Waspada
Waspada » Rudi H Bangun: Suntikan Modal Ke BPUI Harus Jelas Manajemen Penggunaannya
Ekonomi

Rudi H Bangun: Suntikan Modal Ke BPUI Harus Jelas Manajemen Penggunaannya

JAKARTA (Waspada): Skema suntik modal negara melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) harus jelas manajemen penggunaanya.

Hal ini disampaikan anggota DPRRI dari Fraksi Nasdem, Rudi Hartono Bangun SE. MAP, dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Kamis (23/9) di Jakarta.

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut III ini yang duduk di Komisi XI DPR RI ini, menegaskan hal ini penting diingatkannya sebab, seperti kita baru ketahui, BPUI ini adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang baru dibentuk yang akan mendapat modal negara sebesar Rp20 triliun, yang mana pengunaan uang tersebut salah satunya untuk menalangi kerugian uang Jiwas Raya yang dirampok oleh Dirutnya dan Bencok dan para manajer investasi.

Dalam hal ini, menurut Rudi sekali lagi, ketika Menteri Keuangan (Menkeu) akan menyuntik modal Rp20 triliun jangan nanti dirampok untuk kedua kali oleh jajaran direksi BPUI yang baru dibentuk.

Sebagaimana diketahui Holding BUMN penjaminan dan perasuransian, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI akan membentuk sebuah perusahaan asuransi jiwa guna menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang tengah mengalami kesulitan likuiditas dalam menyelesaikan kewajiban kepada para nasabahnya.

PT BPUI akan mendirikan asuransi jiwa baru yaitu IFG Life dan akan mengambil alih portofolio Jiwasraya yang sudah direstrukturisasi dan Pelaksanaan PMN TA 2021 kepada PT BPUI sebesar Rp 20 triliun berdasarkan penugasan kepada IFG oleh KBUMN (Surat S 187/MBU/03/2020);

Disebutkan PT BPUI (IFG) akan melakukan fundraising sebesar IDR 4,7 Tn dengan underlying dividen anak perusahaan lainnya;

Adapun jumlah kebutuhan dana bagi IFG Life: 1. Equity Gap JS adalah sebesar Rp 24.2 T. Apabila transaksi divestasi JS Putera batal, maka dibutuhkan tambahan Equity Gap sebesar Rp 1.9 triliun,

2. Setup IFG Life untuk siap beroperasi bersamaan dengan
diterimanya Portofolio JS adalah sebesar Rp 510 Miliar

3. Total kebutuhan IFG Life untuk dapat menjalankan bisnis
secara going concern adalah sebesar Rp 24.7 triliun,

Adapun Sumber Pendanaan dibagai atas 3 bagian utama yaitu:
1. PMN sebesar Rp 20 triliun,
2. BPUI Funding untuk memenuhi selisih equity gap JS
sebesar Rp 4.7 triliun,

Sementara dukungan yang diperlukan: yakni Konsesi bisnis dari Pemerintah (asuransi jiwa untuk karyawan BUMN, Kerjasama dengan BPJS Kesehatan) dan konsesi bisnis lainnya. PMN untuk menutupi Equity Gap dari transfer portofolio Jiwasraya .

Adapun manfaat bagi masyarakat, 3 juta Pemegang polis Jiwasraya mendapatkan kepastian pembayaran klaim dan memberikan rasa aman kepada masyarakat atas produk dan layanan perusahaan asuransi

Sementara tanggung jawab pemerintah sebagai ultimate shareholder, menjaga reputasi Pemerintah, Mengurangi potensi kegaduhan atas gugatan klaim dan Meningkatkan inklusi keuangan

Bagi industri asuransi IFG ini diharapkan membantu penyehatan asuransi jiwa di
Indonesia, Mengembalikan, kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi dan Mengembalikan marwah industri asuransi kepada proteksi (J05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2