Waspada
Waspada » PLN Targetkan 80% Lahannya Bersertifikat
Ekonomi

PLN Targetkan 80% Lahannya Bersertifikat

SEVP Pengelolaan Aset PLN, Gong Matua Hasibuan menyaksikan penandatanganan kerjasama antara PLN dan BPN di Sumut. PLN targetkan 80% rasio lahan yang dimilikinya bersertifikat pada tahun ini.
SEVP Pengelolaan Aset PLN, Gong Matua Hasibuan menyaksikan penandatanganan kerjasama antara PLN dan BPN di Sumut. PLN targetkan 80% rasio lahan yang dimilikinya bersertifikat pada tahun ini.

MEDAN (Waspada): PT PLN (Persero) targetkan 80% rasio lahan yang dimilikinya bersertifikat pada tahun ini. PLN memiliki 92.213 persil tanah di seluruh Indonesia dan baru 31% yang memiliki sertifikat.

“PLN memiliki 92.213 persil tanah dan baru 31% yang memiliki sertifikat. Sementara 69% belum bersertifikat. Pada akhir 2020, PLN targetkan untuk mencapai rasio lahan bersertifikat lahan 80 persen,” kata Senior Executive Vice President (SEVP) Pengelolaan Aset PLN, Gong Matua Hasibuan di Medan, Senin (2/3).

Pernyataan itu disampaikannya pada penandatanganan perjanjian kerjasama antara Satker PLN di Sumbagut dengan 25 Kepala BPN Kabupaten/Kota di Sumut.

Gong Matua Hasibuan mengatakan, penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum memerlukan lahan yang sangat besar. Baik untuk membangun pembangkit, transmisi, gardu induk dan distribusi tenaga listrik.

Untuk merealisasikan target tersebut, lanjutnya, PLN telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementrian ATR/BPN. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara General Manager seluruh Unit Induk PLN dengan Kepala BPN se Indonesia.

“Khusus di Sumut, PLN mencatat terdapat 7.283 persil tanah belum bersertifikat yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumut. Melalui kerjasama ini diharapkan 80% lahan PLN ini akan berhasil kita sertifikatkan pada akhir 2020,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPN Sumut Dadang Suhendi mengatakan, perjanjian kerjasama ini harus jadi perhatian untuk tertibnya administrasi penggunaan tanah. Dalam pengurusan sertifikat kedudukan dan perlakuannya sama, antara plat merah dan plat hitam.

“Mudah-mudahan ini menjadi komitmen kita agar aset PLN harus kita jaga. PKS ini jangan hanya seremonial saja, semoga segera dilengkapi bukti-bukti formilnya,” katanya.

GM PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, M Irwansyah Putra mengatakan, untuk meningkatkan energi di Sumut diikuti dengan pembangunan infrastruktur.

“Untuk mendukung program ini, seluruh PLN dan stakeholder harus saling mendukung, sehingga legalitas tanah PLN akan lebih terjamin,” ujarnya.

Hadir pada kesempatan itu, GM PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Sumbagut Bambang Iswanto, GM PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumbagut Octavianus Padudung. Kemudian GM PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Pembangkit Sumatera Wedy B Sudirman diwakili SRM Pertanahan Rianto. Serta 25 kepala BPN se Sumut, dan lainnya. (m41)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2