Secara Akumulasi Penyaluran Pinjaman Industri Fintech P2P Lending Capai Rp272,43

  • Bagikan
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK, Riswinandi,. (ist)

JAKARTA (Waspada): Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, secara akumulasi penyaluran pinjaman industri fintech P2P lending telah mencapai Rp272,43 triliun dengan outstanding mencapai Rp27,91 triliun. 

“Saya rasa ini baik, ada perputaran uang yang disalurkan, ada yang dibayar, ada yang ditarik lagi. Mudah-mudahan di lapangannya demikian adanya,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK, Riswinandi, Kamis (2/12). 

Dengan pertumbuhan tersebut, lanjutnya, peran fintech lending atau pinjaman online (pinjol) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital di Indonesia tak perlu diragukan.  

Dia menuturkan, fintech lending memiliki keunggulan dalam menjangkau masyarakat lebih luas dan kecepatan dalam melakukan transaksi. 

Hal ini bisa menjadi alat yang sangat baik untuk meningkatkan inklusi keuangan maupun jangkauan ke masyarakat yang unbankable atau belum bisa mengakses layanan keuangan perbankan.

OJK mencatat penyaluran pembiayaan industri fintech peer-to-peer (P2P) lending  di sektor produktif terus meningkat. Hingga Oktober 2021, akumulasi penyaluran pembiayaan fintech P2P lending di sektor produktif telah mencapai Rp69,39 triliun. 

“Sepanjang 2021, akumulasi penyaluran di sektor produktif telah mencapai Rp69,39 triliun atau 53,63 persen dari akumulasi penyaluran pembiayaan secara total sampai dengan saat ini,” jelas Riswinandi. 

Besarnya penyaluran pembiayaan pada sektor produktif tersebut, kata Riswinandi, menunjukkan pentingnya kehadiran fintech P2P lending di tengah masyarakat. 

Menurutnya, penyaluran pembiayaan ke sektor produktif perlu terus didorong. Hal ini sejalan dengan fokus perhatian pemerintah yang mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (J03)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *