Waspada
Waspada » The 1st Sumatranomics: Strategi Pemulihan Ekonomi Di Era New Normal
Ekonomi

The 1st Sumatranomics: Strategi Pemulihan Ekonomi Di Era New Normal

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat melakukan Penyerahan Proceedings The 1st Sumatranomics, yang turut disaksikan Dewan Gubernur BI Dody Budi Waluyo melalui layar virtual, pada konferensi Sumatranomics 2020, di Medan, Senin (26/10).
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat melakukan Penyerahan Proceedings The 1st Sumatranomics, yang turut disaksikan Dewan Gubernur BI Dody Budi Waluyo melalui layar virtual, pada konferensi Sumatranomics 2020, di Medan, Senin (26/10).

MEDAN (Waspada): Dalam rangka mencari strategi pemulihan ekonomi di Sumatera, khususnya di Sumatera Utara (Sumut), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara telah menggagas kegiatan The 1st Sumatra Economic Summit Call for Paper 2020 (Sumatranomics 2020).

Kegiatan konferensi dan pengumuman call for paper The 1st Sumatranomics dengan tema ‘Strategi Pertumbuhan Ekonomi Sumatera untuk Mendukung Pemulihan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dalam Era New Normal’ ini, digelar dengan mengedepankan protokol kesehatan, di Ball Room Santika Dyandra Convention Center Medan, Senin (26/10).

Kegiatan ini diikuti Dewan Gubernur BI Dody Budi Waluyo sebagai Keynote Speac secara virtual dan Gubsu diwakili Plt Wali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho, Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, Kepala BI Kantor Perwakilan Sumut Wiwiek Sisto Widayat, Ketua Dewan Riset Daerah Sumut Prof. Wan Syaifuddin, Kepala Kanwil DJPb Sumut Tiarta Sebayang dan lainnya.

Kepala KPw BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menyebutkan, perekonomian global saat ini sedang dihadapkan oleh tantangan dengan meluasnya pandemi Covid-19 dengan sangat cepat. Bahkan Pandemi telah menghantam ekonomi masyarakat dan menghambat pembangunan di negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Sejalan dengan kondisi terkini ekonomi global dan nasional, perekonomian di Sumatera diprediksi akan tumbuh melambat. Perlambatan ekonomi disinyalir terjadi pada kinerja permintaan eksternal dan domestik sebagai imbas dari merebaknya Covid-19 secara cepat dan meluas,” ujarnya.

Wiwiek menyebutkan, di tengah terpaan penurunan kinerja ekonomi tersebut, pihaknya mengajak seluruh pihak untuk membangun negeri. Dimana pemikiran kritis bagaimana mendorong pemulihan ekonomi mutlak dibutuhkan, terutama dalam menyongsong era kenormalan baru.

“Merespon hal tersebut, BI Sumut bekerjasama dengan Dewan Riset Daerah Provinsi Sumut menggagas kegiatan The 1st Sumatranomics 2020. Kegiatan penjaringan Call For Paper ini sudah berlangsung sejak Juli-September 2020 yang terbagi dua kategori yaitu General Paper dan Regional Economic Modelling Paper,” ungkap Wiwiek.

Dari proses penjaringan tersebut diperoleh 89 paper dan 15 paper di antaranya lolos sebagai finalis. 10 Di antaranya kategori General Paper dan 5 kategori Regional Economic Modelling Paper. Dari 15 paper tersebut akan dipilih 6 peserta sebagai pemenang.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap mendapatkan masukan dari pemikiran para ahli dan akademisi, para ekonomis di Sumatera dan Indonesia, bagaimana upaya recovery atau pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 ini. Baik dari sisi umum, artikel dan riset ekonomi, model-model ekonomi seperti apa yang bisa diproyeksikan untuk ekonomi Sumut ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Medan Ir. Arief Sudarto Trinugroho, MT, mewakili Gubsu mengatakan, The 1st Sumatranomics ini diharapkan bisa memberikan masukan-masukan bagi Provinsi Sumut dan juga pemerintah pusat, bagaimana pertumbuhan ekonomi bisa bangkit lagi dari kontraksi yang diakibatkan pandemi Covid-19.

“Jadi dengan masukan-masukan dari kegiatan The 1st Sumatranomics ini sangat bagus sekali, sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah yang bisa membuat pertumbuhan ekonomi kita di triwulan terakhir 2020 hingga 2021 bisa tumbuh kembali,” ujarnya. (m31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2