Wamendag: Sumut Kontributor Ekspor Non Migas Penting Bagi Indonesia -
banner 325x300

Wamendag: Sumut Kontributor Ekspor Non Migas Penting Bagi Indonesia

  • Bagikan
Wamendag Jerry Sambuaga saat memberikan keterangan pers usai melepas ekspor produk sarang burung wallet dan keripik singkong, PT Ori Ginalnest Indonesia dan PT Alpha Gemilang Sejahtera bersama Gubsu Edy Rahmayadi di Medan, Sabtu (7/11).
Wamendag Jerry Sambuaga saat memberikan keterangan pers usai melepas ekspor produk sarang burung wallet dan keripik singkong, PT Ori Ginalnest Indonesia dan PT Alpha Gemilang Sejahtera bersama Gubsu Edy Rahmayadi di Medan, Sabtu (7/11).

MEDAN (Waspada): Wamendag Jerry Sambuaga menyebut Sumatera Utara (Sumut) sebagai salah satu provinsi yang memberikan kontribusi ekspor Non Migas cukup tinggi bagi Indonesia.

Pada tahun 2019 Sumut menduduki peringkat ke-9 sebagai provinsi yang memberikan kontribusi ekspor Non Migas dengan total ekspor sebesar USD 7,28 miliar (4,73% dari total ekspor Non Migas Indonesia).

Pernyataan itu disampaikan Wamendag Jerry Sambuaga saat melepas ekspor produk sarang burung wallet dan keripik singkong PT Ori Ginalnest Indonesia dan PT Alpha Gemilang Sejahtera bersama Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Medan, Sabtu (7/11).

Dengan capaian seperti itu, Wamendag Jerry memberikan apresiasi kepada pemerintah dan pelaku usaha di Sumut.

“Kami berterima kasih dan apresiasi kepada Pak Gubernur, Pemerintah Kabupaten dan kota dan seluruh pelaku usaha di Sumut atas capaian itu. Kita berharap ekspor makin memberikan kontribusi penting bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, termasuk di Sumut ini,” kata mantan anggota Komisi I DPR RI tersebut.

Dia menyebutkan, secara umum, kinerja neraca perdagangan Indonesia sangat baik dengan membukukan surplus hingga USD 13,5 miliar. Kontribusi ekspor Non Migas menjadi makin penting dengan mencatat USD 111, 25 miliar untuk periode Januari hingga September 2020.

“Jika dilihat dari data ekspor pada periode Januari-Agustus 2020, ekspor Non Migas Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 0,40% dari sebelumnya tahun 2019 (Januari-Agustus) yaitu dari USD 4,89 miliar naik menjadi USD 4,91 miliar,” ungkapnya.

Jerry mengatakan, Indonesia tengah gencar menjaga dan meningkatkan ekspor. Menurutnya, peningkatan ekspor tidak terhenti karena pandemi. Berbagai perjanjian perdagangan secara bilateral maupun multilateral sebagai salah satu cara untuk memberikan keunggulan kompetitif bagi produk-produk Indonesia.

“Hari ini kita serahkan Surat Keterangan Asal atau SKA kepada para pelaku usaha agar produknya dikenali berasal dari Indonesia. Dari situ mereka akan mendapatkan pemotongan tarif bahkan hingga nol persen ke negara tujuan. Dengan begitu, harganya bisa ditekan dan bisa bersaing,” imbuh Jerry.

Surat Keterangan Asal sendiri adalah sebuah pernyataan resmi dari Pemerintah Indonesia mengenai asal sebuah produk ekspor. SKA merupakan salah satu instrumen yang dihasilkan oleh perjanjian perdagangan yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan bersama kementerian dan lembaga lain. Negara tujuan ekspor akan mengenali asal produk dari SKA tersebut dan memberikan pemotongan tarif hingga nol persen sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani dengan Indonesia.

Perhatian Khusus

Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyambut gembira dan berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus ditingkatkan. Menurutnya produk di Sumatera Utara sangat beragam dan banyak yang punya peluang ekspor. Karena itu ia meminta Kemendag memberikan perhatian khusus bagi ekspor Sumatera Utara.

Menanggapi permintaan tersebut, Wamendag Jerry mengatakan, memang menjadi prioritasnya untuk mengembangkan produk-produk daerah untuk diekspor. Dia menyebutkan, pembangunan infrastruktur yang sangat masif di era Presiden Jokowi akan mendukung hal tersebut. Dia yakin bahwa tol lintas sumatera akan meningkatkan arus perdagangan dan menekan biaya logistik.

“Dari infrastruktur yang ada, kami akan memadukan dengan upaya-upaya agar produk masyarakat juga makin mudah mencapai pasar, baik domestik maupun luar negeri. Ini kerja lintas lembaga dan stake holders, tapi kami senang dan siap berkolaborasi dengan semua pihak agar produk masyarakat Sumut bisa dimaksimalkan dalam perdagangan,” tutup Jerry. (m31)

  • Bagikan