Enggan Komentari Tim Investigasi Walhi, Poldasu: Kasus Golfrid Sudah Selesai 

MEDAN (Waspada): Polda Sumut tidak akan menanggapi soal tim investigasi yang dibentuk Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut terkait kematian kuasa hukum Walhi Sumut Golfrid Siregar. Mereka beralasan, penyidikan kasus kematian Golfrid telah selesai berdasarkan bukti-bukti dan keterangan sejumlah saksi.

Enggan Komentari Tim Investigasi Walhi, Poldasu: Kasus Golfrid Sudah Selesai 
Golfrid Siregar. Waspada/Ist

"Penyidikan kasus tersebut kan sudah selesai, berdasarkan bukti dan saksi yang diperiksa, korban meninggal dunia karena laka lantas tunggal," kata Kapolda Sumut Irjen Pol. Agus Andrianto melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Tatan Dirsan dikonfirmasi Waspada, Rabu (16/10) soal tim investigas dibentuk Walhi mengungkap kematian Golfrid Siregar, karena Walhi berkeyakinan kematian aktivis itu bukan disebabkan kecelakaan tunggal, tetapi ada faktor lain yang belum terungkap.

Soal itu, Tatan Dirsan enggan berkomentar. "Tanyakan sajalah ke Walhi apa hasil investigasinya, atau apakah mereka punya bukti-bukti lain soal itu," ujarnya.
    
Meski begitu, kata Tatan Dirsan, jika memang ada temuan atau bukti baru bahwa kematian korban karena faktor lain, bukan karena laka lantas tunggal, maka penyidik akan melakukan proses penyidikan. "Tentunya jika ada temuan baru dalam kasus itu, kami akan selidiki," katanya mempersilahkan Walhi membentuk tim untuk kasus itu, karena semua warga negara berhak atas itu.
 
Tetapi, perlu kembali dijelaskan, ujar Tatan Dirsan, proses penyidikan kematian Golfrid Siregar telah selesai, dan Kapoldasu sudah menjelaskannya beberapa waktu lalu.
 Sebelumnya, terkait kasus itu Walhi Sumut membentuk tim investigasi internal mengumpulkan fakta-fakta kematian Golfrid Siregar. 

Direktur Walhi Sumut Dana Prima Tarigan, Selasa (15/10) mengatakan, tim investigasi telah bekerja sejak lima hari bertugas mencari fakta kematian Golfrid. Mereka menilai ada sejumlah kejanggalan yang belum diungkapkan polisi dalam menangani kasus itu. 

Tim itu, katanya, akan mengumpulkan data dan fakta di lapangan yang kemudian dirampungkan pada Kamis (17/10), kemudian temuan itu diserahkan ke Poldasu dan meminta kepolisian membentuk tim independen pencari fakta mengusut tuntas kasus ini. 

"Harapannya Polda membuka diri dan terbuka, tujuan kita sama-sama baik agar tidak terjadi kecurigaan dan satu persepsi terkait kasus ini," ujar Dana.

Alasan pihaknya meminta polisi membentuk tim independen, karena sejauh ini masih ada sejumlah kejanggalan yang belum terungkap. "Polisi hingga kini belum membeberkan secara utuh terkait kasus kematian Golfrid, terutama kejadian sebelum korban ditemukan terkapar di underpass Titi Kuning," sebutnya.

Kemudian, saksi-saksi di TKP yang diperiksa juga masih sebatas yang mengetahui setelah Golfrid mengalami kecelakaan, belum ada secara gamblang diungkapkan polisi yang mengetahui adanya kecelakaan disana. Pihaknya juga akan mempertanyakan soal analisis hasil olah TKP pihak kepolisian, yang menyebutkan Golfrid mengalami kecelakaan tunggal. 

Sebab tidak ditemukan bekas darah yang banyak di jalan dan luka-luka pada tubuh korban, terutama lebam pada bagian mata tak menunjukkan tanda-tanda bekas kecelakaan. "Terlalu cepat Polda menyimpulkan bahwa itu kecelakaan tunggal," ujar Dana.(m27)