mereka jual cepat laku. Padahal tidak jauh dari mereka ada pasar tradisional namun mereka enggan masuk.

Tidak diketahui apa alasan pedagang lebih memilih berdagang di atas parit bahkan badan jalan di sepanjang Jl Utama Batangkuis Pekan daripada masuk ke dalam pasar tradisional. Akibat banyaknya pedagang yang berjualan di atas parit bahkan sampai memakan badan jalan di sepanjang jalan itu, selain mengganggu arus lakulintas nyaris pasar tradisional kosong.

Pasar Sejak 1996

Hal itu juga diakui Hidayat Siregar,35, selaku karyawan CV Mojopahit. Dijelaskannya, pasar tradisional Batangkuis ini mulai dibangun pada tahun 1994 dan diresmikan penggunaannya oleh Bupati Deliserdang kala itu H Maymaran NS pada tanggal 15 April 1996 ditandai penandatanganan prasasti. Dalam pasar itu terdapat lebih kurang 200 loods dan 200 kios.

Namun sejak beberapa tahun terakhir, kondisi pasar tradisional yang semula ramai penghuninya kini berubah. Pedagang yang semula berjualan di dalam kini memilih untuk keluar bergabung dengan pedagang lainnya.

Hal ini mereka lakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar karena sepi pembeli. Bahkan ada yang gulung tikar dan tidak berjualan karena habis modal dan tidak ada pembeli.

“Saat ini tinggal 20 persen lagj pedagang yang memilih berjualan di dalam, selebihnya mereka berjualan di luar,” kata Hidayat Siregar, Jum’at (28/8).

Dirinya juga sudah berulangkali mengimbau pedagang untuk masuk kembali ke dalam, namun para pedagang enggan masuk. Selain itu pihaknya juga sudah berulangkali menyampaikan permasalahan ini kepada Muspika agar dilakukan penertiban.

Para pedagang mengaku lebih enak berjualan di luar karena mudah mendapatkan pembeli. Penertiban yang dilakukan oleh Muspika itu tak ubahnya seperti main kucing-kucingan. Ketika petugas datang melakukan penertiban, seketika itu juga para pedagang sibuk mengangkat dan menyelamatkan barang dagangan, begitu sebaliknya ketika petugas pergi mereka kembali menjajakan barang dagangannya.

Untuk mengantisipasi pedagang kembali berjualan di lokasi, ditempatkan petugas untuk melakukan pengawasan. Karenanya dibutuhkan kesadaran pedagang untuk tidak lagi berjualan diatas parit bahkan badan jalan.

Mari sama-sama kita ciptakan kecamatan ini bersih dan tidak ada lagi pedagang berjualan di atas parit apalagi sampai badan jalan yang bisa mengganggu kepentingan masyarakat umum dan menimbulkan kemacatan. Semoga.  Waspada/Khairul K Siregar

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2