Waspada
Waspada » Seratusan Penarik Becak Dibimbing Jadi Retail Sembako
Ekonomi

Seratusan Penarik Becak Dibimbing Jadi Retail Sembako

BECAK Bermotor (Betor) yang berfungsi menjadi warung keliling retail Sembako, program dari Dewan UKM Sumut untuk meningkatkan perekonomian penarik becak. Waspada/Ist
BECAK Bermotor (Betor) yang berfungsi menjadi warung keliling retail Sembako, program dari Dewan UKM Sumut untuk meningkatkan perekonomian penarik becak. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Dewan Usaha Kecil Menangah (UKM) Sumut akan membimbing seratusan penarik becak di Medan menjadi pelaku usaha kecil. Yakni menjadi retail Sembako. Tujuannya agar ekonomi kelompok marjinal meningkat signifikan dan langsung ke titik sasaran.

Program menjadikan penarik becak menjadi pelaku usaha kecil tersebut digagas oleh Ketua Komite Daerah Dewan UKM Sumut, Dewi Budiati Teruna Jasa Said.

Saat berbicara kepada wartawan, Jumat (2/4), dia mengaku ingin menyalurkan kemampuan enterpreuner abang-abang yang berprofesi sebagai penarik becak.

Saat berbincang di Posko (sementara) Dewan UKM Sumut wilayah Medan Maimoon, di Jl Brigjen Katamso, Dewi Budiati mengatakan, sejumlah upaya kini sedang dilakukan pihaknya. Khususnya melakukan bimbingan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan membantu sesama.

“Sekarang, serbuan kapital besar berkedok pasar modern ada di lingkungan warga. Praktik sedemikian mematikan pelaku usaha mikro. Yuk, para abang becak bergerak,” kata Dewi, didampingi Pembina Dewan UKM Kol. Inf. Khairuddin F Siregar, serta Koordinator Lapangan (Korlap) Yusman dan Alexander Pasha.

Kata Dewi Budiati, di tiap kelurahan di Medan saat ini minimal ada 3-4 mini market. “Kita di sini mengibarkan ‘Wak Kocak’ yang akronim dari ‘warung keliling Sembako kocak. ‘Wak Kocak’ inilah yang nantinya akan face to face dengan pembeli,” ujarnya.

Menurut Dewi, jumlah seratusan penarik becak yang bergabung, sudah demikian bagus. “Masa pandemi, penumpang sedikit. Di masa senggang itulah ‘Wak Kocak’ digerakkan,” ujarnya, sambil menegaskan programDewan UKM Sumut tersebut murni untuk membantu kelompok marjinal ekonomi.

Akan Bertambah

Sementara itu, Pembina Dewan UKM Khairuddin F. Siregar menambahkan, jumlah penarik becak nantinya masih akan bertambah untuk wilayah Medan, serta terus berkembang ke daerah lain.

Khairuddin juga menyarankan agar Dewan UKM ikut menata mata niaga retail. Selain bahan makanan pokok, dikembangkan ke produk yang diinginkan. “Bisa jadi meniagakan kopi, gula aren dan kebutuhan lain yang diperlukan. Yang terpenting, muaranya meningkatkan penguatan ekonomi abang penarik becak,” katanya. (rel)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2