Eksekutif Dan Legislatif  Buat Qanun Perlindungan Kopi Gayo

REDELONG (Waspada) : Demi melindungi kopi Gayo, yang saat ini terpapar isu mengandung zat kimia (glyphosate), dan ditolak oleh buyer di Eropa, eksekutif dan legislatif Bener Meriah, sepakat menerbitkan qanun tentang perlindungan kopi Gayo, karena dianggap cukup mendesak dan penting untuk melindungi kopi dan petani di Bener Meriah. 

Eksekutif Dan Legislatif  Buat Qanun Perlindungan Kopi Gayo

Rahmah, Ketua Koperasi Ketiara kepada Waspada Rabu (16/10) meminta agar pemerintah perlu membuat qanun (regulasi) perlindungan kopi Arabika Gayo. Untuk mempertahankan kualitas kopi arabika gayo.  ia minta agar dipastikan jangan sampai ada kopi datang dari luar masuk ke Dataran Tinggi Gayo,  tapi diklaim sebagai kopi arabika gayo.

Senada dengan Rahmah, Zamhur, dari Koperasi Permata Gayo juga mengharapkan qanun perlindungan kopi arabika gayo itu segera dibuat. "Perlu dan sangat penting qanun perlindungan kopi Gayo itu segera disahkan agar kualitas dan nama kopi Gayo selalu menjadi terbaik di dunia," kata Zamhur.

Menurut ia, pihaknya bersama 15 koperasi baik yang berasal dari Bener Meriah dan Aceh Tengah, telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Selasa (15/10) . Untuk memastikan keterlibatan pemerintah mengambil keputusan segera melindungi kopi dan petani di Kabupaten Bener Meriah, yang mayoritas hidup dari pertanian kopi. 

Menangapi hal itu, Ketua sementara DPRK Bener Meriah, Darwinsah, kepada Waspada Rabu (16/10) siap membuat regulasi atau qanun perlindungan kopi Arabika Gayo. Maklum, kopi arabika gayo merupakan sendi utama perekonomian masyarakat Bener Meriah.

"Dibilang mendesak tidak mendesak sekali, tapi ini bisa dibilang penting, regulasi harus segera dibentuk karena menyangkut masyarakat di Dataran Tinggi Gayo yang mayoritas merupakan petani kopi," katanya. 

Bahkan kata Darwinsyah, pihaknya juga telah menyurati Pemkab Bener Meriah terkait liarnya isu kopi gayo yang mengandung zat kimia dan telah mendapat penolakan di beberapa negara Eropa, beberapa waktu lalu. 

"Kita menyurati Pemerintah Kabupaten Bener Meriah agar mengambil langkah konkrit  dalam penanganan hal itu, mengingat kopi merupakan produk andalan kabupaten ini dan salah satu komoditi ekspor nasional. Sehingga perlu penanganan ekstra cepat mengantisipas turunya harga jual di tingkat masyarakat, " tegas ketua sementara DPRK Bener Meriah ini. (clim)