Waspada
Waspada » 4 Sekawan Penyandang Disabilitas Sukses Merintis Usaha Kedai Kopi
Features

4 Sekawan Penyandang Disabilitas Sukses Merintis Usaha Kedai Kopi

Empat sekawan pengusaha kedai kopi di SKA Ciungwanara, Bogor.

BOGOR (Waspada): Dibonceng sepeda motor temannya, Syarif Hidayatullah (23) sudah datang sejak pukul 6 pagi. Tak lupa, membawa berbagai peralatan stand kopi, seperti mesin _grinder_, _chiller_ dan bahan-bahan untuk meracik olahan kopi di atas motor roda tiga yang sudah terparkir tak jauh dari lokasi peresmian Sentra Kreasi ATENSI (SKA), Balai Ciungwanara

SKA yang terletak di Balai Ciungwanara, Bogor milik Kementerian Sosial tempat para pemuda ini membuka kedai kopi, Minggu (13/6) diresmikan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Usai menyusun perlengkapan dagangannya, Syarif memasang standing banner Kitacinta Coffee. Inilah usaha kedai kopi yang ia rintis bersama tiga penyandang disabilitas fisik lainnya dalam setahun terakhir.

Kegemarannya mencicipi kopi, membuat Syarif, Heru, Nabil dan Muhayat bermimpi membangun usaha kedai kopi. Akhirnya, ide empat sekawan sesama alumni Balai Besar Vokasional “Inten Suweno” Cibinong itu diwujudkan pada Januari 2020.

“Jadi, dua kawan kami, yaitu Heru dan Nabil suka nongkrong minum kopi. Dari situ terpikir dan mengonsep usaha kedai kopi ini,” ujar pemuda asal Sumatera Selatan ini.

Kendati tak mengikuti pelatihan khusus terkait peracikan kopi, Syarif dan teman-temannya berhasil meramu resep-resep olahan kopi Kitacinta Coffee dengan apik penuh citra rasa.

“Banyak orang nggak percaya, kalau kami sama sekali nggak pernah ikut kursus jadi barista. Semua dipelajari autodidak di YouTube, malam hari sebelum jualan dengan mobil VW,” kenang Syarif, dengan bangga.

Di bilangan SMA 62 Jakarta, perjalanan usaha empat sekawan penyandang disabilitas tersebut dimulai. Perlahan tapi pasti Kitacinta Coffee mulai dikenal oleh masyarakat.

“Usai sering muncul, kami pun kerap diundang ke _event-event_ sekolah sebagai pengisi _stand_ minuman,” tandas Syarif.

Hingga saat ini, Kitacinta Coffee telah mengeluarkan sembilan varian olahan kopi dan dua varian minuman non- kopi. Ditambah _cookies_ sebagai teman menikmati kopi dari hasil kerjasama dengan UMKM sejenis.

“Nah, yang ini _best seller_, Irish Creme Latte dan Es Kopi Susu Gula Aren jadi andalan kami,” ujar eks Penerima Manfaat Balai Besar Disabilitas “Inten Suweno” selama sembilan bulan ini.

Selain varian rasa, minuman olahan Kitacinta Coffee hadir dalam berbagai ukuran, yakni _cup_, botol 250ml, dan botol 1 liter.

“Untuk harga di kisaran mulai Rp18.000 hingga Rp 89.000 yang bisa dipesan di _outlet_ maupun _e-commerce_,” ungkap Syarif.

*Masa Adaptasi Baru Jadi Tantangan bagi Kitacinta Coffee*

Diakui tak berselang lama usai _opening_-nya, Kitacinta Coffee sempat vakum akibat pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 dan PSBB yang terus menerus diberlakukan berdampak pada usaha Kitacinta Coffee,” kata Syarif.

Kondisi tersebut berimbas pada omzet usaha yang jadi tak menentu, hingga Syarif dan kawan-kawan memutuskan untuk meminjam dana modal usaha ke salah satu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) milik salah satu bank swasta.

” _Alhamdulillah_ , kami mendapatkan tempat usaha di Jakarta Timur dengan bantuan KSP yang peduli melalui pemberdayaan penyandang disabilitas,” tururnya.

Ke depan, Syarif dan teman-temannya ingin Kitacinta Coffee semakin dikenal masyarakat.

“Kami berharap Kemensos tahu mengenai Kitacinta Coffee, di mana kami menjadi kedai kopi yang dikelola penyandang disabilitas. Semoga nantinya mendapatkan bantuan,” pungkas Syarif.

Sentra Kreasi ATENSI (SKA) Ciungwanara Bogor ini adalah Sentra Kreasi ATENSI ke-4 yang diresmikan setelah Sentra Kreasi ATENSI Pangudi Luhur, Sentra Kreasi ATENSI Kartini Temanggung dan Sentra Kreasi ATENSI Antasena Magelang.

Tujuan pengembangan Sentra Kreasi ATENSI yaitu untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan dan vokasional penerima manfaat, terciptanya lapangan pekerjaan bagi penerima manfaat, meningkatkan taraf kesejahteraan sosial penerima manfaat dari kelompok termiskin/termarjinal/telantar,

Sentra Kreasi ATENSI ini diperuntukkan bagi penerima manfaat Balai Rehabilitasi Sosial seperti penyandang disabilitas, gelandangan, pengemis, pemulung, anak telantar, lansia telantar, korban perdagangan orang dan Korban PHK. Selain itu Sentra Kreasi ATENSI juga diperuntukkan bagi penerima manfaat PKH, Prokus, dan Kube, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), Dunia Usaha (BUMN dan Swasta), dan masyarakat umum.

“Sentra Kreasi ATENSI ini awalnya saya inisiasi untuk penerima manfaat balai saja, tapi saya melihat banyak saudara kita yang masih kekurangan misal penerima PKH dan BPNT. Ini saya fikir sayang sekali kalau hanya dimanfaatkan penerima manfaat balai. Jadi jika ada keluarga penerima PKH dan BPNT yang punya usaha silahkan dipasarkan disini,” Jelas Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam sambutannya.

Sentra Kreasi ATENSI Ciungwanara Bogor terdiri dari Kawasan Inklusi, Perakitan Motor Roda Tiga, Terapi Okupasi, Pelatihan Vokasional, Art Theraphy, Sentra Handycraft, Hijab Ciwitan, Fashion, Sentra Kuliner, Konveksi, Toko Kelontong, Urban Farming, Budidaya Ikan Cupang, Sport Center, Perpustakaan, dan Pelatihan Komputer.

“Kita berdayakan para penerima manfaat. Produk-produknya akan kita pasarkan melalui Sentra Kreasi ATENSI, Jika layak akan kita bantu urus izin dan sertifikasi produknya dan akan kita bawa keluar (taraf internasional). Kita berikan peluang kepada penyandang disabilitas untuk berdaya,” tutur Mensos.

Dalam Sentra Kreasi ATENSI ini, penerima manfaat diberikan pembinaan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan potensinya yang dilaksanakan oleh Balai Disabilitas Ciungwanara dan Balai Besar Vokasional Inten Soeweno yang memberikan pelayanan multifungsi bagi penyandang disabilitas dan PPKS lainnya.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2