Waspada
Waspada » Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sumut Turun 0,1% Akibat Virus Corona
Ekonomi

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sumut Turun 0,1% Akibat Virus Corona

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menyebutkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumut turun 0,1% akibat virus corona.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menyebutkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumut turun 0,1% akibat virus corona.

MEDAN (Waspada): Merebaknya virus Corona (Covid19) dari China ke beberapa negara dunia, menyebabkan terkoreksinya proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk Sumut. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumut 2020 terkoreksi 0,1% dari sebelumnya ditetapkan 5,3% turun menjadi 5,2%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menyebutkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumut masih ada di kisaran 5,1-5,5%. Namun, sebelum merebaknya Covid19, pertumbuhan ekonomi Sumut 2020 berada di titik tengahnya yaitu 5,3%.

“Namun, saat ini dengan mempertimbangkan dampak merebaknya Covid19, kami memperkirakan akan sedikit bias ke level bawah di level 5,2%. Atau sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi Sumut 2019 sebesar 5,22%,” ujar Wiwiek, kepada Waspada, Senin (2/3).

Wiwiek menyebutkan, Covid19 akan memberikan tekanan pada perekonomian Sumut 2020, meskipun tidak signifikan. Seperti jalur perdagangan luar negeri, kegiatan pariwisata, serta investasi luar negeri.

“Dampak Covid19 dapat terjadi lewat beberapa jalur, yaitu perdagangan luar negeri, kegiatan pariwisata serta investasi luar negeri. Besaran dampak Covid19 ke perekonomian Sumut akan sekitar 0,1%,” jelasnya.

Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, koreksi pertumbuhan ekonomi Sumut tidak terlepas dari posisi China yang merupakan lokomotif dunia. Banyak negara yang mengekspor produk-produk ke China dan sekarang harus terhenti akibat penyebaran virus Corona. Tidak heran, ekonomi China pun bakal terpuruk karena virus ini.

“Jadi sudah dihitung, jika pertumbuhan ekonomi China turun 1%, maka ekonomi Indonesia akan terkoreksi 0,3%. Itu juga menjadi patokan untuk koreksi pertumbuhan ekonomi Sumut sebesar 0,04-0,1%, lebih rendah dari nasional,” katanya.

Wiwiek mengatakan, dampak Covid19 akan terlihat di semester I tahun ini. Dampaknya ke Sumut bukan hanya dari China tapi juga negara-negara lain yang kini juga ‘dihantui’ virus Corona.

Menurutnya, koreksi dilakukan karena virus Corona ini berdampak terhadap kinerja ekspor, sektor pariwisata dan investasi. Dengan pembatasan impor dan penghentian penerbangan dari dan ke China, sangat mempengaruhi sektor pariwisata. Apalagi Sumut juga masih mengandalkan wisatawan mancanegara (wisman) asal China untuk berkunjung, selain dari negara-negara ASEAN.

Realistis

Pengamat ekonomi dari USU, Wahyu Ario Pratomo mengatakan, koreksi perekonomian Sumut yang berada di sekitar 0,04% hingga 0,1% cukup realistis.

“Terlebih mengingat global juga mengalami perlambatan akibat perekonomian China yang ditaksir hanya tumbuh 5,6% oleh IMF. Sedangkan perekonomian nasional diperkirakan tumbuh di bawah 5%,” katanya.

Bagi Sumut, lanjutnya, merebaknya virus Corona diharapkan tidak begitu mempengaruhi perekonomian. Kecuali pariwisata, akibat berkurangnya kedatangan wisman asal China.

Potensi lain yang dapat terganggu adalah ekspor Sumut ke China, khususnya produk turunan kelapa sawit. Namun saat ini pemerintah berupaya melakukan kebijakan untuk mengurangi ketergantungan ekspor CPO melalui produksi bahan bakar bio diesel B-30. (m41)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2